Milik Pstti - PPs UI
Thu, 07 Aug 2008 09:37:00 -0700
MANIFESTO EKONOMI SYARI’AH 2008
IKATAN AHLI EKONOMI ISLAM (IAEI)
Kegiatan International Seminar dan Symposium Ekonomi Islam yang dilaksanakan
oleh DPP IAEI (Katan Ahli Ekonomi Islam Indonesia) bekerjasama dengan Program
Doktor Ekonomi Islam-Unair pada tanggal 1-3 Agustus 2008 telah usai dan ditutup
secara resmi oleh Prof.Dr. Faithzal Riva’i, MBA, selaku Dewan Pakar IAEI.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang terdiri dari akademisi
dan praktisi ekonomi Islam se-Indonesia dan sejumlah pakar ekonomi Islam
kaliber dunia, yang berasal dari Mesir, Iran dan Malaysia dengan menghasilkan
tujuh (7) butir manifesto sebagai berikut:
1. IAEI prihatin terhadap kebijakan ekonomi pemerintah dalam
pengelolaan ekonomi nasional yang eksploitatif terhadap sumber daya alam dan
sumber daya nasional lainnya, serta mengabaikan kedaulatan ekonomi kerakyatan
yang berbasis pada kebersamaan dan keleluargaan sebagaimana diamanatkan UUD
1945.
1. IAEI mendesak pemerintah dan DPR membuat Undang Undang untuk
penerapan dual economic system, dengan menjadikan sistem ekonomi Islam yang
rahmatan lil’alamin dalam sistem dan kebijakan ekonomi nasional, yang dapat
mengatasi permasalahan ekonomi yang terjadi selama ini serta mengoreksi
kelemahan sistem ekonomi konvensional yang telah memperlebar kesenjangan
ekonomi, meningkatkan kemiskinan, pengangguran, dan melahirkan ketidakadilan.
1. IAEI mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga
legislatif untuk mendukung dan mengembangkan ekonomi syariah dalam upaya
meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia
1. IAEI menghimbau seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam
serta para ulama, ustaz dan da’i untuk berperan aktif mensosialisasikan
ekonomi Islam kepada masyarakat, sehingga terjawujud keseimbangan materi dakwah
antara aqidah, ibadah dan muamalah. Sehubungan dengan itu, para tokoh agama
dihimbau untuk memahami dan mempelajari ekonomi Islam agar dapat didakwahkan
baik secara lisan dan maupun dakwah bil hal keada ummat.
1. IAEI mendesak Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama
untuk memberikan dukungan penuh dalam pengembangan dan pendidikan ekonomi Islam
dengan mempermudah regulasi, akreditasi, dan kemudahan bagi lembaga-lembaga
pendidikan untuk menyelenggaran program pendidikan atau program studi ekonomi
Islam, serta memberikan dukungan peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga
pengajar ekonomi Islam di perguruan tinggi Indonesia atau lembaga pendidikan
lainnya.
1. IAEI mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk berperan aktif
dalam pengembangan sumber daya manusia yang memahami, menguasai, dan menerapkan
ekonomi Islam, dengan membuka program-program studi mulai program diploma, S1,
S2, S3 untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia islami sebagai salah satu
upaya mempercepat perkembangan ekonomi Islam di Indonesia.
1. IAEI mengajak semua pihak (perguruan tinggi, lembaga kajian dan
penelitian, dan institusi pemerintah maupun swasta, serta perorangan) untuk
melakukan penelitian dan pengembangan sistem ekonomi islam dari berbagai aspek
mulai aspek ekonomi makro, mikro, hingga penelitian dan pengembangan
produk-produk ekonomi Islam yang dapat diterapkan dalam berbagai sektor
kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Surabaya, 3 Agustus 2008
DEWAN PIMPINAN PUSAT
IKATAN AHLI EKONOMI ISLAM (IAEI)
MUSTAFA EDWIN NASUTION, Ph.D
DRS. AGUSTIANTO, MA Ketua
Umum
Sekjen
[Non-text portions of this message have been removed]