bhtv  

Re: [igos-kerjasama] Kenapa Project Pengadaan Software masih belum Open Source juga ?

Adi Indrayanto
Mon, 20 Jul 2009 23:02:05 -0700

Menarik ... . Itu mekanismenya penunjukkan, tender "kenal", atau tender resmi?

Dgn open source, kan tidak ada jaminan proyek berikutnya jatuh ke
vendor yg sama kan? Betul?  Menguntungkan bagi customer tapi mungkin
merugikan bagi produsen?

BTW, mengenai ketakutan melanggar aturan, itu yg seperti apa?  Kalau
aturan yg ada menghambat, bisa kita usulkan untuk dirubah atau
diperbaiki.  Bisa cerita aturan yg mana?

salam,

-ai-


2009/7/21 Aries Setiabudi <aries_setiab...@yahoo.com>:
> Salam,
>
> Kebetulan dari tahun 2000, saya & tim sudah terlibat dalam pengembangan
> beberapa software di beberapa PEMDA.
>
> Konsep yang kami usung dari awal adalah OSS yang tentu saja seluruh
> dokumentasi & source code aplikasi softwarenya kami serahkan kepada klien
> (PEMDA).
>
> Alhamdulillah.. hampir semuanya running-well & difungsikan dengan semestinya
> oleh end-user.
>
> Data sering di-update dan terpelihara cukup baik.
>
> Anehnya, konsep OSS yang kami tawarkan ternyata nggak bikin klien2
> mengembangkan sendiri tapi malah memanggil kami lagi untuk sekedar
> maintenance atau expand dari sistem yang sudah dibangun.
>
> Bahkan karena seringnya berubah aturan, apakah itu PP, Keppres, dsb..
> akhirnya aplikasi2 itu terpaksa harus di-reengineering.
>
> Mengenai konsep kerjasama antar PEMDA sudah pernah saya diskusikan.
>
> Ternyata alasan mereka adalah ketakutan "melanggar" aturan dan ketatnya
> birokrasi.
>
> IMHO.. mohon maaf jika kurang berkenan
>
> - Setiabudi a.k.a Buya'e Rania -
>
> =================================================
> Links:
> http://www.setiabudi.name/ | http://www.solusirumahsakit.com/ |
> http://www.awakami.co.id/
>
> Mobile Phone : +62 813 9511 9000
> =================================================
>
> --- On Tue, 21/7/09, Adi Indrayanto <adis...@gmail.com> wrote:
>
> From: Adi Indrayanto <adis...@gmail.com>
> Subject: Re: [igos-kerjasama] Kenapa Project Pengadaan Software masih belum
> Open Source juga ?
> To: igos-kerjas...@yahoogroups.com
> Cc: "Bandung High Tech Valley" <bhtv@paume.itb.ac.id>
> Date: Tuesday, 21 July, 2009, 10:28 AM
>
> Jawabnya sederhana sebenarnya, money ;-)
>
> Menjual software open source itu bisa dianggap hanya sekali, sisanya
> orang lain yg akan menjualnya. Ini tidak memberikan "insentif" menarik
> bagi pengembang. Maunya pengembang closed source agar terjadi
> "ketergantungan" customer dgn poduser.  Saya kira, ini karakter dasar
> dari bisnis software yg masih berlaku dan masih sulit dirubah.
>
> Mustinya, kalau Pemda itu berpikiran hemat dan taktis, pasti akan
> pilih open source karena akan mengurangi ketergantungan dari vendor
> tertentu. Tapi, mungkin justru adanya ketergantungan ini maka bisa
> terjadi "inside trading" ;-)  Oknum pemda dgn oknum vendor yg
> menentukan produknya yg mau diadakan ;-)
>
> Konon katanya sudah ada SK PAN yg menyatakan bahwa seluruh Departemen
> Pemerintah Pusat dan Daerah  by the end of 2011 wajib mengadakan
> kebutuhan software yg open source. Hanya, mekanisme implementasinya
> seperti apa, lha ini yg masih belum jelas.
>
> Yg paling "relatif mudah" kalau SK PAN tsb. utk pengadaan open source
> diimplementasi dalam bentuk TOR atau SK pengadaan. Jadi open source
> sebagai prasyarat spesifikasi. Tapi apakah ini nanti bisa terbebas
> dari protes WTO?  Lha itu perlu dipelajari.  Sementara, pengadaannya
> tetap sama mengikuti lelang/tender yg ada, dimana Open Source tetap
> dianggap sama dgn pengadaan Proprietary Software.
>
> salam,
>
> -ai-
>
>
>
> 2009/7/20 Lurah <kang.lu...@gmail.com>:
>>
>>
>> Yth Semua,
>>
>> Saat ini banyak Pemda yang sedang gencar melakukan lelang pengadaan
>> berbagai
>> macam software untuk keperluan mereka. Kalau diperhatikan umum nya semua
>> lelang ini adalah pemborosan uang negara yang lumayan besar. Masing-masing
>> Pemda baik itu di tingkat Propinsi, Kabupaten, Kecamatan, atau Desa (sudah
>> ada belum ya desa yang mengadakan tender software .... hehehehe......)
>> bikin
>> software sendiri-sendiri dan sebagian besar pemenang nya adalah software
>> yang masih closed source. Nggak kalah dengan Pemda, instansi pemerintah
>> yang
>> lain juga demikian.
>>
