RM Roy Suryo
Sun, 18 Jun 2000 19:58:51 -0700
Rekan-rekan di Mailing-list Asosiasi Warnet Yth,
Berikut saya kutipkan berita di SP beberapa hari yl, mungkin menarik untuk
dikaji lebih jauh dan agar kita lebih berhati-hati ...
--------------------------------------------
SUARA PEMBARUAN DAILY
---------------------------------------------------------------------------
Melacak si Pencuri Laptop via Ponsel
Sepandai pencuri beraksi, akhirnya sekali waktu terungkap pula
kelicikannya. Berkat kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat, kini
si pencuri lebih mudah dibekuk. Setidaknya, itulah yang dialami Roy Suryo,
pakar komunikasi multimedia.
Ia, pada awal Maret 2000 kehilangan Laptop, telepon seluler (ponsel) milik
istrinya, dan berbagai alat teknis lainnya. Itu terjadi dalam perjalanan
dengan bus malam rute Yogyakarta-Denpasar.
Barang yang hilang diganti pencuri dengan Aqua dan dodol jenang. Roy pun
sempat dibuat bingung karena dalam Laptop termuat program data-data
penting, bahkan ada yang bersifat sangat rahasia, terutama bagi masa depan
Polri.
Maklum, Roy diminta untuk menjadi narasumber dan konsultan di Pusat
Identifikasi Mabes Polri. Data di Laptop itu semula hendak dipaparkan 7-8
Maret 2000 pada Rakernas Identifikasi Pusident Mabes Polri.
Kepada Pembaruan, Selasa (13/6) Roy mengungkapkan upaya pelacakannya.
Dimulai dengan sidikasi. Untungnya, si pencuri menghubungi Roy melalui
ponsel milik istrinya yang ikut dicuri. Ternyata si pencuri minta tebusan
untuk barang-barang yang dicuri. Semula nilainya Rp 10 juta, kemudian turun
menjadi Rp 9 juta setelah negosiasi. Pencuri minta ditransfer melalui
sebuah rekening di BCA.
Dari sini justru Roy mulai memasang strategi untuk melacak keberadaan
barangnya yang hilang dengan metode cellular networking hunting. Roy
berhasil merekam suara pencuri dan diharapkan bisa dijadikan barang bukti
untuk nantinya dimasukkan ke dalam perangkat Audio Spectrum Analyzer.
Data pemilik rekening yang diminta pencuri juga bisa diperoleh Roy dan
akhirnya diketahui rekening nomor account terdaftar di BCA Cabang Jalan A
Yani Bandung atas nama Pan, alamat Cikoar Kaler, Cilengrang Rt 06 RW 03
Jati Indah, Bandung.
Setelah itu, Roy kembali menghubungi Telkomsel dan PT Telkom untuk mengatur
strategi guna memantau aktivitas si pencuri. Roy juga tidak lupa melakukan
identifikasi terhadap barang-barang yang ditinggal pencuri sebagai ganti
barang yang hilang dan dikirimkan ke Pusident Mabes Polri dan Polda DIY
guna dilakukan penyi-dikan atas sidik jari laten (SJL).
Seminggu setelah kejadian, Roy kembali menghubu-ngi si pencuri melalui
ponsel 0812-295-xxxx, nomor ponsel istrinya. Ternyata ponsel tersebut sudah
aktif kembali. Berdasarkan metode call data record information (CDRI) uang
didapatkan hasil kerja sama dengan Telkomsel, Grapari Semarang, secara
rinci aktivitas nomor ponsel tersebut dapat terlacak dengan baik dan
berhasil ditemukan beberapa nomor fixed-phone (telkom) dan nomor-nomor
pasca bayar Telkomsel, Satelindo, dan Excelkomindo.
Aktivitas Komunikasi
Identitas dari nomor-nomor tersebut berhasil diperoleh lengkap dengan nama
pemilik, alamat, dan aktivitas komunikasinya beberapa hari terakhir. Di
sini, Roy Suryo menggunakan metode dengan melihat dan membandingkan antara
daftar print out dari nomor-nomor yang dicurigai tersebut dan
mengkomparasikannya.
Logikanya, bila si pencuri menghubungi nomor X, ada juga dia menghubungi
balik pencuri, maka ini bisa dikatakan sebagai indikasi bahwa mereka
''saling kenal'' atau setidaknya mengetahui antarsesamanya. Dengan cara ini
akhirnya Roy berhasil memperoleh satu per satu nama-nama calon tersangka
yang pantas untuk dicurigai.
