Adi Indrayanto
Mon, 20 Jul 2009 20:43:55 -0700
Kalau sofware open source bagaimana model penjualannya mas? One time? Maintenance? Di kemas dalam produk lain? salam, -ai- 2009/7/21 adi irianto <adiiria...@gmail.com>: > Dear all, > Saat ini saya sedang giat2nya menjembatani penjualan Software ke Network > yang saya miliki... > Ada yang minat hub.i saya. > Tks. > > ----- Original Message ----- From: "Adi Indrayanto" <adis...@gmail.com> > To: <igos-kerjas...@yahoogroups.com> > Cc: "Bandung High Tech Valley" <bhtv@paume.itb.ac.id> > Sent: Tuesday, July 21, 2009 10:28 AM > Subject: Re: [igos-kerjasama] Kenapa Project Pengadaan Software masih belum > Open Source juga ? > > >> Jawabnya sederhana sebenarnya, money ;-) >> >> Menjual software open source itu bisa dianggap hanya sekali, sisanya >> orang lain yg akan menjualnya. Ini tidak memberikan "insentif" menarik >> bagi pengembang. Maunya pengembang closed source agar terjadi >> "ketergantungan" customer dgn poduser. Saya kira, ini karakter dasar >> dari bisnis software yg masih berlaku dan masih sulit dirubah. >> >> Mustinya, kalau Pemda itu berpikiran hemat dan taktis, pasti akan >> pilih open source karena akan mengurangi ketergantungan dari vendor >> tertentu. Tapi, mungkin justru adanya ketergantungan ini maka bisa >> terjadi "inside trading" ;-) Oknum pemda dgn oknum vendor yg >> menentukan produknya yg mau diadakan ;-) >> >> Konon katanya sudah ada SK PAN yg menyatakan bahwa seluruh Departemen >> Pemerintah Pusat dan Daerah by the end of 2011 wajib mengadakan >> kebutuhan software yg open source. Hanya, mekanisme implementasinya >> seperti apa, lha ini yg masih belum jelas. >> >> Yg paling "relatif mudah" kalau SK PAN tsb. utk pengadaan open source >> diimplementasi dalam bentuk TOR atau SK pengadaan. Jadi open source >> sebagai prasyarat spesifikasi. Tapi apakah ini nanti bisa terbebas >> dari protes WTO? Lha itu perlu dipelajari. Sementara, pengadaannya >> tetap sama mengikuti lelang/tender yg ada, dimana Open Source tetap >> dianggap sama dgn pengadaan Proprietary Software. >> >> salam, >> >> -ai- >> >> >> >> 2009/7/20 Lurah <kang.lu...@gmail.com>: >>> >>> >>> Yth Semua, >>> >>> Saat ini banyak Pemda yang sedang gencar melakukan lelang pengadaan >>> berbagai >>> macam software untuk keperluan mereka. Kalau diperhatikan umum nya semua >>> lelang ini adalah pemborosan uang negara yang lumayan besar. >>> Masing-masing >>> Pemda baik itu di tingkat Propinsi, Kabupaten, Kecamatan, atau Desa >>> (sudah >>> ada belum ya desa yang mengadakan tender software .... hehehehe......) >>> bikin >>> software sendiri-sendiri dan sebagian besar pemenang nya adalah software >>> yang masih closed source. Nggak kalah dengan Pemda, instansi pemerintah >>> yang >>> lain juga demikian. >>> >>> Yang sangat memprihatinkan adalah kadang masalah yang sama ditender kan >>> berkali-kali dan software nya dibikin berkali-kali karena masih closed >>> source. Yang sudah berhasil bikin satu software yang bagus untuk satu >>> masalah tidak mau memberikan software yang sama untuk Pemda yang lain >>> karena >>> nggak diajak tender misal nya. >>> >>> Kenapa kok tidak dipikirkan suatu mekanisme untuk mengatur sedemikian >>> rupa >>> sehingga tender software itu untuk Pemda atau instansi Pemerintah lain >>> nya >>> harus Open Source dan harus hosting misal nya di "sourceforge" sehingga >>> software itu bisa dipake oleh Pemda yang lain, bisa diperbaiki oleh >>> kontribusi komunitas, dan yang lebih penting lagi bisa diaudit oleh siapa >>> saja isi dan kelayakan software dibandingkan