Rien
Sun, 12 Nov 2000 17:38:08 -0800
www.satumed.com Selasa, 18 Juli 2000 Anak-anak Tidak Memperoleh Cukup Zat Besi, Seng dan Vitamin E. Banyak anak yang mengalami kekurangan zat besi, seng dan vitamin E pada umur 1-2 tahun, sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya dan ancaman dari sejumlah penyakit. Menurut para peneliti yang mempelajari diet pada anak berusia 12-18 bulan di Amerika Serikat, kalori total meningkat secara tepat dan konsumsi nutrisi-nutrisi pokok tertentu seperti vitamin A, C, B, dan D serta kalsium masih berada diatas tingkat yang direkomendasikan. Namun konsumsi seng, dan vitamin E dirasa kurang memenuhi rekomendasi, dan konsumsi zat besi pada anak sangat kurang. Para peneliti meyakini bahwa hasil temuan ini menunjukkan pentingnya pedoman makanan bagi anak usia 1-2 tahun. Selama periode ini, makanan untuk orang dewasa mulai menggantikan ASI dan formula. Pedoman tersebut - para penulis menuliskannya dalam majalah Pediatrics edisi bulan Juli - harus menekankan pada makanan yang umumnya dikonsumsi seperti sereal, yang diketahui merupakan sumber zat besi dan vitamin E; daging yang merupakan sumber zat besi dan seng; dan produk-produk susu, yang juga mengandung seng. Dr. Mary Frances Picciano dan rekan-rekannya dari Pennsylvania State University di University Park menegaskan bahwa Kebutuhan akan gizi untuk pertumbuhan dan untuk sehari-harinya mengharuskan peralihan ke diet padat gizi, karena persentase (kalori) dari susu dan formula susu bubuk menurun dengan cepat. Seng merupakan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Seng juga membantu menjaga kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit-penyakit menular dan diare. Vitamin E, suatu vitamin antioksidan yang penting, telah dikaitkan dengan menurunnya tingkat penyakit. Konsumsi zat besi dalam jumlah yang cukup bisa mencegah anemia dan diperlukan untuk perkembangan gerak dan kognitif. Menurut para peneliti, efek kekurangan zat besi sejak usia dini mungkin tidak bisa diperbaiki. Vitamin E terdapat pada makanan yang banyak mengandung lemak seperti minyak. Picciano dan rekan-rekannya menuliskan bahwa penelitian mereka tidak menilai apakah orang tua secara sadar membatasi konsumsi lemak pada anak. Namun, mereka menegaskan bahwa temuan-temuan ini menunjukkan hasil survei terbaru pada tingkat nasional, yang menunjukkan bahwa kalangan orang tua di Amerika Serikat memberikan makanan rendah lemak pada anak-anaknya pada usia 2 tahun. -- O _/)(\_ |~ Salam, /~~\ o' |~ Rien. /_ _\ o' ^ ^ >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<< >> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED] Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]