Nomor-nomor tersebut sengaja dibiarkan aktivitasnya selama lebih kurang
sebulan untuk mengetahui sejauh mana jaringan pencuri yang ada. Selain
menggunakan metode CDRI dan print out, Roy juga menggunakan metode logging
monitoring berdasarkan akses Internet yang ada.
Roy sengaja meninggalkan password login Internet di Laptop, tetapi login
mail dirahasiakan. Dugaan Roy, salah satu kawanan pencuri mahir komputer
mendekati kebenaran.
Kawanan tersebut menggunakan login di Laptop tersebut untuk mengakses
Internet, meski ia tidak bisa membuka semua e-mail Roy. Dari sini justru
Roy bisa mengetahui dari kota dan port mana yang digunakan pencuri
tersebut. Untuk mendapatkan login list ini Roy, menghubungi Indonet yang
kemudian bisa memberikan login list.
Diketahui, pencuri ternyata berasal dari Yogyakarta, karena ia juga
mengakses dari kota yang sama. Hanya sayangnya fungsi calling line
identifier (CLI) untuk telepon Telkom di Yogyakarta belum bisa berfungsi
sehingga belum bisa mengetahui dari nomor berapa ia mengakses. Bila
dilakukan di DKI Jakarta atau Jawa Timur, kata Roy, permasalahannya menjadi
lebih mudah.
Setelah sekitar sebulan, Roy merasa cukup untuk mendapatkan gambaran
mengenai aktivitas pencuri dan jaringannya. Mulailah ia gerak cepat agar
barang-barang tersebut tidak sempat berpindah tangan terlalu jauh.
Bersama petugas Polresta Yogyakarta, Senin 6 April 2000, ia mengambil
barang-barang yang hilang. Ponsel ternyata sudah dijual dan dibeli oleh
seorang wanita. Wanita itu membelinya dari Heri di salah satu toko Jalan
Tamansiswa, Yogyakarta.
Heri membeli dari Abdullah dan Ayu, pengelola agen bus di Terminal
Umbulharjo. Para saksi ini semua sudah diminta keterangan dan disidik
sehingga muncul nama-nama tersangka utama kasus ini.
Pelaku Utama
Diketahui pelaku utama yang melakukan pencurian berinisial AR, eks anggota
TNI yang sudah dipecat. Sebelumnya, oknum itu pernah terlibat perampokan.
Pelaku berikutnya Her, insinyur lulusan salah satu PTS di Yogyakarta.
Keduanya kemudian menyerahkan barang-barang ini kepada AB beralamat di Solo
dan sudah disidik. AB kemudian menawarkan ke orang lain termasuk salah
seorang pengacara.
Hasil kerja sama yang baik dari kepolisian, akhirnya barang-barang Roy yang
hilang itu bisa kembali pada 18 dan 20 April 2000, meski data-data dalam
Laptop telah dirusak oleh pelaku. Aparat di Mapolresta Yogyakarta hingga
kini terus mengembangkan kasus tersebut karena kedua pelaku utama belum
tertangkap.
Roy juga menduga ada indikasi kesengajaan menghilangkan data-data dalam
Laptop sehubungan dengan isinya yang sangat penting, berupa data-data
presentasi untuk Pusident Mabes Polri.
Roy Suryo mengakui, kerja keras tersebut tidak ada artinya tanpa bantuan
yang sangat baik dari petugas Polri. Dia percaya Polri sekarang benar-benar
telah berubah dalam menangani suatu kasus. Buktinya, mereka dengan cepat
dan sigap bisa melakukan pengembangan kasus ini secara baik.
Meski demikian, kata Roy, pembekalan ilmu pengetahuan teknis mutakhir yang
terus di-update memang sangat diperlukan guna menghadapi modus-modus
kejahatan modern seperti cybercrime dan cyber commerce di masa mendatang.
Metode yang digunakan ini, ujar Roy, diharapkan pula bisa membantu para
korban untuk kembali menemukan barang-barang yang hilang. Bahkan, bisa
dikembangkan lebih jauh lagi untuk penyidikan kasus-kasus lainnya.
Misalnya banyak tersangka kejahatan yang menyatakan "tidak kenal" dengan
tersangka lainnya. Asumsi itu bisa dipatahkan dengan melihat aktivitas
komunikasi melalui ponsel. Tentunya, untuk menda-patkan semua daftar dan
akses tersebut harus melalui beberapa tahapan yang panjang dan rinci
sebelumnya, kata Roy. (132)
---------------------------------------------------------------------------
Last modified: 16/6/2000
\|||/
(. .)
*-------------ooO-(_)-Ooo------------*
RM Roy Suryo
<[EMAIL PROTECTED]>
Yogya - Indonesia
*-------------oo0-----Ooo------------*
--------------------------------------------------------
This mailing list has been migrated to :
[EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------------