bali  

[bali] Bali Provinsi Koperasi Tahun 2012

CHPStar
Tue, 13 Dec 2011 20:15:59 -0800

Selasa, 29 Maret 2011TAHUN 2012 Bali ditargetkan sudah menjadi Provinsi 
Koperasi. Wacana ini kembali bergema dalam Simakrama Gubernur Bali, Sabtu 
(26/2) di Wantilan Candi Margarana, Tabanan. Ini bermula dari keluhan yang 
diungkapkan I Gede Made Wijayasa, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Ilmu 
Politik (STISIP) Margarana, bahwa ada satu koperasi yang bermasalah karena 
pengelolaannya tak transparan. Ada yang optimis. Tetapi, masih ada kendala 
untuk mewujudkan Bali sebagai Provinsi Koperasi. 
Pencanangan Bali sebagai Provinsi Koperasi oleh Gubernur Bali Made Mangku 
Pastika bergulir tahun 2009 dan ditargetkan tercapai tahun 2012. Namun, dengan 
adanya gerakan-gerakan koperasi saat ini, Kepala Dinas Koperasi  Usaha Kecil 
dan Menengah Provinsi Bali I Dewa Nyoman Patra, S.H., M.H. optimis tahun 2011 
predikat tersebut akan tercapai. Ini dilihat dari dokumen pendukungnya, 
terutama persyaratan yang paling prinsip adalah dari 9 kabupaten/kota di Bali, 
minimal 5 kabupaten sudah sebagai kabupaten penggerak koperasi. Bali sudah 
memiliki 7 kabupaten penggerak koperasi. Yang belum hanya Tabanan dan Bangli. 
Bahkan, Badung sejak tahun 2007 sudah sebagai kabupaten penggerak koperasi. 
Syarat kedua, koperasi aktif di provinsi minimal 75%. Bali sudah mencapai di 
atas 90%. Kendalanya ada pada syarat ketiga, yakni minimal 50% koperasi harus 
berkualitas. Bali hanya mencapai kualitas 45% saat dinilai tim surveyor 
independen dari pusat tahun 2009-2010. “Dari kendala itu, atas persetujuan 
gubernur dan DPRD Bali, tahun 2010-2011 kami melanjutkan melakukan 
pemeringkatan koperasi berkualitas. Total tambahan pemeringkatan tahun 2011 
diharapkan 563 koperasi. Dengan adanya tambahan 563 koperasi yang masuk 
pemeringkatan, koperasi yang masuk kategori berkualitas 2.322 atau 61,66%,” 
ujarnya. Nyoman Patra menambahkan, hal ini berkat antusiasme masyarakat lewat 
munculnya gerakan koperasi yang terus meningkat serta adanya keberpihakan 
pemerintah dengan fasilitas yang diberikan kepada koperasi seperti kredit tanpa 
agunan. 

Sebanyak 4.149 koperasi di Bali mampu mempekerjakan tak kurang dari 17 ribu 
orang. Melihat kondisi seperti ini, pertumbuhan dan kualitas koperasi harus 
ditingkatkan. Jika citra positif koperasi meningkat, akan tumbuh kepercayaan 
pada anggota dan masyarakat. Koperasi akan lebih meningkat lagi dan akan tumbuh 
terus sehingga mampu membuka lapangan kerja dan menyejahteraan anggota. “Dengan 
Bali sebagai Provinsi Koperasi, akan tumbuh citra positif, citra positif 
menumbuhkan kepercayaan, kepercayaan menumbuhkan fanatisme untuk memanfaatkan 
koperasi,” tegasnya.

Dewa Patra mengungkapkan ada tiga kendala pokok dalam koperasi yakni SDM, 
modal, dan pasar. Yang paling berkendala SDM. Ini disinyalir karena kebanyakan 
koperasi dikelola secara tradisional, belum memanfatkan administrasi yang 
profesional, masih mengedepankan sistem kekeluargaaan. “Jika ingin maju, mau 
tidak mau koperasi harus dikelola secara profesional,” ujarnya. Untuk itu, 
pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan kementerian, tiap tahun menyediakan 
dana pelatihan atau bintek (bimbingan teknis) kepada anggota  koperasi supaya 
bisa mengelola koperasi dengan profesional.

Terkait upaya menumbuhkan koperasi berkualitas, Dinas Koperasi Bali telah 
berkoordinasi dengan seluruh dinas yang menangani koperasi kabupaten/kota 
se-Bali bahwa ke depannya, sebelum mengeluarkan izin koperasi, mereka wajib 
menyerahkan satu orang tenaga/SDM untuk diberikan pelatihan/bintek. “SDM ini 
harus betul-betul sudah mendapatkan pendidikan koperasi dengan sertifikat. 
Setelah itu baru akan dikeluarkan izin koperasinya,” tegasnya. –ten 





Your cooperative planner for public and private partnerships 
Tjahjokartiko Gondokusumo
  • [bali] Bali Provinsi Koperasi Tahun 2012 CHPStar