Abu Hazim
Tue, 04 Jul 2006 17:44:25 -0700
|
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Setelah email ini meramaikan sebuah milis lain yg saya ikuti akhirnya saya 'terpaksa' urung rembuk juga dalam masalah ini Saya hanya menyayangkan bahwa kenapa kita mempertentangkan hal-hal yang sebetulnya tidak bertentangan? Dan ini kadang tidak disadari oleh sebagian kita
bahkan mungkin oleh saya sendiri !? Cukup dua hal dalam masalah ini yg selalu mengganjal di hati saya, yaitu: mempertentangkan Al Qur'an dan Ilmu Pengetahuan (Science) yg sejak awalnya memang tidak bertentangan, yaitu dlm hal: 1a. Masalah bumi adalah hamparan (Al Qur'an) 1b. Masalah planet bumi bulat (Science) 2a. Masalah pusat Matahari terbit dari timur dan tenggelam di Barat (Al Qur'an) 2b. Masalah bumi mengelilingi Matahari (Science) Saya keluarkan 'unek2' saya masalah pertama 1a. Masalah bumi adalah hamparan Sumber dari Al Qur'an yaitu:
Dari empat ayat diatas, Allah Ta'ala telah menjelaskan bahwa
Dia menjadikan bumi untuk kita sebagai hamparan.
Tentu saja kita mengimaninya,
dan lagi pula ini pun kenyataan yg kita rasakan dan bisa kita
amati.
1b. Masalah planet bumi yg bulat
Sumber sciencenya sulit untuk saya
sebutkan satu-satu,
namun ini sudah menjadi 'pengetahuan
umum',
salah satunya adalah dengan mengorbitnya
satelit di atmosfir bumi.
Permasalahan:
Apakah dalam hal ini, Al Qur'an dan
Sciece bertentangan?
Saya jawab:
Tidak.
Alasannya:
Apakah Al Qur'an mengatakan bahwa "bumi
tidak bulat" ???
Allah tidak berfirman demikian, sejauh
yg saya pahami.
Allah 'Azza wa Jalla hanya menyatakan
bahwa
Dia Ta'ala menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan ini terbukti:
Kalau kita naik ke puncak Monas
Jakarta, misalnya, apa yg kita lihat dari Kota Jakarta?
Bukankah Kota Jakarta sebuah dataran
yg menghampar?
Dan ini juga bisa dilihat dikota2
besar (bahkan kota2 kecil) lainnya,
dan ini mudah untuk kita amati
diseluruh dunia,
umumnya manusia
bertempat tinggal di daerah hamparan yg luas,
untuk bermukim, menggembala ternak,
bertani, berkebun dll
Bayangkan kalau Allah Ta'ala
menjadikan bumi ini hanya gunung yg terjal dan jurang
yg curam melulu,
tanpa ada sedikit pun wilayah yg
menghampar?
Tentu kehidupan manusia akan jauh
lebih sulit,
sulit bertani, sulit menggembala,
bahkan untuk berdiri tegak saja sulit
walahu'alam
Kemudian
Apakah penelitian science, yg
menunjukkan bahwa planet bumi itu bulat,
artinya science menyangkal
bahwa bumi ini menghampar???
Tentu tidak.
Saya belum pernah mendengar seorang
scientist pun yg berkesimpulan demikian
(Kalau ada dari saudaraku semua yg
punya bukti science yg berkesimpulan demikian (menyangkal permukaan
bumi itu hamparan)
mohon beritahukan kpd saya sumber atau
jurnal sciencenya, Insya Allah akan bisa kita lacak.)
Ini bisa dibuktikan oleh sebagian
saudara kita, yaitu:
Kita ambil kelereng,
lalu kita jawab pertanyaan berikut:
"Apakah bentuk kelereng itu? Bulat
atau lempengan?"
Tentu saja jawabannya: "Bulat"
(Ana gak tahu kalau misalnya ada di
dunia ini sebuah kelereng yg bentuknya lempengan???)
