balita-anda  

RE: [balita-anda] Re: Baby Smarts ?

Rina Sofiany
Fri, 03 Oct 2003 16:04:36 -0700

-----Original Message-----
From: Taufan Surana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, October 02, 2003 9:59 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [balita-anda] Re: Baby Smarts ?


Selamat Pagi/Siang netters milis BA,

Sudah bbrp lama saya tidak muncul di milis ini (dan milis yg lain) krn
kesibukan saya yg sedang dipuncaknya s.d. akhir Oktober ini, ditambah
lagi dg kehadiran anak ke-3 saya, Ahyaita Fuka Virgirana.


+ Selamat kepada pak Taufan atas kelahiran juniornya (omong-omong putra
or putri pak?)


Tapi saya agak KECEWA, krn ternyata isi artikelnya SAMA SEKALI TIDAK
menyinggung ttg metode Glenn Doman spt yg dikatakan Ibu Lilis. Artikel
tsb isinya ternyata mengcounter bukunya John Bruer yg berjudul "The Myth
of the First Three Years". Saya sendiri belum pernah membaca buku tsb.

+ Sebetulnya yg disinggung hanya usaha intensive yg dilakukan orang tua
sejak bayi notabene seperti yg dilakukan G. Doman.


Di artikel dari zerotothree.org itupun mengatakan :
"there is no doubt that the first three years of life are critical to
the growth of intelligence and to later success in adulthood. We know
from rigorous psychological and sociological research, and from
compelling clinical experience, that early childhood is a time when
infants and toddlers acquire many of the motivations and skills needed
to become productive, happy adults."


+ Yup, memang itulah yg tertulis, tetapi ada statement tentang OTAK
ANAK, seperti (saya copy-paste aja ya dan saya minta bantuan Pak Taufan
untuk mengoreksi)


The Myth of the First Three Years, by John Bruer, is an attempt to
redress some popular misconceptions about the importance to brain
development of a child's earliest experiences. 

Mengapa terjadi mis-konsepsi ? Karena :

 
his "Bridge Too Far" article provided an astute examination of the ways
in which recent findings in neuroscience have been blown out of
proportion and used to imply that we know how to increase the neural
connections in a child's brain and ultimately, the child's intelligence.
Take the so-called "Mozart  effect," for example, the notion that
playing classical music, especially Mozart, will boost a child's IQ. but
it has no clear foundation in science


Rupanya bukunya yg ditulis sebelumnya dimanfaatkan oleh orang-orang
untuk jualan CD Mozzart, padahal Bruer (penulis TMOTFTY) has no formal
training in either neuroscience or child development.


Menurut ZERO.. Ini Bruer : He also suggests that intervening in the
lives of very young children at risk for poor outcomes in school and
adulthood will have little or no effect.

Nah..di situ kan ada very young children, siapa lagi kalau bukan seorang
bayi....

ZERO..setuju bahwa : Bruer is right that science has just begun to sort
out how the trillions of nerve cells in a child's brain are organized
during the first three years of life to allow a child to learn to talk,
read, and reason.

Tetapi statement itu kemudian digunakan sebagai pembenaran untuk : the
first three years are a "critical period," defined as a window of
opportunity for laying down circuits in a child's brain or learning a
particular set of skills that closes irrevocably after a set amount of
time. 


Padahal sebetulnya : critical periods exist in children only for some
very basic capacities, such as vision, and to a lesser extent for
learning language. 


We agree with Bruer that a child's brain is not even close to being
completely wired when the third candle on the birthday cake has been
blown  out. In fact, brain research suggests the opposite conclusion:
Important parts of the brain are not fully developed until well past
puberty, and the brain, unlike any other organ, changes throughout life.
The human brain is capable of learning and laying down new circuitry
until old age. 

Nah..jadi belajar di usia tua-pun masih bisa karena bagian penting dari
otak justru belum sempurna saat masih anak-anak.

Nah...selama ini yg saya dengar adalah, betapa pentingnya masa 3 tahun
pertama, dan bila tidak dimanfaatkan maka akan hilang begitu saja.
Mungkin yg harus dilakukan selama 3 tahun pertama adalah :

1. Development of Trust
2. Development of Self-Control
3. The Source of Motivation

3 hal itulah yg pak Taufan kutip komentarnya, bahwa 3 tahun pertama itu
penting, yaitu penting untuk mengembangkan kehidupan pribadi dan
sosialnya.


Sedangkan selama ini belajar membaca, melihat dot crads,
flashcards,seolah-olah menjadi suatu trend yg diterima masyarakat dengan
keyakinan bahwa anaknya jadi pintar. Mungkin bisa saja anak bisa membaca
di awal kehidupannya, tetapi (seperti Pak Taufan tulis) tanpa
memperhatikan yg lain akhirnya memang bukannya semakin baik tapi semakin
buruk.


Begitu pak Taufan komentar saya. Terus terang saya juga merasa terjebak
dengan berbagai macam cara mambuat bayi cerdas (saya sudah beli bbrp
bukunya bahkan sejak Nadya belum lahir, hisk..jadi malu) entah dengan
bikin pola catur hitam-putih, bumper hitam-putih, dll dengan keyakinan
akan membuat Nadya menjadi bayi lain yg lebih baik dari saya dulu,
rupanya menurut Bruer, selama mainan dan apa yg dilakukan orang tua
untuk anak menyenangkan untuk dimainkan maka semuanya tidak rugi, tetapi
jangan mengharapkan ada perubahan menjadi cerdas dengan melakukan
hal-hal seperti itu.

Rina Sofiany - bundanya Nadya
http://rina.rustamaji.com
http://www.rustamaji.com


---------------------------------------------------------------------
>> Mau kirim bunga hari ini ? Klik, http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.com
>> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]