bhtv  

Re: [igos-kerjasama] Kenapa Project Pengadaan Software masih belum Open Source juga ?

Wisnu Manupraba
Wed, 22 Jul 2009 00:18:32 -0700

2009/7/22 T Budiman <ducdedalma...@yahoo.com>

>
>
>
> ----- Original Message ----
> > From: Adi Indrayanto <adis...@gmail.com>
> > To: igos-kerjas...@yahoogroups.com
> > Cc: bhtv@paume.itb.ac.id
> > Sent: Wednesday, July 22, 2009 11:03:14 AM
> > Subject: Re: [igos-kerjasama] Kenapa Project Pengadaan Software masih
> belum  Open Source juga ?
> >
> > Repository bukannya sudah ada?  Satu di Telkom dan satu di Ipteknet BPPT?
> >
> > Kalau sy bikin repository, pasti akan numpang jaringannya ITB.
> > Mungkin bakal dimarahin sama sysadmin ITB nya kalau loadnya jadi
> > buanyak. Kebetulan akhir2 ini jaringan di ITB lagi agak parah. Konon
> > kabarnya sdng migrasi ke Lintas Arta, entah kenapa :-(
>
> Di mana alamatnya yah? Saya kok tidak tahu? Sebenarnya yang saya maksud
> repository itu bukan hanya repository seperti sourceforge, karena itu
> terlalu teknis. Mungkin selain itu tampilan mukanya harus lebih berupa
> portal komunitas sehingga mudah pula diakses oleh 'calon penggunanya'


kalau http://foss-id.web.id itu bisa dibilang sebagai repository tidak ya??
sebagai tempat kumpul komunitas juga...




>
>
> > Berikutnya, apa mau pengembangnya naruh source codenya di tempat umum?
> > ;-)  Biasanya kita kan kalau ngambil maunya gratis, tapi kalau ngasih
> > maunya berbayar ... hehehe ;-)
> >
>
> Tampaknya untuk modal awal memang harus ada yang memberi insentifnya :)
> Kayaknya menyumbang modifikasi atau modul tambahan kan lebih mudah daripada
> harus menyumbang aplikasi penuh yang dibangun dari nol.
>
> Lalu kontribusi tersebut dapat menjadi nilai tambah pada saat penilaian
> lelang.
>
> > WTO ... kalau aturan resmi yg dibuat hanya memberikan peluang ke OSS
> > .. bisa jadi masalah.  Mungkin perlu diskusi dgn rekan2 KomInfo yg
> > mengurusi bagian ini (dulu pernah ikut beberapa seminarnya terkait dgn
> > hal ini).
> >
> > Usulan untuk pemerintah. Men PAN kan sudah keluarkan SK tersebut. Itu
> > sudah menjadi ketetapan resmi pemerintah saat ini. Kalau mau dicabut
> > ya musti keluarkan SK pengganti.  Yg perlu disiapkan adalah
> > "rencananya".
> >
> > Kami sedang menyusun beberapa usulan.  Mudah2an nanti kalau jadi ada
> > FGD nya saya undang lah rekan2 yg tertarik.  Intinya, usulan itu tidak
> > bisa sepihak (hanya melihat dari satu sisi saja), nanti tidak jalan
> > dan malah jadi kontroversial (deadlock).  Musti adil lah ...
> >
> > Pendekatan kita (agak akademis ya) dgn membuat model ekonominya dulu.
> > Supaya programnya bisa jalan.  Dan saya bukan penganut "jeger" yg
> > mekanismenya dgn cara "paksa" ;-)
> >
> > Ekosistem juga sudah disiapkan, sampai level SDM SMK nya. Akan ada
> > program komprehensif  antar Departemen.  Rencana bisa bagus,
> > pelaksanaan sangat tergantung dari aktor2 nya nanti ;-)  Tapi yg itu
> > siapa yg bisa memaksa? ;-)
>
> Siapa saja aktor-aktornya?
>
> > Kalau anda ada masukan, silahkan. Intinya, Customer (Pemda)
> > diuntungkan, Pengembang diuntungkan, Pemerintah diuntungkan (tidak
> > repot harus menghadapi tekanan WTO), SDM siap, everybody happy ;-)
> >
> > Hayo ... apa usulannya.
> >
>
> Apa konstrain dari usulannya? Boleh ngga minta agar pungli bisa
> dihilangkan?
>
>
>
>
> --
> Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id
> Subject: unsubscribe
>
>


-- 
Wisnu Manupraba
Company : Javan IT Services (http://javan.web.id)
Blog  : http://inoex135.wordpress.com
Story : http://cerita.dirumahku.com