bumi-serpong  

[bumi-serpong] FYR: [MTB-Indonesia] GAYA BERSEPEDA YANG PALING EFISIEN

hilmy_wanamulya
Sun, 07 Aug 2005 20:00:25 -0700

Bagi peminat sepeda & pecinta udara bersih, info ini mungkin berguna:



Tri Harnowo <[EMAIL PROTECTED]>@yahoogroups.com on 08/06/2005 03:00:27
PM

Gaya Bersepeda yang Paling Efisien

Bersepeda merupakan metode paling efisien dalam penggunaan kalori. Dan akan
lebih efisien lagi jika menggunakan berbagai konsep fisika.

Belanda  yang  tanahnya  datar, sepeda merupakan transportasi yang baik dan
menyehatkan.  Di  Cina  yang  penduduknya lebih dari 1 miliar orang, sepeda
merupakan  alat  transportasi  yang dapat menghemat penggunaan bahan bakar.
Bayangkan,  apa  yang  terjadi  dengan  persediaan  bahan  bakar kita kalau
setengah penduduk Cina menggunakan mobil?

Di  banyak tempat, sepeda memang bukan transportasi utama, tetapi kendaraan
yang  dibuat pertama kali oleh Krikpatrick Macmillan tahun 1839 ini, sering
digunakan  untuk  berolahraga.  Efisiensinya  membakar kalori memang paling
efisien,  termasuk  jika  dibandingkan  dengan  berjalan  kaki  (gambar 1).
Olahraga  bersepeda dapat dilakukan secara lebih efisien dengan menggunakan
berbagai konsep fisika.

Dalam olahraga bersepeda, kita akan mengalami empat gaya utama: gaya angin,
gaya  hambat  udara, gaya gesekan, dan gaya gravitasi. Fred Rompelberg dari
Belanda  berhasil  mengefisienkan  usaha  dari  gaya-gaya  ini  sehingga ia
berhasil  memecahkan  rekor  dunia  untuk kecepatan tertinggi dengan 268,83
km/jam pada tanggal 3 Oktober 1995.

Gaya angin

Dalam  bersepeda,  angin yang berembus berlawanan arah dengan arah gerak si
pengendara sepeda merupakan penghambat yang sangat menjengkelkan. Energi si
pengendara   akan   terkuras  banyak  untuk  melawan  hambatan  angin  ini.
Bayangkan,  untuk  mempertahankan  kecepatan 15 km/jam di tengah angin yang
bertiup  dengan  kecepatan  10 km/jam saja kita akan kehilangan sekitar 800
kalori  setiap  menitnya.  Tetapi  angin  juga  bisa  menjadi  faktor  yang
mempercepat  gerakan  sepeda jika arah tiupan angin searah dengan arah maju
sepeda.

Gaya hambat udara (drag force)

Di  samping  angin  yang  bertiup  kencang,  udara  sendiri  dapat  menjadi
penghambat  bagi  si  pengendara  sepeda. Tubuh manusia yang duduk tegak di
atas   sepeda   merupakan  bentuk  yang  sangat  tidak  aerodinamik  karena
mengacaukan aliran udara sehingga memaksakan terbentuknya dua daerah dengan
tekanan yang berbeda.

Daerah  di  belakang  tubuh  pengendara sepeda bertekanan rendah, sementara
daerah   di   depan   tubuh   bertekanan   tinggi.  Perbedaan  tekanan  ini
mengakibatkan  tubuh  pengendara  terdorong ke arah belakang. Semakin cepat
sepeda  bergerak, semakin besar gaya dorong ini. Ini mencegah si pengendara
untuk mengayuh sepeda secepat-cepatnya.

Besarnya   drag   force   ini   sebenarnya   dapat   diminimalisasi  dengan
mengaplikasikan   bentuk   yang   paling  aerodinamik,  yaitu  bentuk  yang
streamline  (ramping)  yang  dapat  menembus  udara dengan lebih mulus. Ini
dilakukan  dengan  membungkukkan  badan.  Dalam suatu lomba bersepeda, para
atlet bukan saja beradu kekuatan untuk menjadi yang tercepat, tetapi justru
beradu  teknik untuk memaksimalkan efisiensi aerodinamik yang dapat dicapai
(gambar 2).

Selain  penempatan  posisi tubuh yang baik, desain roda dan kerangka sepeda
yang  tepat  juga  dapat  mengurangi  tahanan  udara.  Kerangka sepeda yang
berbentuk  bulat  digantikan  oleh  rancangan  bentuk  yang oval, sementara
bentuk  roda yang bergerigi digantikan oleh bentuk cakram (disc) yang dapat
memperkecil turbulensi (gejolak udara) dan drag force saat berputar (gambar
3).

Cara  lain  untuk  memperkecil  drag  force  adalah dengan melakukan teknik
drafting,  yaitu  bersepeda  beriringan sambil memanfaatkan pusaran-pusaran
udara (arus eddy) yang tercipta tepat di belakang pengendara terdepan untuk
menarik pengendara berikutnya sehingga energi yang dibutuhkan menjadi lebih
kecil (mirip dengan gerakan migrasi angsa yang membentuk huruf V).

Semakin   kecil   jarak   antara   pengendara  terdepan  dengan  pengendara
berikutnya,  semakin  efisien  penggunaan  energi  oleh  kedua  pengendara.
Pengendara  terdepan  dibantu  oleh  penggunaan  arus  eddy oleh pengendara
berikutnya  walaupun  total  energi yang dikeluarkan tetap lebih besar dari
energi yang dikeluarkan pengendara yang berada tepat di belakangnya.