Lalu kita letakkan kelereng
bulat itu dibawah microscope electron,
misalnya,
lalu apa yg mungkin kita lihat?
Insya Allah kita melihat permukaan
kelereng yg menghampar luas, dibawah pengamatan microscope
mungkin, kasarnya, kita juga bisa
lihat 'para microba yg bermain bola dilapangan yg begitu luas'
Lalu apakah kenyataan bahwa kelereng
itu bulat,
yg 'dirasakan oleh para microba'
sebagai hamparan luas itu
saling bertentangan???
Ternyata tidak.
Maka saya simpulkan
janganlah kita benturkan
janganlah kita pertentangkan
hal-hal yg memang tidak
bertentangan
antara Al Qur'an dengan Science
Karena sudah sejak
awal pun, keduanya tidak bertentangan
dalam hal ini yaitu bumi sebagai hamparan, dan
planet bumi yg bulat
Kecuali
kalau memang sejak awal sudah bertentangan
seperti misalnya kalau Allah
Ta'ala menyatakan "Bumi tidak bulat"
sedangkan Science mengatakan "Bumi
bulat"
maka tentu sebagai muslim, kita beriman
kepada apa yg Allah firmankan, dgn sebenar-benar Iman
...
Masalah kedua
2a.
Masalah Matahari terbit dari timur dan tenggelam di Barat (Al Qur'an)
Sumber Al Qur'an antara lain:
Maaf, saya
turunkan sebagian besar ayat
supaya menjadi
jelas bagi saya, apa yg Allah Ta'ala firmankan
Dan dari
ayat-ayat diatas
Secara umum yg
saya pahami adalah
Allah Ta'ala
menjelaskan bahwa Matahari terbit dari timur dan tenggelam di
barat
dan Matahari
berjalan menurut waktu dan tempat peredarannya
2b.
Masalah bumi mengelilingi Matahari (Science)
Sumber sciencenya juga sulit untuk saya sebutkan satu-satu, namun ini sudah menjadi 'pengetahuan
umum',
salah satunya adalah dengan
ditemukannya teknologi astronomi/perbintangan (bukan Astrologi, ramalan
bintang)
seperti teleskop, satelit, dll
Permasalahan:
Apakah dalam hal
ini, Al Qur'an dan Sciece bertentangan?
Saya jawab:
Tidak.
Alasannya:
Apakah Firman Allah
mengatakan bahwa "bumi tidak
mengelilingi matahari" ???
Allah tidak
berfirman demikian, sejauh yg saya pahami.
Allah 'Azza wa
Jalla hanya menyatakan bahwa
Dia
menerbitkan Matahari dari Timur, dan menenggelamkannya di Barat
juga menundukkanya
pada waktu dan tempat beredarnya
dan ini tidaklah sulit bagi kita untuk membuktikannya,
yaitu:
Ketika kita bangun pagi, kita
perhatikan dimana matahari terbit?
Di Utara? Selatan? Barat? atau
Timur?
Tentu saja Matahari terbit di
Timur (kecuali pada waktu Kiamat besar nanti, di Barat)
Lalu kalau kita perhatikan
sebelum maghrib
dimana Matahari terbenam?
Di Utara? Selatan? Barat? atau
Timur?
Tentu saja Matahari terbenam di
Barat
Umumnya demikian.
Lalu apakah kita pernah
mengalami kejadian satu hari lamanya 24 jam,
ternyata besoknya satu hari
hanya 5 jam,
lusanya satu hari menjadi 103
jam lamanya.
Apakah pernah demikian?
Umumnya tidak.
Kemudian
Apakah penelitian
science, yg menyatakan bahwa:
1. Planet bumi berotasi
pada porosnya
2. Planet bumi berevolusi
pada orbitnya mengitari matahari
artinya science
menyangkal bahwa Matahari terbit dari Timur dan tenggelam di Barat???
dan atau science
menyangkal garis dan waktu edar Matahari???
Tentu tidak.
Saya belum pernah
mendengar seorang ilmuwan pun yg berkesimpulan demikian.
