bhtv  

Re: [igos-kerjasama] Kenapa Project Pengadaan Software masih belum Open Source juga ?

adi irianto
Mon, 20 Jul 2009 20:51:41 -0700

yang lagi ngetrend adalah bundling..monthly payment..
jadi nggak perlu Capex..dibuat Opex..
Kita garap yuk..
Tks


----- Original Message ----- From: "Adi Indrayanto" <adis...@gmail.com>
To: <bhtv@paume.itb.ac.id>
Sent: Tuesday, July 21, 2009 10:43 AM
Subject: Re: [igos-kerjasama] Kenapa Project Pengadaan Software masih belum Open Source juga ?


Kalau sofware open source bagaimana model penjualannya mas?  One time?
Maintenance? Di kemas dalam produk lain?


salam,

-ai-


2009/7/21 adi irianto <adiiria...@gmail.com>:
Dear all,
Saat ini saya sedang giat2nya menjembatani penjualan Software ke Network
yang saya miliki...
Ada yang minat hub.i saya.
Tks.

----- Original Message ----- From: "Adi Indrayanto" <adis...@gmail.com>
To: <igos-kerjas...@yahoogroups.com>
Cc: "Bandung High Tech Valley" <bhtv@paume.itb.ac.id>
Sent: Tuesday, July 21, 2009 10:28 AM
Subject: Re: [igos-kerjasama] Kenapa Project Pengadaan Software masih belum
Open Source juga ?


Jawabnya sederhana sebenarnya, money ;-)

Menjual software open source itu bisa dianggap hanya sekali, sisanya
orang lain yg akan menjualnya. Ini tidak memberikan "insentif" menarik
bagi pengembang. Maunya pengembang closed source agar terjadi
"ketergantungan" customer dgn poduser. Saya kira, ini karakter dasar
dari bisnis software yg masih berlaku dan masih sulit dirubah.

Mustinya, kalau Pemda itu berpikiran hemat dan taktis, pasti akan
pilih open source karena akan mengurangi ketergantungan dari vendor
tertentu. Tapi, mungkin justru adanya ketergantungan ini maka bisa
terjadi "inside trading" ;-) Oknum pemda dgn oknum vendor yg
menentukan produknya yg mau diadakan ;-)

Konon katanya sudah ada SK PAN yg menyatakan bahwa seluruh Departemen
Pemerintah Pusat dan Daerah by the end of 2011 wajib mengadakan
kebutuhan software yg open source. Hanya, mekanisme implementasinya
seperti apa, lha ini yg masih belum jelas.

Yg paling "relatif mudah" kalau SK PAN tsb. utk pengadaan open source
diimplementasi dalam bentuk TOR atau SK pengadaan. Jadi open source
sebagai prasyarat spesifikasi. Tapi apakah ini nanti bisa terbebas
dari protes WTO? Lha itu perlu dipelajari. Sementara, pengadaannya
tetap sama mengikuti lelang/tender yg ada, dimana Open Source tetap
dianggap sama dgn pengadaan Proprietary Software.

salam,

-ai-



2009/7/20 Lurah <kang.lu...@gmail.com>:


Yth Semua,

Saat ini banyak Pemda yang sedang gencar melakukan lelang pengadaan
berbagai
macam software untuk keperluan mereka. Kalau diperhatikan umum nya semua
lelang ini adalah pemborosan uang negara yang lumayan besar.
Masing-masing
Pemda baik itu di tingkat Propinsi, Kabupaten, Kecamatan, atau Desa
(sudah
ada belum ya desa yang mengadakan tender software .... hehehehe......)
bikin
software sendiri-sendiri dan sebagian besar pemenang nya adalah software
yang masih closed source. Nggak kalah dengan Pemda, instansi pemerintah
yang
lain juga demikian.

Yang sangat memprihatinkan adalah kadang masalah yang sama ditender kan
berkali-kali dan software nya dibikin berkali-kali karena masih closed
source. Yang sudah berhasil bikin satu software yang bagus untuk satu
masalah tidak mau memberikan software yang sama untuk Pemda yang lain
karena
nggak diajak tender misal nya.

Kenapa kok tidak dipikirkan suatu mekanisme untuk mengatur sedemikian
rupa
sehingga tender software itu untuk Pemda atau instansi Pemerintah lain
nya
harus Open Source dan harus hosting misal nya di "sourceforge" sehingga
software itu bisa dipake oleh Pemda yang lain, bisa diperbaiki oleh
kontribusi komunitas, dan yang lebih penting lagi bisa diaudit oleh siapa
saja isi dan kelayakan software dibandingkan dengan harga nya.

Walaupun mungkin pada awal nya tetap ada arogansi dari Pemda yang kaya
untuk
tetep mengadakan tender software untuk masalah yang sama dengan pola
seperti
ini tetep masih jauh lebih baik daripada pola software yang closed
source,
karena komunitas nanti dapat menilai apakah Pemda yang arogan ini
mengadakan
tender hanya sekedar untuk menghamburkan uang atau mampu menghasilkan
alternatif software yang lebih baik untuk masaah yang sama. Dengan
demikian
Pemda yang lain dapat memanfaatkan semaksimal mungkin software-software
yang
sudah ada karena tidak perlu harus setiap kali melakukan tender dan pihak software house yang memenangkan tender itu tidak bikin software ala kadar
nya karena apa yang dia buat dapat dinilai oleh semua pihak.

Belum lagi kalau kita pikirkan kemungkinan software-software itu
dieksplorasi lebih lanjut dan lebih jauh oleh para mahasiswa kita atau
komunitas Open Source lainnya. Bukan tidak mungkin software itu
berkembang
terus menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Satu hal lagi adalah terbuka nya peluang interoperabilitas antar software
untuk direalisasikan. Sekarang ini seringkali terjadi hal-hal yang
konyol.
Satu pemda membuat satu software untuk satu keperluan dan membuat satu
software lagi untuk keperluan yang lain. Padahal kalau diperiksa basis
data
nya sebagian besar sama, tapi ketika software tersebut akan
diinteroperabilitikan yang terjadi adalah project membuat lagi software
yang
ketiga yang lain lagi cerita nya. Hal ini akibat dari closed soruce tadi,
pemenang tender tidak membuka struktur data nya sehingga tidak mungkin
dibuat interface yang mampu menghubungkan satu software ke software lain
kecuali membuat nya lagi. Sampai kapan project software di Pemda dan
Instansi Pemerintah ini akan terus berjalan seperti ini ?

Dengan pola seperti ini cita-cita untuk mewujudkan single national
identity
sampai kapan pun mungkin nggak akan pernah terjadi, atau kalau jadi pun
harus menguras dana yang luar biasa banyak nya akibat inefisensi seperti
ini.

Barangkali komunitas kita ini dapat berbuat sesuatu untuk dititipkan
kepada
kabinet y.a.d untuk memperbaiki sistem tender software yang ada sekarang
?


Sent from my HuckleBerry dumbphone from Sinyal Nggedabrus SML,
Ngelantuu..uu.urrr Terusssss.......!
__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
MARKETPLACE
Mom Power: Discover the community of moms doing more for their families,
for
the world and for each other
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch
format
to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Recent Activity

Visit Your Group
New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Groups

Small Business Group

Ask questions,

share experiences

Yahoo! Groups

Mom Power

Just for moms

Join the discussion

.
__,_._,___

--
Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id
Subject: unsubscribe


--
Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id
Subject: unsubscribe



--
Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id
Subject: unsubscribe

--
Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id
Subject: unsubscribe