Estananto
Sat, 05 Sep 2009 18:25:02 -0700
Pak Budi, saya jadi tersenyum kecut membaca email2 pak Buntoro yang katanya berhasil mengekspor produk rumah sakit tanpa mengandalkan pemerintah. Kenapa? Karena 80% emailnya mengkritik kebijakan pemerintah:-) Apakah memang semua ini tergantung pemerintah? Wassalaam, nano yang terpaksa lagi belajar cost volume profit analysis :-( --- Budi Rahardjo <rah...@gmail.com> schrieb am So, 6.9.2009: > Von: Budi Rahardjo <rah...@gmail.com> > Betreff: [bhtv] Fwd: [IA-ITB] Peringkat Nilai Ekspor kita masih kalah dari > Malaysia > An: "Bandung High Tech Valley" <bhtv@paume.itb.ac.id> > Datum: Sonntag, 6. September 2009, 4:21 > Ekspor produk teknologi kapan ya? > -- budi > > ---------- Forwarded message ---------- > > Date: 2009/9/6 > Subject: [IA-ITB] Peringkat Nilai Ekspor kita masih kalah > dari Malaysia > > > Kompas hari ini, menurut WTO, utk th 2008, negara kita > Indonesia > memiliki peringkat nilai ekspor ke 31 dunia (US$ 136,8 > milyar), msh > lbh tinggi dari Vietnam (ke 50: US$ 63,7 milyar); tetapi > kalah dari > Thailand (ke 24: US$ 178,4 milyar), Malaysia (ke 20: US$ > 195,7 > milyar), Singapore (ke 17: US$ 235,8 milyar); > Kita msh andalkan endowment factor, faktor kekayaan alam, > spt minyak > dan gas; di sektor pertanian lbh andalkan kesuburan lahan, > spt kelapa > sawit; > > -- > Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id > Subject: unsubscribe > > -- Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id Subject: unsubscribe