buni  

materi - 6 Irritating Co-Workers You Wish Not to Work with

Ibun
Mon, 24 Jul 2006 05:03:18 -0700

 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, July 20, 2006 9:43 AM
Subject: [Manager-Indonesia] 6 Irritating Co-Workers You Wish Not to Work with

 
 

Cosmopolitan :Kehidupan di kantor tak hanya seputar bagaimana Anda bisa tampil menawan dan punya sepak-terjang yang layak untuk diperhitungkan. Hal inilah yang disadari oleh Sandra, seorang copywriter. Ia sangat penuh dengan ide kreatif, pun tak segan datang pagi dan pulang malam demi menggarap berbagai konsep yang menurutnya akan memikat hati klien. Namun, ia kerap dapat kesulitan karena art director mitra kerjanya begitu moody. "Belum lagi, kebiasaannya yang suka mengeluh tentang berbagai hal yang sebenarnya sepele. Sering saya merasa membuang waktu saja di kantor hanya untuk mendengar keluhannya. Oke, curhat boleh saja. Tapi kalau dari pagi sampai sore hanya begitu saja, kapan majunya?" kisah Sandra.

Menghadapi rekan kerja (atau mungkin juga atasan!) yang punya tabiat menjengkelkan, mengganggu, ataupun menyebalkan memang terkadang membuat Anda ingin resign saja. Sayangnya, Anda tak bisa berharap suatu hari nanti Anda akan pindah kerja di satu tempat, yang di dalamnya sama sekali tak terdapat orang-orang menyebalkan itu. Orang seperti itu akan selalu ada. "Selama ada perbedaan karakter pribadi; yang satu introver dan yang satu lagi ekstrover, perbenturan ini akan selalu terjadi," kata Joseph T. Straub, penulis Managing Irritating People. Selain itu, hal ini juga bisa terjadi karena adanya perbedaan tujuan dalam bekerja, latar belakang pendidikan dan gaya hidup, serta penempatan prioritas dalam bekerja. Yang bisa Anda lakukan adalah mencoba memahami karakter mereka dan tahu berbagai cara untuk menghadapinya. Cosmo paparkan enam jenis kepribadian yang bisa bikin Anda naik darah di kantor berikut solusi untuk menghadapinya. Kendalikan mereka sebelum mereka mengendalikan Anda!

Irritating People 1#: The Old-Timer
Tipe yang satu ini selalu merujuk pada masa lalu. Ia kerap berkisah tentang pengalaman saat ia masih di bawah atasan yang sebelumnya, atau bertutur seputar kesuksesannya beberapa tahun lalu. "Sikap seperti ini bisa 'meracuni' antusiasme orang-orang di sekitarnya. Mereka selalu berpikiran negatif terhadap hal-hal baru, terburu-buru dalam menolak ide-ide inovatif yang dilontarkan orang lain, dan terkadang mereka juga tak segan menertawakan keoptimisan orang lain," jelas Straub.

How to manage them:

1. Dengarkan mereka. Terutama bila Anda anak baru di kantor. Hal ini akan memberikan beberapa keuntungan bagi Anda! Dari penuturan mereka, Anda akan bisa tahu lebih dalam seputar perusahaan. Ingat, tipe yang satu ini biasanya beranggotakan orang-orang yang sudah lama bekerja di kantor Anda!

2. Jadilah sekutu mereka. Sekali lagi, pengalaman mereka akan amat menguntungkan Anda! Coba mendekati mereka dan bersahabatlah dengan mereka. Libatkan mereka dalam berbagai project yang Anda kerjakan, yang memang membutuhkan pengalaman luas seputar sejarah perusahaan.

3. Bekali diri sebelum berdebat dengan mereka. Tipe rekan seperti ini umumnya gemar sekali menyerang rekan yang kurang berpengalaman. Jika di suatu ketika Anda terpaksa harus berargumen dengan mereka Anda telah siap lahir-batin.

