bango-mania  

[bango-mania] Rijsttafel, alias Nasi Campur

radityo djadjoeri
Wed, 11 Jul 2007 08:25:50 -0700

  Radio Nederland Seksi Indonesia.
  http://www.ranesi.nl/zonapelajar/hiburan_zp/rijsttafel_zp060220

    Rijsttafel   Indonesia dikenal di Belanda lewat Rasa    Laura Muljadi 
  20-02-2006
   

      
  
  Amsterdam memang punya berjuta alasan untuk dicinta. Ibukota Kerajaan Belanda 
yang bentuk aslinya terlihat seperti cincin semi-sirkuler dengan persilangan 
yang indah antarkanal di lebih dari 400 jembatan ini ternyata telah merebut 
hati turis asing dunia. Amsterdam tidak akan pernah luput menjadi tempat 
persinggahan mereka yang datang ke Eropa.
   
  Kenangan Amsterdam
  
Jutaan kelibat memori di Amsterdam yang dapat ditangkap oleh indera para turis, 
yang kemudian terpatri dalam otak mereka. Ada yang mengungkapkan bahwa mereka 
tidak akan pernah lupa akan kanalnya yang indah, museumnya yang bernilai seni 
tinggi, bakaran marijuana yang tak pernah mereka rasakan sebelumnya di negara 
asalnya, atau pemandangan yang aduhai di daerah lampu merahnya (red light 
district). Hal tersebut mungkin sudah biasa menghembus telinga kita, namun ada 
satu hal yang ternyata juga kenangan istimewa bagi para turis tersebut - 
kenangan indera pengecap akan cita rasa masakan Indonesia yang tiada 
tandingnya. 
  James Martin, menulis dalam artikelnya Europe for Visitors: Amsterdam 
Essentials-Travel Information, untuk salah satu situs informatif internasional, 
bahwa para turis yang berkunjung ke Amsterdam ‘harus’ mencoba 
Rijsttafel Indonesia, hasil dari eksploitasi kolonial Belanda.
   
  Apa sebenarnya Rijsttafel itu?
  
Rijsttafel adalah satu set menu lengkap dimulai dari sup atau soto dengan 
kerupuk dan sambal, sebagai pembuka, lalu setelah itu terhidang nasi, bisa itu 
nasi goreng, putih atau kuning, dikombinasikan dengan daging sapi, ikan, ayam, 
sayur, babi, acar, telur, kacang, serundeng, kecap dan saus, dan ditutup dengan 
penutup khas Indonesia, seperti es cendol, es puter, kue lapis, pisang goreng, 
es buah segar atau lainnya.
  Pendeknya, Rijsttafel adalah Bahasa Belanda, yang bisa diartikan secara 
harafiah dalam Bahasa Indonesia sebagai hidangan meja, atau meminjam istilah 
yang dulu sempat terkenal di Indonesia, "Makan Besar".
   
  Rijsttafel Dalam Sejarah
  
Rijsttafel kini menjamur dalam menu restoran-restoran Indonesia dan Cina di 
Belanda. Lewat wawancara dengan Ibu Sri, salah satu pengelola Restoran 
Indonesia di Amsterdam, didapat informasi bahwa memang Rijsttafel berkembang 
pada zaman kolonial Belanda. Kisahnya, dahulu, pada abad ke-18 dan 19, saat 
makan, orang Belanda ingin beramai-ramai; semuanya harus lengkap langsung 
tersedia di meja. Banyak orang, banyak lauk dan banyak pauk juga.

