assunnah  

[assunnah] >>Kejayaan Hanya Milik Islam 2/2<<

Abu Harist
Sun, 18 Jun 2006 23:53:04 -0700

KEJAYAAN HANYA MILIK ISLAM

Oleh
Syaikh Abu Usamah Salim bin Id Al-Hilali
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan 2/2
Sumber http://www.almanhaj.or.id


Bagaimana Kita Mengetahui Bahwa Islam Itu Besar Di Mata Manusia Atau 
Sebaliknya ? Atau Bagaimana Kita Mengetahui Bahwa Kaum Muslimin Itu Agung 
Atau Lemah ?

Ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa kemuliaan Islam ada di tengah 
kehidupan kaum Muslimin dan kemuliaan kaum Muslimin ada di tengah umat 
manusia.

Bukti Kemuliaan Islam Yang Pertama.
Semaraknya dan tersebarnya panji–panji Islam yang banyak.

Jika Anda ingin mengetahui tegaknya izzah Islam di tengah kaum Muslimin, 
maka perhatikanlah, apakah syiar–syiar agama, seperti adzan, shalat, 
pelaksanaan rukun Islam, amar makruf nahi mungkar terlihat jelas di tengah 
kaum Muslimin ? Apakah berwasiat dalam kebaikan dan kesabaran ada di tengah 
kaum Muslimin ?

Kalau Anda melihat nilai–nilai ada, melihat amal shalih, ilmu yang 
bermanfaat ada. Jika anda menyaksikan kondisi–kondisi seperti ini dan akhlak 
yang shalih ada, berarti manusia dalam keadaan baik, dan agama Islam masih 
dalam keadaan mulia.

Oleh karena itu, Rasulullah menghubungkan kemuliaan Islam dengan pelaksanaan 
syiar–syiar agama Islam, berkembangnya Sunnah di kalangan umat Islam. Dan 
anda sekalian mengetahui, bahwa orang yang berpuasa, tatkala matahari telah 
terbenam, maka hendaknya langsung berbuka. Sebabnya, menyegerakan berbuka 
puasa termasuk sunnah. Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Agama ini senantiasa akan tegak, selama orang–orang menyegarakan 
berbuka puasa”

Sabda beliau yang lain

“Artinya : Agama ini akan selalu mulia selama umatku tidak menunggu 
terbitnya bintang dalam berbuka puasa”

Disini, beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam menghubungkan tegaknya agama 
dengan tumbuhnya syiar–syiar agama. Kalian melihat ada semangat emosional 
bagi Islam. Orang–orang masih memilikinya, alhamdulillah, belum padam. 
Tetapi kita menginginkan tumbuhnya syiar–syiar Islam dalam kehidupan nyata 
kaum Muslimin. Kita ingin semangat yang ada di kalbu umat tersebut menjelma 
menjadi tumbuhnya syiar–syiar Islam.

Lihatlah, kasus sang pelukis kafir tatkala berbuat aniaya terhadap 
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salalm, melukis karikatur–karikatur buruk 
lagi dusta yang melecehkan beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam. Di timur dan 
barat, utara dan selatan, umat tergerak untuk mengingkarinya. Sebagian 
tindakan mereka dapat dibenarkan syariat. Namun sebagian yang lain tidak 
dapat dibenarkan oleh agama. Ada pemboikotan kepada negara–negara kafir 
dalam bidang ekonomi. Ini berarti masih ada semangat agama pada mereka. Kita 
tidak ingin ini saja. Tapi bersama ini, kita ingin tegaknya syiar–syiar 
agama.

Kita memang mencintai Rasulullah dengan sepenuh perasaan kita. Tapi 
pembelaan kita yang hakiki kepada Rasul adalah membela Sunnah Rasul, dengan 
menghidupkan sunnahnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan pertolongan 
kepada orang yang menolong agamaNya.

“Artinya : Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) 
Nya. Sesungguhnya Allah benar–benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” [Al–Hajj : 
40]

Barang siapa yang menolong agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya Allah 
membelanya. Barang siapa menolong Rasul, niscaya Allah akan membelanya. 
Allah berfirman.

“Artinya : Dan kami sekalian menguatkan (agama) nya dan menghormatiny” [ 
Al–Fath : 9]

Menurut mayoritas ulama tafsir, kata ganti ketiga (pada ayat di atas) ini 
mewaikili Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam.

Kalau umat ingin benar–benar membela Rasul, maka harus konsisten dengan 
agamanya. Kita mendukung adanya pemboikotan produk musuh. Tetapi sebelum 
itu, kita harus memboikot pemikiran musuh, kebudayaan barat, aqidah musuh, 
kebudayaan asing. Dengan ini, syiar–syiar agama akan terlihat di tengah 
khalayak.

