Lurah
Wed, 22 Jul 2009 08:32:40 -0700
On Wed, 2009-07-22 at 11:03 +0700, Adi Indrayanto wrote: > > --- deleted --- > WTO ... kalau aturan resmi yg dibuat hanya memberikan peluang ke OSS > .. bisa jadi masalah. Mungkin perlu diskusi dgn rekan2 KomInfo yg > mengurusi bagian ini (dulu pernah ikut beberapa seminarnya terkait dgn > hal ini). bisa beri informasi lebih detail Pak apa keberatan WTO kalau persyaratan nya musti OSS ? Logika nya kan WTO itu tidak mengatur apa yang mau kita (pemerintah) beli, tapi lebih ke arah kesempatan yang sama untuk menawarkan oleh semua orang yang bisa memenuhi kebutuhan kita. Dalam bayangan saya kalau saya butuh "truk" kan musti nya saya tidak harus "dipaksa" oleh WTO untuk membuka spec dari truk menjadi "kendaraan" (karena nanti penawaran yang masuk bisa mulai dari sepeda sampai pesawat luar angkasa ......) lah wong saya butuh nya memang truk kok. Yang gak boleh kan kalau saya mempersyaratkan yang boleh nawarin cuma tetangga dalam radius satu kelurahan saja ..... misal nya tapi setiap orang yang bisa bikin truk dimanapun dia bikin dan tinggal dan merk apapun boleh nawarin ........ Nggak gitu ya Pak ? Jadi kalau Pemda (c.q Pemerintah) pengen nya OSS yah karena dirasa memang kebutuhan nya sekarang seperti itu kan nggak bisa musti nya WTO terus maksa yang closed source harus boleh ikut, kecuali kalau WTO nanti ngasih subsidi untuk mbayar pemenang tender nya. > Kalau anda ada masukan, silahkan. Intinya, Customer (Pemda) > diuntungkan, Pengembang diuntungkan, Pemerintah diuntungkan (tidak > repot harus menghadapi tekanan WTO), SDM siap, everybody happy ;-) > > Hayo ... apa usulannya. > Lah yang saya tulis ini masih belum dianggap sebagai masukan ya Pak ..... hehehehehe...... > salam, > > -ai- Sent from my HuckleBerry:-Q dumbphone from Sinyal Nggedabrus SML, Ngelantuu..uu.urrr Terusssss.......!
<<attachment: stock_smiley-26.png>>