Budi Rahardjo
Sun, 21 Feb 2010 17:04:29 -0800
2010/2/22 <adiiria...@gmail.com>: ... > Thd hal ini bisa dicari persh anchor bhtv utk masing2 kategori.. > lalu dioutsouce ke yg lebih kecil.. ... Ada banyak kendala di lapangan. Ini pengalaman saya sebagai perusahaan yang core bisnisnya adalah outsourcing. - Pihak mengoutsource ingin orang ada di tempat mereka (secara fisik). Bagi kami, model bisnis seperti ini tidak jalan karena menjadi sangat mahal dalam operasional sehingga jatuhnya lebih mahal dari mengerjakan sendiri. - Pihak yng meng-outsource tidak paham apa yang mereka mau. Proses pengerjaan menjadi susah karena target bergerak terus. (Ini masalah project management.) - Tidak mudah mencari SDM yang handal. Koder mungkin ada, tetapi yang susah adalah mencari project manager yang handal (tentunya dengan harga yang tidak mahal). Analis ternyata susah juga diperoleh. - Cash flow. Pembayaran sering terlambat sehingga rontok-lah perusahaan software kecil lokal. Misalnya ada sebuah perusahaan yang dihutangi sekitar 500jt-an dan sudah 6 bulan gak bisa ditagih. Mampuslah. - Belum lagi kaidah SDLC yang banyak dilanggar. :) Begitu pak. Itu soal teknisnya. Not that easy. > undang pak eddy satria di menko ekuin..dia concern juga.. > kebetulan bagian infrastruktur ict Sudah berapa kali datang kok. -- budi -- Untuk keluar milis kirim email ke bhtv-requ...@paume.itb.ac.id Subject: unsubscribe