  Ini sudah menjadi kebiasaan.  Setelah perang usai banyak imigran dari 
Indonesia yang menetap di Belanda melihat peluang bisnis dari kebiasaan 
masyarakat Belanda dalam cara makan ini. Lalu timbulah banyak restoran 
Indonesia yang memiliki menu rijsttafel.  
  Rijsttafel, kebanggaan Restoran Indonesia
Masing-masing restoran memang mempunyai kombinasi yang berbeda-beda. Tetapi 
biasanya makanan yang dihidangkan punya beragam rasa, seperti manis, asin, asam 
dan pedas. Alasannya, kalai dahulu  alasaanya seperti yang  diungkapkan di 
atas, karena budaya makan masyarakat Belanda. Namun kini, banyak restoran punya 
alasan lain. Selain alasan finansial, karena memberi keuntungan yang besar, 
juga karena masakan Indonesia memang kaya rasa. Rijsttafel adalah cerminan 
untuk dunia tentang kekayaan masakan Indonesia yang tak terkalahkan itu.
   
  Karena rijsttafel menawarkan banyak pilihan makanan, maka harganya sedikit 
lebih tinggi dari hidangan pada umumnya. Di Amsterdam, kisarannya  18–50 
euro atau sekitar Rp.190,000-550,000. Memang tidak bisa dibilang murah. Tetapi 
para turis dan banyak orang Belanda tetap memilih untuk memesan menu 
rijsttafel. Mereka berpendapat bahwa menikmati makanan dalam menu rijsttafel 
dengan minuman teh asli Indonesia, atau bir ala Belanda, seperti menikmati seni 
lewat indera pengecap, pendegar, pencium dan pengelihatan.
   
  Bermacam-macam hidangan dari soto ayam,sampai rendang, cabe buncis, sayur 
lodeh, dan lainnya sebagai hidangan utama dan ditutup dengan pisang goreng atau 
es cendol. Semua itu disajikan dengan sangat cantik oleh banyak restoran 
tersebut di atas piring-piring dengan bentuk beragam dan hiasan segar 
warna-warni. Namanya yang beragam juga menggelitik telinga mereka, seperti 
contohnya, Rijsttafel Setan (karena hampir semua hidangannya sangat pedas), 
atau Indonesian Music Rijsttafel (karena dekorasi hidangannya seperti tangga 
lagu, dengan not-not dari terung dan buah zaitun), atau Wadjan Koening 
Rijsttafel (karena semua makanan yang disajikan pake kunyit dan berwarna 
kuning).
   
  Daftar Restoran Indonesia di Belanda
  
Di bawah ini ada daftar sejumlah Restoran Indonesia di Amsterdam yang sering 
dikunjungi turis UNTUK Rijsttafel-nya dan punya rating tinggi dalam beberapa 
situs internet yang menyediakan informasi untuk para turis yang ingin 
berkunjung ke Belanda 
   
  (www.iExplore.com; www.igougo.com; www.wordtravels.com; 
http://travel.yahoo.com; www.restaurants.com)
    
   Srikandi Indonesian Restaurant             :20-30 euro    
   Sarang Mas Indonesian Restaurant        :15-25 euro    
   Puspita Indonesian Restaurant              :15-25 euro   
   Purimas Indonesian Restaurant              :18-38 euro    
   Kantjil en de Tijger Restaurant               :35 ++ euro   
   Indrapura Indonesian Restaurant            :28-48 euro    
   Selecta Indonesian Restaurant               :20-30 euro   
   Bojo Indonesian Restaurant                   :15-25 euro   
   Sama Sebo Restaurant                         :27 ++ euro   
   Aneka Rasa Indonesian Restaurant          :20-30 euro
  Penutup
  
Rijsttafel memang komplit dalam segala segi. Tidak heran, pengalaman mencoba 
masakan Indonesia lewat Rijsttafel-nya adalah pengalaman tak terlupakan bagi 
banyak turis. Hasilnya, banyak turis asing yang lebih mengenal Indonesia dan 
tertarik untuk mengetahui segi lain, di samping politik, ekonomi, bencana, dan 
laiinya yang kerap kali mendera negri tercinta. Di Belanda, Indonesia dikenal 
dunia lewat rasanya.




       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!
  • [bango-mania] Rijsttafel, alias Nasi Campur radityo djadjoeri