Tanda Kemuliaan Umat Yang Lainnya.
Yaitu adanya sikap mandiri, tidak bergantung kepada umat lain ; sebagai umat 
merdeka dengan aqidah, manhajnya, ekonominya, kebudayaannya, tidak meniru 
barat, umat kafir atau umat lainnya. Bukan berarti kita tidak boleh 
mengambil manfaat dari produk ilmu–ilmu mereka. Imu–ilmu teknologi tersebut 
bukan monopoli mereka saja, milik siapa saja, dapat diraih oleh siapa saja 
yang menekuninya. Dan umat Islam, diperintahkan untuk menyatukan dua 
kebaikan, dunia dan akhirat.

“Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu 
(kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari 
(kenikmatan) duniawi” [Al–Qashash : 77]

Jadi, seorang mukmin beramal untuk akhiratnya, dengan amal shalih ; dan 
beramal untuk dunia, dengan membangunnya. Oleh karena itu terlihat kembali 
hadits Nabi Shalallahu 'slaihi wa sallam.

“Artinya : agama ini akan selalu mulia selama umatku tidak menunggu 
terbitnya bintang dalam berbuka puasa.”

Siapakah yang menunggu terbitnya bintang–bintang saat akan berbuka puasa ? 
(Mereka) ialah : Yahudi dari orang kafir dan golongan Rafidhah (Syi’ah). 
Artinya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan, apabila umatku 
menunggu terbitnya bintang–bintang untuk berbuka puasa, maka mereka telah 
mengekor umat lain yang mengakibatkan jati diri umat ini menjadi lemah.

Tanda Kemuliaan Islam Yang Lain.
Orang–orang memberlakukan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala pada denyut 
kehidupan mereka, para penguasa menetapkan Al–Qur’an dan As–Sunnah sebagai 
aturan perundang–undangan. Karena, aplikasi syari’at hukumnya wajib dan 
fardhu ‘ain atas setiap muslim. Perhatikanlah sabda Nabi.

“Artinya : Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan setiap 
pemimpin ditanya tentang pertanggung jawabannya”

Dari sini, setiap muslim adalah pemimpin. Dan sebagai pemimpin, bertanggung 
jawab untuk menerapkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shalallahu 'alaihi 
Wa Salaam. Jadi, menegakkan hukum Allah sebagai undang–undang adalah wajib, 
fardhu ‘ain sesuai kedudukan dan tanggung jawabnya. Allah berfirman.

“Artinya : Dan tentang perkara apa saja yang kamu perselisihkan, maka 
putusannya (terserah) kepada Allah” [Asy-Syura : 10]

“Artinya : Menetapkan hokum itu hanyalah hak Allah” [Al-An’am : 57]

Jadi, penerapan syari’at, hukum Allah dan penegakan Negara Islam merupakan 
kewajiban atas umat Islam. Sedangkan meremehkan atau lemah dalam 
mengusahakan masalah ini, tidak akan membuahkan hasil sama sekali. Tetapi 
dalam hal menyeru kepada hal ini, harus sesuai dengan metode Nabi. Kita 
menyeru agar ditetapkan syarat, agama dan hokum Allah dengan cara 
Rasulullah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu, dengan hikmah dan 
pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik” [An-Nahl : 
125]

“Artinya : Katakanlah : Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang 
mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci 
Allah dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik” [Yusuf : 108]

Jadi, kita menyeru dengan hujjah, burhan, dalil dan penjelasan. Nabi 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhasil menegakkan sebuah Negara Islam, 
tetapi tidak dengan pedang. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mampu 
menegakkannya tatkala berhasil menanamkan aqidah pada umat. Setiap umat yang 
telah berhasil mengekkan tauhid dan kalimat Laa Ilaaha Illallah dalam 
kehidupan mereka, niscaya Allah menegakkan daulah Islam di negeri mereka.

Oleh karena itu tatkala Nabi menawarkan dakwah Islam kepada kabilah-kabilah 
saat musim haji, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan.

“Artinya : Katakanlah sebuah pernyataan! Dengan itu, bangsa Arab akan tunduk 
kepada kalian, dan kalian akan menguasai bangsa Asing. Katakanlah Laa Ilaaha 
Illa Allah, niscaya kalian akan selamat”.

