hilmy_wanamulya
Wed, 31 May 2006 19:34:52 -0700
Dulu, sewaktu pembangunan kompleks ruko Golden Boulevard banyak diprotes warga BSD & sekitarnya (serta sempat dimuat di kolom Redaksi YTH Kompas) karena membabat habis lahan hijau di sekitar bundaran air mancur, pengembang baru (Grup Sinar Mas) berdalih bahwa semua rencana pengembangan tata kota di BSD, termasuk pembangunan ruko-ruko/bangunan komersial, sudah mengikuti master plan pengembangan BSD dari pengembang terdahulu serta dijamin tidak ada perubahan, yang terkenal berani 'berinvestasi' di pembangunan lahan hijau di setiap proyek perumahan yang dimilikinya. Nyatanya, maket lengkap pengembangan BSD yang sebelumnya selalu ada di kantor pemasaran saat BSD masih dipegang oleh pengembang lama sudah tidak ada lagi di kantor pemasaran sejak beralih ke pengembang baru. Lalu, bagaimana warga bisa cross check pernyataan Grup Sinar Mas bahwa mereka mematuhi master plan asli?
Hasilnya bisa kita lihat dengan didirikannya BSD Junction di lahan hijau
pemisah jalan. Entah apa lagi dalih pengembang untuk kasus ini.
CMIIW, pemanfaatan lahan hijau untuk kepentingan segelintir orang/kelompok
usaha juga terjadi pada areal pembangunan Serpong Town Square & Cibubur
Junction. Ketiga contoh kasus ini jelas menunjukkan betapa masih kentalnya
kolusi antara pemodal berduit dengan aparat Pemda setempat.
Berita selengkapnya:
BSD JUNCTION MERUSAK TATA KOTA
Kehadiran BSD Junction, di kawasan BSDCity, Serpong, Tangerang, Banten,
dengan pengembang Sinar Mas Group merusak tata kota. Proyek ini dibangun di
jalur hijau (tengah jalan) dan termasuk jalan provinsi yang menghubungkan
Tangerang, Banten, dengan Bogor, Jawa Barat. Saat ini sudah rampung sekitar
80 persen, namun tidak ada langkah-langkah penindakan/penertiban dari
aparat yang berwenang, dalam hal ini PemkabTangerang maupun Pemprov Banten.
Terwujudnya proyek BSD Junction yang terhubung dengan ITC BSD lewat
jembatan penyeberangan yang juga berdiri sejumlah toko, tentu tidak lepas
dari persekongkolan antara oknum Pemkab maupun Pemprov dengan pihak
pengembang yang bermodal kuat. Jika aparat Pemda yang menangani perizinan
untuk pembangunan proyek tersebut bersikap tegas, meski diiming-imingi uang
dan fasilitas lainnya, sudah dapat dipastikan tidak akan berdiri BSD
Junction yang saat ini secara kasatmata tidak sedap dipandang.
Mungkin pertama di Indonesia, sebuah proyek perbelanjaan untuk umum
dibangun oleh pengembang swasta berada di jalur hijau/tengah jalan. Sebagai
pengusaha memang pasti mencari keuntungan sebesar-besarnya, namun sebagai
pengembang besar dan sudah ternama seharusnya lebih etis dan bijak dalam
membangun. Jangan merusak tata kota dengan jalan membangun seenaknya, tanpa
memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan, seperti kemacetan lalu lintas,
dan juga dampak sosial lainnya.
Padahal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru-baru ini mencanangkan
penghijauan, namun yang terjadi di lingkungan BSDCity sebaliknya, yaitu di
jalur hijau didirikan proyek perbelanjaan yang bertujuan untuk komersial.
Sebagai warga yang setiap hari melintas di kawasan tersebut, kami juga
tidak nyaman dengan berdirinya proyek yang tergolong besar tersebut. Apa
tidak ada lahan lagi untuk pembangunan proyek komersial di kawasan BSDCity,
Serpong, Tangerang, Banten?
SULAIMAN
Muncul, Tangerang, Banten
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
___________________________________________________
Kirim e-mail: bumi-serpong@yahoogroups.com
Setting: http://groups.yahoo.com/group/bumi-serpong
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bumi-serpong/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/