alumni_sempaka_bjm  

x-sempaka: FYI - BAHAYA SEKITAR WADAH MAKANAN DAN MINUMAN

FINE ART
Thu, 12 Jul 2007 12:34:40 -0700

FOR YOUR INFORMATION        X-SEMPAKA ™ 

 

Beberapa informasi berikut ini penting, terutama untuk orang dengan
kekebalan atau imunitas (immunity) tubuh lemah dan stamina tubuh sering
merosot sehingga sering sakit, dan tidak adaptiv. Untuk yang dengan
immunitas tubuh kuat, dan anti-bodi tubuhnya dapat menetralisir racun, dan
sangat adaptiv, tak usah begitu peduli.

Orang pemakan segala (omnivora) lebih riskan keracunan dan terserang
penyakit komplikasi daripada para pemakan hanya sesayuran (herbivora,
vegetarian) atau para pemakan hanya dedagingan (carnivora, fleshian). 

 

 

BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN

Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita
konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus
makanan dan cenderung dianggap sebagai pelindung makanan. Sebetulnya tidak
tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda
cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi
kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada
begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan,
yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua
bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Berikut adalah ranking teratas
bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.

 

KERTAS

Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan [seperti kertas koran dan majalah]
yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung
timah-hitam atau timbal (Plumbum, Pb) melebihi batas ambang yang ditentukan.

Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau
pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai
jaringan lain, seperti: ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan
timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3p, yaitu pallor (pucat),
pain (sakit) dan paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang terjadipun bisa
bersifat kronis dan akut.

Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang
susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu
goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang
kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah
berpindahnya timbal makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan
jajanan tersebut diatas piring.

 

PLASTIK - TERUTAMA POLYSTRYRENE ATAU STYROFOAM

Bahan pengemas jemis plastik polystyrene atau styrofoam telah menjadi salah
satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tapi, riset terkini
membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat
dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu
mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain
itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap
nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas,
biaya murah, lebih aman, serta ringan.

Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa
residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat
menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi
akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia
akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

 

 

 

BAHAYA DIBALIK BOTOL PLASTIK PET MINUMAN

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang
botol plastik [seperti Aqua, VIT, dll] dan menaruhnya di mobil atau di
kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastik botol, yang disebut
juga sebagai polyethylene terephthalate (PET), yang dipakai di botol2 ini
mengandung zat2 karsinogen [atau DEHA].

Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih
lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh
dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak
dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli
botol air yang memang untuk dipakai berulangulang, jangan memakai botol
plastik.

 

 

 

FAKTA BARU MENGENAI SATU FAKTOR PENYEBAB KANKER

Perihal baru tentang kanker dari John Hopkins.

 

Informasi ini telah diteruskan dari Walter Reed Army Medical Center dan
tolong diteruskan kesiapa saja yang kita kenal.

 

*       Tidak boleh ada wadah plastik didalam pemanas gelombang-renik
(microwave oven).
*       Tidak boleh ada botol plastik dalam kulkas, lemari pendingin dan
pembeku (refrigerator and freezer).
*       Tidak boleh ada tutup plastik dalam pemanas dan pendingin tsb.

 

Campuran kimia yg bernama dioxin bisa menyebabkan kanker terutama kanker
payudara. Dioxin itu sangat berbahaya bagi sel-sel di tubuh kita. Jangan
membekukan botol plastik berisi air karena itu akan menyebabkan terlepasnya
dioxin dari plastik.

Edward Fujimoto, Manager Program Kesehatan di Rumah sakit Castle, melakukan
siaran di program televisi untuk menerangkan ancaman kesehatan. Dia
menerangkan betapa bahayanya dioxin bagi tubuh kita. Dia mengatakan bahwa
kita tidak boleh memanaskan makanan di microwave oven dengan mengunakan
wadah plastik, terutama makanan yang mengandung lemak (fat). Kombinasi dari
lemak, gelombang panas tinggi dan plastik akan menyebabkan dioxin
menyelubungi makanan dan akhirnya masuk ketubuh kita. Sebagai pengganti, dia
merekomendasikan wadah kaca seperti Corning Ware, Pyrex, atau keramik untuk
memanaskan makanan. Hasilnya sama tapi tanpa dioxin.