Jadi umat yang menegakkan tauhid, menegakkan sunnah Allah Subhanahu wa 
Ta’ala akan menganugrahkan kekuasaan bagi mereka di bumi ini. Allah 
Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara 
kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan 
menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi 
mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan 
merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman 
sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu 
apapun dengan Aku” [An-Nur : 55]

Istikhlaf dan Tamkin (kekuasaan dan kemenangan) adalah sebuah janji dari 
Allah bagi orang-orang beriman yang berusaha. Kemudian lihatlah "Dia akan 
meneguhkan bagi mereka agama yang telah Allah ridhai untuk mereka". Sebelum 
Allah menegakkan Negara di bumi, Allah menegakkan agama di hati manusia. 
Tatkala agama telah tertanam di hati kita masing-masing, kita sudah 
menegakkan hukum Allah di hati masing-masing, kita telah menegakkan hukum 
Allah dalam kehidupan sesuai dengan kemampuan kita, niscaya Allah akan 
memberikan anugrah berupa Istikhlaf dan Tamkin.

Apakah Islam Akan Kembali Agung Seperti Semula ?
Perkara ini telah di beritahukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam dalam hadits yang shahih.

“Artinya : Agama ini akan menyebar sejauh jarak yang dicapai malam dan 
siang, dengan kemulian orang yang mulia dan kehinaan orang yang terhjina ; 
yaitu kemuliaan yang dengannya Allah akan memuliakan Islam dan penganutnya, 
dan menghinakan kesyirikan dan pengikutnya”.

(Dalam hadits ini) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan 
bahwa Islam, meskipun tertekan dalam kehidupan manusia dan lemah di jiwa 
sebagian kaum muslimin, (tetap ia) akan kembali agung, menang, bercahaya 
sebagaimana disebutkan Rasul dalam hadits yang mulia. Ini juga menunjukkan, 
masa depan hanya milik Islam. Tidak syak lagi, ini pasti datiang dan tiba, 
tidak bisa tidak ! Karena kita mengimani Allah dan RasulNya. Maha Benar 
Allah, demikian juga RasulNya. Peristiwa yang diberitahukan Rasul 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam pasti tiba, tidak ada yang bisa 
mengingkarinya.

Tapi ada faktor-faktor yang menghalangi menuju kebesaran Islam dan jalan ke 
sana, di antaranya yang paling penting ialah.

Pertama : Fanatisme Daerah Dan Sukuisme
Di tengah kaum muslimin tumbuh seruan-seruan kepada fanatisme daerah dan 
sukuisme. Seruan ini telah mencerai beraikan kaum muslimin. Juga merupakan 
perkara yang menekan dan menghinakan mereka.Bangsa Arab menyeru kepada 
fanatisme golongannya sendiri. Demikian juga bangsa Persia, Turki. Bangsa 
Urdu berperang untuk memperjuangkan fanatisme golongannya. Kaum muslimin 
terpecah belah menjadi berbagi macam golongan. Bahkan dalam satu golongan 
pun bercerai berai, muncul banyak faksi. Satu pihak menyeru ke arah selatan 
dan pihak lainnya menyeru kea rah utara. Ini menyeru kepada barat dan itu 
menyeru kea rah timur, padahal mereka berasal dari negara yang sama, 
keturunan yang sama.

Kaum muslimin bercerai berai menjadi berbagai golongan dan sekte, padahal 
sebelumnya mereka adalah umat yang satu. Tatkala mereka terpecah belah, maka 
kekuatannya melemah dan menjadi pengekor musuh serta makanan yang 
diperbutkan musuh-musuh Islam. Inilah sebagian penghalang yang menghadang 
jalan menuju keagungan Islam.

Dengan pandangan yang tajam, kita bisa mengetahui dampak yang muncul bahwa 
penguasaan yang dilakukan orang-orang kafir bukan berbentuk dzati, tetapi 
merupakan penguasaan yang sifatnya efek dari kejadian lainnya. Maksudnya, 
lantaran kelemahan iman dan kelemahan umat Islam. Kita melihat factor 
penunjang kekuatan barat adalah kekuatan politik militer dan ekonomi serta 
kelemahan kaum muslimin.

Kalau kita memperhatikan kekuatan politik barat, ternyata konsep politik 
mereka telah terbuka kedoknya, terbongkar boroknya, politik yang tertumpu 
pada dusta, nifak, memainkan standard yang pincang, mengukur dengan 
timbangan ganda, memainkan dua benang. Mereka menuntut penerapan sesuatu, 
tetapi justru mereka yang mempecundanginya. Mereka menuntut negara-negara 
Islam menerapkan demokrai, tetapi ketika negara-negara kaum muslimin 
memenangkannya, mereka mengingkarinya. Ini menunjukkan bahwa politik mereka 
bedasarkan kedustaan dan kepalsuan, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membuka 
kedok mereka.