Bahkan justru yg menjelaskan
tentang terbitnya Matahari di Timur
dan tenggelamnya matahari di
Barat
adalah penilitian science
tentang rotasi bumi
(berputarnya bumi pada
porosnya dari Barat ke Timur)
Bukan
penielitian science tentang revolusi bumi
(beredarnya bumi
mengelilingi matahari)
Maka tidak pernah ada (setahu
saya)
scientist Kafir, apalagi Muslim,
yg mempertentangkan temuan Science ini dengan Al Qur'an
Sayang sekali ada saudara kita
yg kurang paham karena syubhat
yg melihat hal ini seakan-akan
bertentangan dengan Al Qur'an (padahal sama sekali tidak)
bahkan sampai-sampai dia meminta
Fatwa Ulama
sehingga Ulama harus berfatwa
tentangnya
Lantas apa yg terjadi?
Jawab saya: Pergerakan relatif satu benda dgn benda
lainnya
Firman Allah tentang Matahari
Terbit dari Timur dan Tenggelam di Barat
tidak menyangkal
dan juga tidak disangkal oleh penelitian science ttg:
1. Rotasi bumi pada porosnya
2. Revolusi bumi mengelilingi
matahari
Rotasi bumi
Bumi berputar pada porosnya dari
Barat ke Timur,
sehingga Matahari terlihat dari
bumi bergerak relatif dari Timur ke Barat
Bumi berputar pada porosnya 24
jam dalam 1 putaran penuh
sehingga Matahari terlihat
mengelilingi bumi 24 jam dalam satu putaran penuh.
Maka dimana pertentangannya?
Revolusi bumi
Bumi mengelilingi Matahari dalam
satu tahun (12 bulan atau 365.25 hari)
Saya tidak mengetahui apa efek
dari revolusi bumi thd Matahari ini
terhadap terbitnya matahari dari
Timur dan tenggelamnya di Barat,
atau efeknya terhadap pergantian
siang dan malam,
bahkan Revolusi bumi, dgn terbit
tenggelam-Matahari serta pergantian Siang dan Malam
sama sekali tidak ada
hubungannya, Wallahu'alam
Maka dimana pertentangannya?
Sekali lagi saya bertanya pada
diri saya
Dimana pertentangannya?
Tidak ada!
Jadi aneh sekali
kalau kita mempertentangkan
Terbit-Tenggelamnya Matahari
dgn beredarnya bumi mengelilingi
Matahari (revolusi).
(Sama anehnya dgn pertanyaan
"Pusat Tata Surya itu, Matahari
atau Bumi?"
Ketika kita menyebutkan Surya,
jelas artinya Matahari (Solar)
Jadi dgn menyebut Tata
Surya (Solar System), artinya menyatakan sebuah 'sistem
penataan dgn Matahari sbg pusatnya'
Berbeda kalau kita katakan "Tata
Bumi", mungkin artinya menjadi 'sistem penataan dgn Bumi sbg
pusatnya'
Wallahu'alam)
Kemudian untuk
lebih memahami pergerakan relatif
dalam hubungan antara Rotasi
Bumi dan Terbit Tenggelamnya Matahari di Timur dan Barat
saya ajak saudara semua untuk
mengamati percobaan ini
Pergerakan Relatif
(Ujian ini pernah
terjadi dan saya ikut mengamati)
Pada suatu lintasan atau jalan
sebuah mobil berjalan ke
kiri dgn kecepatan 100 km/jam.
Diatas mobil tersebut ada alat
pelempar bola baseball
yg akan melempar bola ke kanan
dgn kecepatan lemparan 100 km/jam.
Di pinggir jalan, ada pengamat
yg duduk diam
mengamati pergerakan mobil dan
bola, ke arah kanan dan kirinya
(Anggaplah kita juga
duduk disana mengamati.)
Ketika mobil yg bergerak ke arah
kiri kita
sudah mencapai kecepatan tetap 100
km/jam
dan pada saat tepat didepan
tempat duduk kita,
bola baseball segera dilemparkan
ke arah kanan kita dgn kecepatan 100 km/jam,
Pertanyaan: Apa
yg terjadi dgn bola?