 

Makanan seperti mie instan, makanan siap saji, dll tidak boleh dipanaskan
didalam wadah plastiknya, harus dipindahkan terlebih dahulu. Kertas tidak
begitu berpengaruh, tapi kertas bekas koran atau majalah mengandung
timeh-hitam atau timbal, dan kita tidak tahu terbuat dari apakah kertas tsb.
Paling baik kita memakai wadah dari kaca.

Dia juga mengingatkan, beberapa saat yang lalu, beberapa restoran siap saji
(fast food restaurants) sudah tidak memakai wadah plastik steyroform lagi,
penyebabnya adalah dioxin. Juga dia mengingatkan untuk tidak menutup makanan
dengan lembaran plastik seperti saran wrap sewaktu dipanaskan di microwave.
Saat makanan dipanaskan, gelombang panas tinggi menyebabkan racun menjadi
meleleh dari plastik, masuk kedalam makanan. Sebaiknya tutup makanan dengan
kertas seperti tisue dapur atau handuk kertas (paper towel).

 

 

 

BEBERAPA MAKANAN YANG BISA BERBAHAYA

 

MIE INSTAN

Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling
tidak tiga hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan
mengkonsumsinya lagi.

Dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan.
Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika
dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan
seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam
berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk
mengkonsumsi mi instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya
mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan
tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu
paling sedikit tiga hari untuk membersihkan lilin tersebut.

 

SATE

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika
kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang
dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang
disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat
karsinogen, satu penyebab kanker, tetapi timun ternyata punya
anti-karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.

 

UDANG DAN VITAMIN C

Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan
keracunan dari racun Arsenik (Arcenium, As) yang merupakan proses reaksi
dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal
dalam hitungan jam.


 

 

 

PENJELASAN ILMIAH TENTANG PLASTIK

 

 

APA ITU PLASTIK?

 

Dalam penggunaannya, plastiks (plastics) memimiliki banyak pengertian,
batasan atau definisi. Secara umum istilah ini digunakan untuk menyatakan
bahan pembungkus atau "cover material" yang materialnya cukup mantap atau
"stabil" dalam penggunaan normal, tapi tidak alias goyah atau "labil" pada
batas ekstrim, dimana ia dapat berubah bentuk secara fisik karena suhu dan
atau tekanan (temperature and or pressure), dan tak saja dapat mengalami
perubahan fisik tapi juga kimiawi (physical and chemical change).

Istilah atau sebutan plastik berasal dari nama ilmiah, yang diambil dari
dalam bahasa Yunani, "plastikos" dari "elastikos" yang artinya kenyal,
melar, bisa meleleh, dan bisa dimodel (moulded) kedalam berbagai rupa,
bentuk, dan bangun. Dari istilah ini juga muncul istilah plastisin
(plasticene).

 

Berdasarkan pada komposisi dan elastisitas material, plastik dibedakan atau
dua kelompok besar, yakni termoplastik (thermoplastic) alias plastik kenyal
(elastic plastic), dan termosetplastik (thermosetting plastic, thermosetter)
alias plastik kaku (rigid plastic).

Beda utama antara termoplastik dan termosetplastik adalah bahwa, jika
plastik kenyal mengalami perubahan suhu dan atau tekanan, maka ia tak
kehilangan sifat plastisitas alias elastisitas atau kekenyalan bahannya,
meskipun ia mengalaminya berkali-kali, seperti misalnya dipanaskan dan
didinginkan berulang kali. Sedangkan plastik kaku sekali mengalami perubahan
suhu dan atau tekanan diluar batas operasional, maka ia kehilangan sifat
plastisitas selamanya alias berubah permanen, dan bekasnya yang telah
mengalami pembentukan-ulang plastik (plastic deformation) dinamakan
plastomer.