Mari kita lihat kekuatan ekonomi barat. Kekuatan ekonomi mereka hancur. 
Kekuatan ekonomi mereka menjadi kuat lantaran menguasai kekuasaan alam 
negara-negara Islam, mengeruk kekayaannya. Mereka menjajah negara-negara 
Islam. Minyak bumi kita, mereka rampok. Emas-emas kita, mereka curi. Minyak 
bumi dan kekayaan negara kita dikeruk, dijual dipasar dengan nilai rendah. 
Tidak ada yang mengetahui berapa banyaknya kecuali Allah.

Adapun kekuatan militer mereka, Allah-lah yang akan mengatasinya. Lihatlah, 
di penghujung abad sebelumnya, ada dua kekuatan yang menguasai dunia. 
Kekuatan Timur yang terwakili oleh kekuatan komunisme Soviet dan kekuatan 
Barat yang kapitalisme dengan Amerika sebagai pemimpinnya.

Bagaimana Uni Soviet bisa terkoyak, padahal memiliki persenjataan yang 
canggih? Allah mendatangi mereka dari sudut yang tidak mereka sangka, dan 
melemparkan rasa takut di hati-hati mereka. Mereka hancurkan rumah-rumah 
mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan kaum muslimin. Ambillah 
pelajaran dari kejadian ini, wahai orang-orang yang berakal.

Amerika tidak menyerang Uni Soviet dengan nuklirnya (sehingga hancur). 
Kehancuran kekuatan Uni Soviet berasal dari dalam. Sedab, adanya 
factor-faktor yang memaksanya hancur. Demikian juga, Amerika sudah berada di 
ambang kehancuran dari dalam. Melemahnya ekonomi, kerusakan dan degradasi 
moral, kekalahan kekiuatan militer. Kekuatan-kekuatan ini sudah tidak 
bertaji lagi. Kekuatan mereka yang tersisa adalah kelemahan kaum muslimin. 
Oleh karena itu, mereka berusaha mengkondisikan agar kaum muslimin dalam 
keadaan lemah. Lemah dalam agama, duniawi, pemikiran dan harapan. Jika kaum 
muslimin kembali pada agama mereka, niscaya kesyirikan akan runtuh, 
kekufuran akan lenyap. Kekuatan yang menakutkan dunia ini akan sirna dengan 
kalmatut tauhid, Laa Ilaaha Illallah.

Jadi, penghalang yang paling besar demi mencapai kebesaran Islam adalah 
terpecah belahnya umat Islam.

Apa Jalan Menuju Kebesaran Islam ?
Konsepnya adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti tercantum 
dalam hadits Ibnu Umar Radhiyallahu anhu.

“Artinya : Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah, memegangi ekor-ekor 
sapi, dan menyenangi pertanian dan meninggalkan jihad, niscaya Allah akan 
menimpakan pada kalian kehinaan, tidak akan mencabutnya dari kalian sampai 
kalian kembali kepada agama kalian”.

Jika demikian, jalan menuju ke sana, wahai saudara-saudaraku, wahai pemuda 
Islam, wahai harapan umat, wahai orang yang menjadi bekal harapan bagi masa 
depan yang terang ; jalan menuju keagungan Islam adalah degan kembali 
memegangi agama kita ini yang dahulu dipegangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam, para sahabat dan generasi Salafush Shalih. Tatkala mereka konsisten 
berada di atas agama ini, mereka menjadi umat manusia yang terbaik, para 
pemimpin wilayah, guru bagi umat manusia, mengeluarkan manusia dari 
kegelapan menuju ke cahaya terang. Dengan kembali kepada agama kita, agama 
kita akan menjadi besar lagi. Masa itu pasti akan dating, tetapi membutuhkan 
kesabaran dan ketabahan.

“Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah 
kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siap siaga (diperbatasan negerimu) dan 
bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung” [Ali-Imranm : 200]

Semoga Allah Al-Qawiyyu Al-Aziz menolong Islam dan kaum Muslimin, 
menampakkan Al-Haq dan menegakkan negeri Islam dengan Al-Kitab dan 
As-Sunnah. Allah-lah yang akan mewujudkannya dan Dia Maha Kuasa untuk itu.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun X/1427H/1426. Diambil dari 
Muhadharah Syaikh Abu Usamah Salim bin Id Al-Hilali di Masjid Kampus 
Universitas Brawijawa Malang., Rabu. 15 Februari 2006]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/Lik1AB/fOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


  • [assunnah] >>Kejayaan Hanya Milik Islam 2/2<< Abu Harist