1. Jatuh bebas? atau
2. Bergerak kekanan 200 km/jam?
Tentu saja bagi kita yg duduk diam mengamati dipinggir
jalan
bola tersebut hanya jatuh bebas dari atas mobil
tepat dititik depan pengamatan
kita
tidak
bergerak kekanan atau kekiri
Lain
halnya dgn apa yg diamati oleh si supir mobil
menurut dia,
bola tersebut bergerak cepat 200 km/jam menjauhi mobil
Pertanyaan: Apakah keduanya
bertentangan?
Padahal ada dua data
pengamatan yg berlainan:
Kata pengamat diam, bolanya jatuh
bebas, tidak ke kiri tidak kekanan, alias
kecepatan 0 km/jam
Tapi kata
supir mobil, bolanya melesat cepat dgn kecepatan 200
km/jam menjauhi mobil
Pertanyaan saya kembali: Apakah
keduanya bertentangan?
Jawabnya:
Tidak!
Lantas dimana
pertentangannya?
dan kenapa harus kita
pertentangkan?
...
Demikian juga dgn terbitnya
Matahari dari Timur dan Tenggelamnya di Barat
tidak
bertentangan dgn Rotasi Bumi dari Barat ke
Timur
dan tentu saja,
sangat tidak bertentangan dgn Revolusi Bumi mengelilingi
Matahari
Wallahu'alam
...
Maka kembali saya
simpulkan
janganlah kita
benturkan
janganlah kita
pertentangkan
hal-hal yg memang
tidak bertentangan
antara Al Qur'an
dengan Science
Karena sudah sejak
awal pun, keduanya tidak bertentangan dalam
hal ini
yaitu Matahari
Terbit dari Timur dan Tenggelam di Barat,
dengan
planet bumi yg mengelilingi Matahari
Kecuali kalau memang sejak awal sudah
bertentangan
seperti
misal, Allah Ta'ala menyatakan "Bumi tidak
mengelilingi Matahari"
sedangkan
Science mengatakan "Bumi mengelilingi Matahari"
maka tentu
sebagai muslim, kita beriman kepada apa yg Allah firmankan,
dgn sebenar-benar Iman
...
Pertanyaan terakhir:
Lalu bagaimana dengan Fatwa
Fadhilatusy Syaikh Utsaimin rahimahullahu Ta'ala?
Saya menerima kebenaran
penjelasan beliau dari dalil2 syar'i tentang Terbitnya Matahari dari
Timur dan tenggelamnya di Barat
dan saya juga berharap agar saya
dapat, atau bahkan ahli-ahli Astronomi Muslim, bisa menjelaskan lebih
jauh lagi kepada beliau, rahimahullahu,
tentang bagaimana sebetulnya
(apa yg terjadi dgn) penelitian Science ttg karasteristik atau
sifat-sifat Bumi dan Matahari di Alam Semesta ini
Insya Allah, siapa pun juga
tidak akan menemukan pertentangan atas keduanya (dalil2 syar'i, dan
penemuan science yg benar)
Wallahu'alam bishawab
Semoga unek-unek saya ini bisa
membantu menjelaskan semuanya
Mohon maaf atas kelemahan ana
Wassalamu'alaykum warahmatullahi
wabarakatuh
HADIRILAH! SILATURAHMI AKBAR-3 ULAMA MADINAH NABAWIYAH & UMMAT, MASJID ISTIQLAL JAKARTA, AHAD 20 JUMADIL TSANI 1427H/16 JULI 2006M, JAM 09.00 WIB S/D DZUHUR, BERSAMA SYAIKH PROF ABDURROZAK BIN ABDUL MUHSIN AL'ABBAD, SYAIKH DR SULAIMAN BIN SALIIMULLAH AR-RUHAILY, ULAMA SEKALIGUS GURU BESAR UNIVERSITAS ISLAM MADINAH. INFO : 08121055616, 08121055891, 08567505496 Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|