Bahan kimiawi yang dikelompokkan sebagai termoplastik antara lain adalah:
[nama bahan kimiawi] casein, cellul-acetate, cellul-acetato-butyrate,
cellul-nitrate, methyl-methac, neoprene, nylon, poly-eththylene,
poly-styrene, poly-tetra-fluoro-ethylene, poly-vinyl-chloride,
poly-vinyl-chloride-acetate, dan sejenisnya. Sedangkan termosetplastik
terutama adalah phenol-formald.

 

 

PROSES SINTESA | PEMBENTUKAN PLASTIK

 

Kebanyakan plastik yang kita gunakan seharihari, secara kimiawi adalah bukan
bahan alami (non-natural material), melainkan bahan buatan atau "material
sintetik" (synthetic material) yang merupakan "polimer" (polymer) yang
dihasilkan dari proses "polimerisasi" (polymerization).

Polimerisasi adalah proses penggabungan dua atau lebih molekul dari senyawa
kimia sama atau serupa untuk membentuk molekul lebih besar dan kuat,
sehingga dihasilkan formasi senyawa kimia baru dengan rumus kimiawi empirik
sama tapi dengan berat molekular berbeda, yang disebut polimer. Plastik
dihasilkan dengan cara seperti ini, dari bahan yang dinamakan plastisiser
(plasticizer) via proses dinamakan plastisisasi (plasticization) sehingga
dihasilkan material baru yang memiliki sifat platisitas (plasticity) dan
dinamakan plastik.

Banyak cara untuk melakukan polimerisasi, diantaranya adalah dengan
perubahan suhu dan atau tekanan (temperature and or pressure change). Proses
pembentukan barbagai bangun, bentuk, dan rupa plastik disebut
pencetakan-model plastik (plastic moulding).

 

 

PROSES ANALISA | PENGURAIAN PLASTIK

 

Dengan demikian, bila terjadi perubahan suhu dan atau tekanan diluar suhu
dan tekanan operasional, maka molekul-molekul senyawa kimiawi suatu bahan
polimer bisa terlepas dan terurai menjadi molekul senyawa lain, bergantung
lingkungan dimana polimer tsb berada. Karena plastik adalah polimer, hal
seperti ini juga terjadi pada plastik.

Perubahan suhu dan tekanan bisa terjadi karena polimer terkena panas
matahari berlebihan atau karena telalu lama diletakkan di tempat panas, atau
karena dimasukkan kedalam panggangan gelombang-renik (microwave oven), atau
kedalam lemari-pendingin atau pembeku (coolcase, refrigerator, freezer).

Jadi mencuci berulangulang dengan mengkocokkocok botol plastik dengan air,
memajangnya di terik matahari, menaruhnya dekat kaca diatas dashboard mobil
yang terkena panas, memasukkan botol, pembungkus atau kemasan plastik
kedalam oven, kulkas, dlsb, bisa mengakibatkan perubahan polimer pada bahan
plastiknya, yang bisa saja menghasilkan bahan beracun bagi manusia.

Ada daftar panjang batas-batas ukuran suhu dan tekanan kerja (operational
temperature and presure limits) untuk tiap jenis plastik. Tapi kita tentu
tak bisa dengan mudah menghafalnya, karena begitu banyak jenis plastik. Jadi
hindarilah perlakuan terhadap bahan plastik yang bisa berakibat ia mengalami
perubahan fisik dan terutama kimiawi sehingga menghasilkan racun yang
berbahaya bagi manusia.

 

 

 

Achmad Firwany


X-SEMPAKA ™
MILIS ALUMNI SD-SMP-SMA KATOLIK BANJARMASIN     
        

<<yahoo-groups.gif>>