Irritating People 2#: The Bad Listener
Tipe rekan yang satu ini umumnya akan memotong pembicaraan Anda sebelum Anda menyelesaikannya. Alasannya: karena mereka pikir apa yang akan mereka ucapkan lebih penting. Alhasil, baik Anda dan dia tak akan bisa memahami satu sama lain. Ketika Anda sedang menyampaikan informasi penting padanya, bisa jadi ia tak akan mengerti maksud Anda. Miskomunikasi pun akan sangat sering terjadi. Anda jengkel karena tak didengarkan, dia tak peduli dan selalu menganggap dirinya paling benar.

How to manage them:

1. Berbicaralah selalu dengan perlahan, jelas, dan lugas. Ini memang bertentangan dengan gaya berbahasanya yang cenderung bicara dengan kecepatan tinggi. Dengan begitu, ia pun akan mengikuti kecepatan bicara Anda dan karenanya akan lebih bisa menyimak Anda dengan lebih perhatian.

2. Berilah peringatan di saat ia menyela kata-kata Anda. Katakan padanya untuk menunggu Anda selesai bicara, karena apa yang Anda utarakan juga penting. Bila ia memotong terus, ia tidak akan bisa memahami arah pembicaraan Anda.

3. Bila orang ini adalah atasan Anda, biasakan untuk mengkonfirmasikan pesan yang ingin Anda sampaikan secar tertulis. Ini akan menjauhkan Anda dari salah paham.

Irritating People 3#: The Single Fighter
Seperti deskripsi namanya, rekan Anda ini selalu berjuang sendirian. Padahal, bisa jadi dia punya potensi yang besar. Rekan yang satu ini bisa amat menyusahkan, jika ia bekerja di dalam tim. "Tipe ini biasanya adalah orang yang punya kepribadian introver, terkadang juga temperamental," jelas Straub. Namun, Anda tak bisa mengabaikannya begitu saja, karena ia sebenarnya baik sebongkah intan yang belum diasah.

How to manage them:

1. Ketahui apakah karakter yang ia tunjukkan ini memang berasal dari sisi kepribadiannya atau karena ia sedang mengalami masalah di kantor. Jika memang ia punya persoalan yang berhubungan dengan pekerjaannya, Anda bisa mengajaknya bicara agar ia mau lebih membuka diri.

2. Doronglah dia keluar dari sarangnya! Ajak dia untuk mencoba berbagai tugas baru yang melibatkan interaksi dengan orang lain. Jika itu tak juga membuahkan kemajuan, usulkan pada atasan untuk memberikan dia berbagai tugas yang sifatnya lebih mandiri ketimbang yang memerlukan interaksi dengan rekan lainnya. Bukan maksud untuk menyingkirkannya, tapi ini juga demi kebaikannya!

Irritating People 4#: The Time Bomb
Rekan Anda ini bak sebutannya: bisa meledak kapan saja tanpa diprediksi sebelumnya. Saat sedang "meradang", ia tak segan menyerang dan membuat lawannya malu demi mendapatkan apa yang ia inginkan. Dalam banyak kesempatan, Anda dan rekan lainnya lebih banyak mengalah padanya, dengan pertimbangan daripada situasi tambah memanas dan ia semakin meledak tak karuan.

How to manage them:

1. Hadapi rekan Anda ini dengan bijaksana. Menghindarinya hanya akan membuatnya merasa dibenarkan untuk mempertahankan temperamennya yang naik-turun itu. Jangan juga perlihatkan sikap bahwa Anda tunduk akan tantrumnya itu. Saat menanganinya, pastikan Anda tetap kontak mata dengannya. Bicaralah dengan kecepatan stabil, dan jangan terpengaruh akan sikapnya yang meledak-ledak itu.

2. Jika suatu ketika dia sudah tak bisa dibendung lagi dan kemarahannya telah meletus bak gunung berapi, tak ada gunanya tetap bicara dengannya. Segera hentikan debat Anda dan katakan, "Lebih baik kita bicarakan lagi nanti". Lalu, cepat undur diri dari hadapannya. Tindakan ini jauh lebih baik ketimbang meladeninya terus.