>> Yang sangat memprihatinkan adalah kadang masalah yang sama ditender kan
>> berkali-kali dan software nya dibikin berkali-kali karena masih closed
>> source. Yang sudah berhasil bikin satu software yang bagus untuk satu
>> masalah tidak mau memberikan software yang sama untuk Pemda yang lain
>> karena
>> nggak diajak tender misal nya.
>>
>> Kenapa kok tidak dipikirkan suatu mekanisme untuk mengatur sedemikian rupa
>> sehingga tender software itu untuk Pemda atau instansi Pemerintah lain nya
>> harus Open Source dan harus hosting misal nya di "sourceforge" sehingga
>> software itu bisa dipake oleh Pemda yang lain, bisa diperbaiki oleh
>> kontribusi komunitas, dan yang lebih penting lagi bisa diaudit oleh siapa
>> saja isi dan kelayakan software dibandingkan dengan harga nya.
>>
>> Walaupun mungkin pada awal nya tetap ada arogansi dari Pemda yang kaya
>> untuk
>> tetep mengadakan tender software untuk masalah yang sama dengan pola
>> seperti
>> ini tetep masih jauh lebih baik daripada pola software yang closed source,
>> karena komunitas nanti dapat menilai apakah Pemda yang arogan ini
>> mengadakan
>> tender hanya sekedar untuk menghamburkan uang atau mampu menghasilkan
>> alternatif software yang lebih baik untuk masaah yang sama. Dengan
>> demikian
>> Pemda yang lain dapat memanfaatkan semaksimal mungkin software-software
>> yang
>> sudah ada karena tidak perlu harus setiap kali melakukan tender dan pihak
>> software house yang memenangkan tender itu tidak bikin software ala kadar
>> nya karena apa yang dia buat dapat dinilai oleh semua pihak.
>>
>> Belum lagi kalau kita pikirkan kemungkinan software-software itu
>> dieksplorasi lebih lanjut dan lebih jauh oleh para mahasiswa kita atau
>> komunitas Open Source lainnya. Bukan tidak mungkin software itu berkembang
>> terus menjadi lebih baik dari hari ke hari.
>>
>> Satu hal lagi adalah terbuka nya peluang interoperabilitas antar software
>> untuk direalisasikan. Sekarang ini seringkali terjadi hal-hal yang konyol.
>> Satu pemda membuat satu software untuk satu keperluan dan membuat satu
>> software lagi untuk keperluan yang lain. Padahal kalau diperiksa basis
>> data
>> nya sebagian besar sama, tapi ketika software tersebut akan
>> diinteroperabilitikan yang terjadi adalah project membuat lagi software
>> yang
>> ketiga yang lain lagi cerita nya. Hal ini akibat dari closed soruce tadi,
>> pemenang tender tidak membuka struktur data nya sehingga tidak mungkin
>> dibuat interface yang mampu menghubungkan satu software ke software lain
>> kecuali membuat nya lagi. Sampai kapan project software di Pemda dan
>> Instansi Pemerintah ini akan terus berjalan seperti ini ?
>>
>> Dengan pola seperti ini cita-cita untuk mewujudkan single national
>> identity
>> sampai kapan pun mungkin nggak akan pernah terjadi, atau kalau jadi pun
>> harus menguras dana yang luar biasa banyak nya akibat inefisensi seperti
>> ini.
>>
>> Barangkali komunitas kita ini dapat berbuat sesuatu untuk dititipkan
>> kepada
>> kabinet y.a.d untuk memperbaiki sistem tender software yang ada sekarang ?
>>
>>
>> Sent from my HuckleBerry dumbphone from Sinyal Nggedabrus SML,
>> Ngelantuu..uu.urrr Terusssss.......!
>> __._,_.___
>> Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
>> Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
>> MARKETPLACE
>> Mom Power: Discover the community of moms doing more for their families,
>> for
>> the world and for each other
>> Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
>> Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format
>> to Traditional
>> Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
>> Recent Activity
>>
>> Visit Your Group
>> New business?
>>
>> Get new customers.
>>
>> List your web site
>>
>> in Yahoo! Search.
>>
>> Yahoo! Groups
>>
>> Small Business Group
>>
>> Ask questions,
>>
>> share experiences
>>
>> Yahoo! Groups
>>
>> Mom Power
>>
>> Just for moms
>>
>> Join the discussion
>>
>> .
>> __,_._,___
>
> --
> Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id
> Subject: unsubscribe
>
>
> ________________________________
> New Email names for you!
> Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
> Hurry before someone else does!

--
Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id
Subject: unsubscribe