assunnah  

Re: [assunnah] tanya tentang bermaafan di hari raya iedul firti

Kartika
Wed, 11 Oct 2006 02:34:23 -0700

Petunjuk dari Salaf tentang Ucapan Selamat Hari Raya
Penulis: Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari
Fiqh, 22 - November - 2003, 12:32:20

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang ucapan selamat pada hari raya
maka beliau menjawab [Majmu Al-Fatawa 24/253] : "Ucapan pada hari raya, di
mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat
Id : Taqabbalallahu minnaa wa minkum. (yang artinya) : Semoga Allah menerima
dari kami dan dari kalian" Wa ahaalallahu 'alaika.

Dan ucapan selainnya, ini telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat bahwa
mereka mengerjakannya. Dan para imam memberi rukhshah untuk melakukannya
seperti Imam Ahmad dan selainnya, akan tetapi Imam Ahmad berkata : Aku tidak
pernah memulainya mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila ada
orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya, karena menjawab
tahiyyah (ucapan selamat) hukumnya wajib. Adapun mendahuluinya, dengan
mengucapkan tahniah (ucapan selamat) bukanlah sunnah yang diperintahkan dan
tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan
siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu
a'lam.[Dicantumkan Al Jalal As Suyuthi menyebutkan dalam risalahnya " Wushul
Al Amani bi Ushul At Tahani" beberapa atsar yang berasal lebih darisatu
ulama Salaf, di dalamnya ada penyebutan ucapan selamat. Kitab itu dicetak
bersama ; Al Haari lil Fatawa 1/81-82, merujuklah padanya. Lihat pula al
Maudhu' fi Ma'rifatul Hadits al Maudhu' oleh Al 'Allamah 'Ali al Qaari (87)
dengan ta'liq muhaqiq atasnya]

Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[Fathul Bari 2/446] : "Dalam "Al Mahamiliyat"
dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata (yang artinya) :
Para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya,
maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa
minkum (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)".

Ibnu Qudamah dalam "Al-Mughni" (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad
berkata : "Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari
kalangan sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka bila kembali
dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain :
Taqabbalallahu minnaa wa minka.

Imam Ahmad menyatakan : "Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)" [Lihat Al
Jauharun Naqi 3/320. Berkata Suyuthi dalam 'Al-Hawi: (1/81) : Isnadnya
hasan]

Adapun ucapan selamat : (Kullu 'aamin wa antum bikhair) atau yang semisalnya
seperti yang banyak dilakukan manusia, maka ini tertolak tidak diterima,
bahkan termasuk perkara yang disinggung dalam firman Allah (yang artinya) :
"Apakah kalian ingin mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang
lebih baik.?"


On 10/10/06, Iqbal Biya Muhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
>
> mohon pencerahannya
> 1.Apakah yang dilakukan para sahabat pada saat iedul fitri
> 2.Apakah disyariatkan bermaafan di iedul fitri
>
> Jazakallahu khairan katsiiran
>
> Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [EMAIL PROTECTED] 
    [EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


  • Re: [assunnah] tanya tentang bermaafan di hari raya iedul firti Kartika