Formasi  bersepeda  yang membentuk grup semacam ini dikenal sebagai formasi
peloton  dan  echelon  (formasi  menyamping  ke  kiri  maupun  kanan). Para
pengendara yang membentuk formasi semacam ini dapat menghemat energi sampai
40  persen.  Pengendara  sepeda  profesional bahkan melakukan drafting pada
jarak beberapa cm saja untuk menghemat energi (gambar 4).

Gaya gesekan

Dalam  bersepeda,  kita  akan  mengalami  beberapa macam gaya gesekan: gaya
gesekan  antara  permukaan kulit dengan udara, gaya gesekan kelahar sepeda,
dan  gaya  gesekan  antara roda dengan jalan. Gaya gesekan antara permukaan
kulit  dengan  udara  walaupun  tidak  sebesar  drag  force  kadang  sangat
menjengkelkan  pula.  Ini  dapat  menjadi  factor  penting dalam menentukan
kemenangan seorang atlet balap sepeda.

Gesekan ini dapat dikurangi dengan menggunakan pakaian bersepeda yang tepat
(skinsuit).  Bayangkan, seorang yang duduk tegak dengan pakaian biasa dapat
menaikkan  kecepatannya dari 10 km/jam menjadi 20 km/jam dengan menggunakan
pakaian yang tepat dan posisi yang aerodinamik.

Gaya  gesekan  kelahar  sepeda  dapat  dikurangi  dengan  menggunakan  oli.
Sedangkan  gaya gesekan antara roda dengan jalan (rolling resistance) dapat
dikurangi  dengan  memompa  ban  cukup  keras.  Ban yang kempes akan sangat
menguras energi kita.

Gaya gravitasi

Gaya  gravitasi  memegang  peranan  penting saat pengendara sepeda melewati
bukit.  Gaya ini menarik kita ke bawah. Kita harus memberikan ekstra energi
untuk  melawan  gravitasi  ini  ketika  kita hendak menanjak bukit. Semakin
tajam  tanjakan  bukit,  semakin besar energi yang dibutuhkan untuk menaiki
tanjakan  ini.  Namun, ketika kita menuruni bukit, gravitasi menjadi faktor
yang berguna. Gravitasi mendorong sepeda turun lebih cepat (gambar 5).

Gaya  gravitasi  juga dapat membuat sepeda tidak seimbang. Cobalah duduk di
atas  sepeda  yang diam, apa yang kita alami? Kita akan merasa tidak stabil
dan  hendak jatuh, bukan? Mengapa? Gravitasilah penyebabnya. Tetapi mengapa
sepeda yang bergerak tidak jatuh?

Misalkan  sepeda  sedang bergerak lurus dan agak miring ke kanan. Gravitasi
akan  membuat  sepeda jatuh ke sebelah kanan. Agar sepeda tidak jatuh, kita
harus  belokan  sepeda  ke  kanan  sedikit.  Usaha  ini  menghasilkan  gaya
sentrifugal  yang  akan  mendorong  sepeda ke kiri. Gaya sentrifugal inilah
yang  mengompensasi gaya gravitasi sehingga kita tidak jadi jatuh ke kanan.
Sebaliknya  jika  kita  hendak jatuh ke kiri, kita harus belokkan sepeda ke
kiri  agar  gaya  sentrifugalnya  ke  kanan.  Itu  sebabnya  kalau diamati,
lintasan sepeda berkelok-kelok.

Gaya  sentrifugal  ini  besarnya  tergantung pada kecepatan sepeda. Semakin
cepat sepeda, semakin besar gaya sentrifugalnya. Sehingga pada waktu sepeda
bergerak  cepat,  kita  tidak  perlu  membelokkan sepeda terlalu tajam. Itu
sebabnya  lintasan  sepeda  yang  bergerak cepat terlihat agak lurus (tidak
terlalu berkelok-kelok).

Nah, itulah gaya-gaya utama yang bekerja pada saat kita bersepeda. Walaupun
gaya-  gaya  ini  mempunyai  pengaruh  yang besar, namun seorang pengendara
sepeda harus juga memperhatikan kondisi tubuhnya.

Tubuh  manusia  merupakan  mesin  penggerak dalam proses bersepeda sehingga
bahan  bakar  utama  untuk  olahraga ini adalah makanan. Faktor genetik dan
kadar  latihan  juga  menentukan  kinerja  maksimal yang dapat dicapai oleh
seorang pengendara sepeda.

Makanan (sayuran dan buah-buahan) yang mengandung banyak karbohidrat sangat
direkomendasikan  untuk  para  atlet sebelum memulai pertandingan. Konsumsi
cairan  yang  cukup  juga  merupakan  hal  yang  harus  diperhatikan selama
bersepeda  karena  kondisi tubuh yang sudah kehilangan 2 persen saja cairan
tubuh dapat memberikan pengaruh yang besar.

Kondisi  dehidrasi  yang  parah dapat menyebabkan kelelahan, stroke, bahkan
kematian.  Atlet-atlet bersepeda sangat dianjurkan untuk terus menggantikan
cairan  tubuh  yang hilang lewat keringat melalui minuman. Dengan demikian,
konsep-konsep  fisika  telah  sangat  membantu para pengendara sepeda untuk
melakukan aktivitas bersepeda secara lebih efisien dan aman.

YOHANES  SURYA  PHD  Presiden  Olimpiade  Fisika  Asia  dan  staf  pengajar
Universitas Pelita Harapan


--- End of Forwarded Message ---




___________________________________________________
Kirim e-mail:   bumi-serpong@yahoogroups.com
Setting: http://groups.yahoo.com/group/bumi-serpong 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bumi-serpong/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


  • [bumi-serpong] FYR: [MTB-Indonesia] GAYA BERSEPEDA YANG PALING EFISIEN hilmy_wanamulya