3. Cobalah memahami faktor yang membuat rekan Anda menjadi seorang Bom Waktu. Apakah ia cenderung emosional terhadap rekan lain yang ia nilai tak kompeten? Atau ia meledak di saat orang lain menyinggung harga dirinya? "Kebanyakan orang berkepribadian bak bom waktu 'kambuh' saat berada di tempat kerja dan bukan di rumah. Anda bisa menyiasatinya dengan lebih sering berinteraksi dengannya di luar jam kantor," saran Straub.

Irritating People 5#: The Whiner
Betapa malangnya rekan Anda yang satu ini! Ia selalu merasa semua hal berjalan di arah yang salah. Ia adalah korban dari segala kesialan yang bisa dialami oleh semua orang dalam hidup, termasuk dalam karier. "Orang berkarakter seperti ini biasanya menetapkan standar terlalu tinggi dalam bekerja, sehingga sering kali hasil yang ia peroleh tak sesuai dengan yang mereka harapkan," papar Straub. "Bila dibiarkan berlarut-larut, rekan Anda ini akan bisa menyebabkan masalah dalam tim kerja. Kebiasaannya mengeluh itu bisa menular ke semua orang."

How to manage them:

1. Simak keluhannya. Mengabaikan mereka saat ingin curhat bisa membuat mereka malah merasa ditolak dan semakin merana. Namun, jangan sampai di situ saja. Berikan juga reaksi terhadap keluhan mereka. "Bila ia meresahkan tentang ketidakadilan, tanyakan padanya apa yang tak adil. Sebab, keluhan seperti ini biasanya mengarah pada sesuatu yang ia inginkan tapi tidak ia dapatkan," kata Straub.

2. Dekati rekan Anda ini dan menyadarkannya akan harapannya yang cenderung tidak realistis. Ajaklah rekan Anda untuk lebih kompromis terhadap situasi yang ia hadapi dan agar ia bisa lebih cermat dalam melihat peluang dan bersikap fleksibel dalam mencapai tujuannya.

3. Hindari menunjukkan rasa simpati pada mereka. Bedakan antara menjadi tempatnya mencurahkan isi hati dengan mendukungnya dengan kata-kata. Yang terakhir akan membuat Anda seakan merestui kebiasaannya. Bila tak ada satu pun saran dari Anda untuk melepaskannya dari keluh-kesah, segera katakan padanya untuk berhenti meratap dan hadapi kenyataan. Selesai!

Irritating People 6#: The Vacillator
Rekan Anda yang satu ini bisa membuat semua orang jengkel karena sering berubah pikiran dan amat lemah saat harus menentukan keputusan. "Bisa jadi rekan Anda ini sebenarnya adalah orang yang takut berkomitmen dan mempertahankannya," analisis Straub. Bekerja dengan si Peragu ini membuat Anda merasa seperti tak pernah ada kata pasti. Dapat diramalkan, berbagai persoalan bisa datang tanpa bisa dihadang!

How to manage them:

1. Bersikaplah tegas pada mereka. Jika ini adalah atasan Anda, desaklah dengan halus agar ia segera membuat keputusan dan pastikan Anda mendapatkannya secara tertulis. Bagi rekan atau bawahan, jangan ragu memberikan tenggat waktu untuk menentukan apa yang mereka inginkan.

2. Beri mereka pengertian tentang konsekuensi yang bisa terjadi apabila mereka terus berkutat dalam keraguan. Jelaskan apa dan siapa saja yang akan terhambat bila mereka terus bersikap bimbang seperti itu.

    __._,_.___

    To subscribe e-mail to: [EMAIL PROTECTED]






    SPONSORED LINKS
    Indonesia visa Indonesia phone card Indonesia calling card
    Indonesia travel Indonesia Indonesia hotel


    YAHOO! GROUPS LINKS




    __,_._,___
    • materi - 6 Irritating Co-Workers You Wish Not to Work with Ibun