Estananto
Sat, 05 Sep 2009 19:07:37 -0700
--- Budi Rahardjo <rah...@gmail.com> schrieb am So, 6.9.2009: > Waktu saya ke Silicon Valley tahun 2000-an, saya sempat > ngobrol2 dengan > beberapa orang kawan yang bekerja di perusahaan hi-tech di > sana. > Hasil ngobrol, peranan pemerintah sebetulnya hanya sebatas > membuat > situasi kondusif saja. Sisanya serahkan kepada para > entrepreneur, engineers, > dan businessmen. Birokrat, get out of the way. Kalau gitu, ini masalah ekosistem pak. Yang di SIlicon Valley sebetulnya mereka outsourcing ke kenalannya atau kenalan kenalannya atau kenalan kenalan kenalannya, ya di situ-situ juga atau di wilayah Amerika yang lain. Belakangan ketika Bangalore flourish, Bangalore dapat juga luberannya :-) Jadi, kesimpulan saya: kita bikin industri yang saling menunjang, dari pengolahan bahan baku, manufaktur, software, design, sampai trading. Tambahan lagi kita perlu encourage kawan-kawan kita di belahan Nusantara lain, yang juga punya universitas-universitas yang siap untuk menghasilkan teknopreneur.. Saya baru dapat kontak dengan seorang Jerman di Solo, katanya dia mau terlibat dengan Solo Tech area. Kalau perlu kita bikin 5 biji seperti itu, baru terbentuk ekosistem pak :-) Mungkin BHTV sudah cukup kalau sekedar bertahan hidup, tapi untuk jadi raksasa butuh "teman" di bagian Indonesia lain ....Who knows? Wassalaam, nano -- Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id Subject: unsubscribe