Lurah
Tue, 21 Jul 2009 23:56:39 -0700
-------- Forwarded Message -------- From: Jörg Sauer <sa...@programmatic.de> To: lu...@kelurahan.com <lu...@kelurahan.com> Subject: Re: [bhtv] Kenapa Project Pengadaan Software masih belum Open Source juga ? Date: Tue, 21 Jul 2009 22:09:09 +0200 Salam sekalian, Menarik sekalian diskusinya. Sampai tahun Yang Kali saya bekerja seperti tenaga asli di berberapa proyek dari semacam-macam institusi pemerintah. (sekitar 5 tahun) Waktu itu Kamin selalu mencoba memakai oss. Sering dengan sukses dan sering dengan kesulitan yang cukup besar. Hal utama yang sulit adalah pengetahuan aplikasi! Memang semua kenal aplikasi dari M$ dan karena ada budaya bacakan para aplikasi pertangungjawab tidak langsung lihat soal harga lisensi. Kemudian kepercayaan kepada aplikasi yang bebas atau belum terkenal adalah kecil. Terus memang lebih "kren" naik camri daripada kijang, maksudnya jika semua beli software yang closed source atau khusus dibikin untuk institusinya lebih kren lagi. Dalam hal ini kita harus ubah pikiran dulu! Terus memang ada software yang berbasis oss yang bagus sekali. Kita harus coba dipakai dalam berberapa proyek yang bisa berfungsi seperti light house prokect. Biar kita bisa tunjuk itu berfungsi degan baik, lebih hemat dan ROI bisa diterima dengan cepat. (cuman sering di macam-macam institusinya pemerinta belum ada orang yang berpokir tentang ROI. dana ada => harus dipkai => hasil kurang penting) Tetapi dari pengalaman saya masalah beasr yang menghindari pemakaian oss adalah kekurangan kemampuan dari para administrator atau staff ti. Jika kita beli software dari M$ contohnya bisa diintegradikan dengan mudah - ad, file server, exchange , sql server, office, sharpoint dll. - jika kita coba dengan oss - open ldap, kerberos, samba, mysql, postgres, open office, alfresco dll. - aduh! Pengalaman harus tinggi sekali, klik klik saja tidak mungkin. Dan itu bisnis untuk oss! Integrasikan semua aplikasi biar berfungsi dengan baik/lancar dan sesuai kebutuhan pelangan. kemudian karena oss kita bisa ubah atau tambah fitur yang khusus pelangan kita. Saat ini saya di jerman lagi dan krisis fiskal disini keras sekali, karena itu banyak perusahaan dan pemko/pemda sedang ingin pindah ke oss untuk memotong biaya lisensi. Konsultan dan perusahaan oss sedang berbisnis dengan baik. OSS bukan tentang penjualan lisensi tetapi tentang bisnis berbasis konsultasi dan integrasikan. Dalam dari Jerman Jörg -- Jörg Sauer Ostring 13a 85591 Vaterstetten (München) Deutschland Tel: +49(0)89-41856977 Mobil: +49(0)177-7004508 Skype: joerg-sauer USt.-ID: Am 20.07.2009 um 18:01 schrieb Lurah <kang.lu...@gmail.com>: > > Yth Semua, > > Saat ini banyak Pemda yang sedang gencar melakukan lelang pengadaan > berbagai macam software untuk keperluan mereka. Kalau diperhatikan > umum nya semua lelang ini adalah pemborosan uang negara yang lumayan > besar. Masing-masing Pemda baik itu di tingkat Propinsi, Kabupaten, > Kecamatan, atau Desa (sudah ada belum ya desa yang mengadakan tender > software .... hehehehe......) bikin software sendiri-sendiri dan > sebagian besar pemenang nya adalah software yang masih closed source. > Nggak kalah dengan Pemda, instansi pemerintah yang lain juga demikian. > > Yang sangat memprihatinkan adalah kadang masalah yang sama ditender > kan berkali-kali dan software nya dibikin berkali-kali karena masih > closed source. Yang sudah berhasil bikin satu software yang bagus > untuk satu masalah tidak mau memberikan software yang sama untuk Pemda > yang lain karena nggak diajak tender misal nya. > > Kenapa kok tidak dipikirkan suatu mekanisme untuk mengatur sedemikian > rupa sehingga tender software itu untuk Pemda atau instansi Pemerintah > lain nya harus Open Source dan harus hosting misal nya di > "sourceforge" sehingga software itu bisa dipake oleh Pemda yang lain, > bisa diperbaiki oleh kontribusi komunitas, dan yang lebih penting lagi > bisa diaudit oleh siapa saja isi dan kelayakan software dibandingkan > dengan harga nya. > > Walaupun mungkin pada awal nya tetap ada arogansi dari Pemda yang kaya > untuk tetep mengadakan tender software untuk masalah yang sama dengan > pola seperti ini tetep masih jauh lebih baik daripada pola software > yang closed source, karena komunitas nanti dapat menilai apakah Pemda > yang arogan ini mengadakan tender hanya sekedar untuk menghamburkan > uang atau mampu menghasilkan alternatif software yang lebih baik untuk > masaah yang sama. Dengan demikian Pemda yang lain dapat memanfaatkan > semaksimal mungkin software-software yang sudah ada karena tidak perlu > harus setiap kali melakukan tender dan pihak software house yang > memenangkan tender itu tidak bikin software ala kadar nya karena apa > yang dia buat dapat dinilai oleh semua pihak. > > Belum lagi kalau kita pikirkan kemungkinan software-software itu > dieksplorasi lebih lanjut dan lebih jauh oleh para mahasiswa kita atau > komunitas Open Source lainnya. Bukan tidak mungkin software itu > berkembang terus menjadi lebih baik dari hari ke hari. > > Satu hal lagi adalah terbuka nya peluang interoperabilitas antar > software untuk direalisasikan. Sekarang ini seringkali terjadi hal-hal > yang konyol. Satu pemda membuat satu software untuk satu keperluan dan > membuat satu software lagi untuk keperluan yang lain. Padahal kalau > diperiksa basis data nya sebagian besar sama, tapi ketika software > tersebut akan diinteroperabilitikan yang terjadi adalah project > membuat lagi software yang ketiga yang lain lagi cerita nya. Hal ini > akibat dari closed soruce tadi, pemenang tender tidak membuka struktur > data nya sehingga tidak mungkin dibuat interface yang mampu > menghubungkan satu software ke software lain kecuali membuat nya lagi. > Sampai kapan project software di Pemda dan Instansi Pemerintah ini > akan terus berjalan seperti ini ? > > Dengan pola seperti ini cita-cita untuk mewujudkan single national > identity sampai kapan pun mungkin nggak akan pernah terjadi, atau > kalau jadi pun harus menguras dana yang luar biasa banyak nya akibat > inefisensi seperti ini. > > Barangkali komunitas kita ini dapat berbuat sesuatu untuk dititipkan > kepada kabinet y.a.d untuk memperbaiki sistem tender software yang ada > sekarang ? > > > Sent from my HuckleBerry<stock_smiley-26.png> dumbphone from Sinyal > Nggedabrus SML, Ngelantuu..uu.urrr Terusssss.......! Sent from my HuckleBerry:-Q dumbphone from Sinyal Nggedabrus SML, Ngelantuu..uu.urrr Terusssss.......!
<<attachment: stock_smiley-26.png>>