daarut-tauhiid  

[daarut-tauhiid] Nafsu Yang Selalu Menyuruh Kepada Kejahatan

David Sofyan
Tue, 12 Aug 2008 08:21:10 -0700

Nafsu Yang Selalu Menyuruh Kepada Kejahatan 

Apakah kita mencintai pasangan kita karena kecantikan atau kegagahannya ? atau 
cinta yang membuat pasangan kita terlihat cantik atau gagah, lalu apa yamg 
membuat orang buta jatuh cinta ? Apakah cinta bisa mempersatukan dua jiwa atau 
cinta baru muncul setelah bersatunya dua jiwa ? . Semua tubuh perempuan adalah 
aurat bagi lelaki yang punya mata tetapi ada saat tertentu suara perempuanpun 
bisa jadi aurat dan hal ini juga berlaku bagi orang buta. Sebaliknya aurat 
laki-laki tidak terlalu banyak di permasalahkan selain dalam kaidah fiqih 
sholat,  semua serba normatif dan relatif. Apa jadinya manusia tanpa birahi 
tentulah kita berkembang biak seperti robot dan jika itu terjadi maka rutinitas 
ini bisa jadi bagi sebagian orang begitu membosankan.

Sifat dan hawa negatif dalam tubuh adalah anugrah Allah yang tidak mungkin bisa 
dihilangkan dan sebagai penyeimbang maka disusupkan juga sifat dan hawa 
posistif dan tidak hanya itu pengendalian sifat negatif yang notabane nya untuk 
kepentingan diri sendiri masih di ganjar pahala oleh Allah, dan kitapun di beri 
wadah untuk mengendalikannya seperti Sholat, Puasa, Zakat, Haji, dan lain-lain 
yang secara mikro tampak seperti pengabdian secara vertikal tetapi secara makro 
berdampak pada kesetaraan secara horisontal, lalu masalahnya dimana ? 
masalahnya tidak setiap orang mampu menahan gejolak dan lonjakan hawa negatif 
ini bahkan nabi Yusuf hampir tidak sanggup menahan lonjakan hawa tersebut jika 
tidak mendapatkan pertolongan dari Allah

"Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan 
Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia 
tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari 
padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba 
Kami yang terpilih". (QS 12:24)

dan hal ini diakui pula oleh nabi Yusuf, bahwa sebenarnya kita akan sangat 
sulit mengendalikan hawa negatif  ini jika tidak meminta pertolongan dari Sang 
Pemberi hawa negatif tersebut.

"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu 
itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh 
Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang" (QS 12:53)

Lalu dimana letak usaha kita ? jika kita mau jujur sebanarnya usaha kita hanya 
menjauhi pemicu hawa negatif atau kemungkaran ini karena jika kita telah masuk 
kedalam perangkapnya maka sulit bagi kita untuk menghindar bahkan sangat sering 
kita mendengar kata "Astagfirullah" terucap setelah kejadian berlangsung 
(marah, memandang yang bukan haq, berdusta, iri, dan sebagainya dan sebagainya) 
lalu bagaimana caranya menjauhi pemicu tersebut ? jawabannya sederhana yaitu 
banyak -banyak mengingat Allah (berdzikir) karena "la hawla wa la quwwata illa 
billah". Namun jawaban sederhana tersebut tidak cukup sederhana untuk 
diterapkan bukan ?

Salam

David

[Non-text portions of this message have been removed]

  • [daarut-tauhiid] Nafsu Yang Selalu Menyuruh Kepada Kejahatan David Sofyan