dengan harga nya. >>> >>> Walaupun mungkin pada awal nya tetap ada arogansi dari Pemda yang kaya >>> untuk >>> tetep mengadakan tender software untuk masalah yang sama dengan pola >>> seperti >>> ini tetep masih jauh lebih baik daripada pola software yang closed >>> source, >>> karena komunitas nanti dapat menilai apakah Pemda yang arogan ini >>> mengadakan >>> tender hanya sekedar untuk menghamburkan uang atau mampu menghasilkan >>> alternatif software yang lebih baik untuk masaah yang sama. Dengan >>> demikian >>> Pemda yang lain dapat memanfaatkan semaksimal mungkin software-software >>> yang >>> sudah ada karena tidak perlu harus setiap kali melakukan tender dan pihak >>> software house yang memenangkan tender itu tidak bikin software ala kadar >>> nya karena apa yang dia buat dapat dinilai oleh semua pihak. >>> >>> Belum lagi kalau kita pikirkan kemungkinan software-software itu >>> dieksplorasi lebih lanjut dan lebih jauh oleh para mahasiswa kita atau >>> komunitas Open Source lainnya. Bukan tidak mungkin software itu >>> berkembang >>> terus menjadi lebih baik dari hari ke hari. >>> >>> Satu hal lagi adalah terbuka nya peluang interoperabilitas antar software >>> untuk direalisasikan. Sekarang ini seringkali terjadi hal-hal yang >>> konyol. >>> Satu pemda membuat satu software untuk satu keperluan dan membuat satu >>> software lagi untuk keperluan yang lain. Padahal kalau diperiksa basis >>> data >>> nya sebagian besar sama, tapi ketika software tersebut akan >>> diinteroperabilitikan yang terjadi adalah project membuat lagi software >>> yang >>> ketiga yang lain lagi cerita nya. Hal ini akibat dari closed soruce tadi, >>> pemenang tender tidak membuka struktur data nya sehingga tidak mungkin >>> dibuat interface yang mampu menghubungkan satu software ke software lain >>> kecuali membuat nya lagi. Sampai kapan project software di Pemda dan >>> Instansi Pemerintah ini akan terus berjalan seperti ini ? >>> >>> Dengan pola seperti ini cita-cita untuk mewujudkan single national >>> identity >>> sampai kapan pun mungkin nggak akan pernah terjadi, atau kalau jadi pun >>> harus menguras dana yang luar biasa banyak nya akibat inefisensi seperti >>> ini. >>> >>> Barangkali komunitas kita ini dapat berbuat sesuatu untuk dititipkan >>> kepada >>> kabinet y.a.d untuk memperbaiki sistem tender software yang ada sekarang >>> ? >>> >>> >>> Sent from my HuckleBerry dumbphone from Sinyal Nggedabrus SML, >>> Ngelantuu..uu.urrr Terusssss.......! >>> __._,_.___ >>> Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic >>> Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar >>> MARKETPLACE >>> Mom Power: Discover the community of moms doing more for their families, >>> for >>> the world and for each other >>> Change settings via the Web (Yahoo! ID required) >>> Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch >>> format >>> to Traditional >>> Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe >>> Recent Activity >>> >>> Visit Your Group >>> New business? >>> >>> Get new customers. >>> >>> List your web site >>> >>> in Yahoo! Search. >>> >>> Yahoo! Groups >>> >>> Small Business Group >>> >>> Ask questions, >>> >>> share experiences >>> >>> Yahoo! Groups >>> >>> Mom Power >>> >>> Just for moms >>> >>> Join the discussion >>> >>> . >>> __,_._,___ >> >> -- >> Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id >> Subject: unsubscribe >> > > -- > Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id > Subject: unsubscribe > > -- Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id Subject: unsubscribe