daarut-tauhiid  

[daarut-tauhiid] Melihat Kebaikan dalam Segala Hal

Abu Farras Mujahid
Sat, 27 Sep 2008 21:10:45 -0700

Segala sesuatu yang diciptakan pasti memiliki tujuan dan nilai tersendiri. 
Tugas kita sebagai manusia adalah beribadah untuk mendapat ridha Allah. Bila 
kita dapat belajar melakukannya, kita dapat belajar mengasuh jiwa kita. Sangat 
mudah melihat kebaikan Allah dalam indahnya matahari terbit, gemerlapnya bulan 
dan bintang, senyum manis adik kita, pegunungan yang indah, atau deburan ombak 
yang menerpa karang dan pantai berpasir. Namun, dapatkah kita belajar menemukan 
kesucian dalam situasi yang tidak mengenakkan? Melalui cobaan hidup yang berat, 
tragedi keluarga, atau cobaan hidup?
 

Sebuah kisah yang dimuat surat kabar nasional menuturkan tentang perjuangan 
seorang ibu yang anaknya menderita penyakit Autis. Autis adalah gangguan 
perkembangan khususnya terjadi pada masa anak-anak, yang membuat seseorang 
tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya 
sendiri. Sang ibu sangat marah, frustasi, dan kecewa saat tahu anaknya 
menderita Autis. Namun, dia segera sadar bahwa apa yang dilakukannya itu tidak 
akan menyelesaikan masalah. Kemudian dia mulai mempelajari masalah-masalah yang 
terkait dengan penyakit Autis. Mulai dari uji pendengaran BERA, EEG, sampai ke 
CT scan. Dengan penuh kegigihan, dia membawa anaknya itu ke Australia.
 

Tak ingin ditaklukan keadaan, pencariannya juga merambah ke dunia maya. Lewat 
internet, ia berkonsultasi dengan pakar Autis di luar negeri. Berbagai terapi 
dijalani; terapi wicara, terapi okupasi, terapi pendidikan khusus, sampai 
terapi diet. Dia juga berhasil menyabet gelar master Health Counseling dari 
Curtin University dan berhasil menulis tiga buah buku tentang Autis. Kejadian 
itu juga membuatnya untuk lebih dekat dengan anaknya dan juga mensyukuri nikmat 
yang telah diberikan-Nya.
 

Dari hasil telaahnya, anak Autis memiliki kelemahan dalam pendengaran, tetapi 
memiliki kelebihan dalam penglihatan. Gayatri – si ibu – kemudian 
mengeksplorasi kelebihan tadi. Bersama suami, ia memperkenalkan berbagai 
profesi berdasarkan kelebihan dalam penglihatan. Di kelas enam, Ananda – 
anaknya yang menderita Autis – mulai menekuni dunia fotografi. Kelak, ia ingin 
menjadi seorang fotografer. Ananda kini juga sudah mahir berbahasa Inggris.
 

Sahabatku, betapa agungnya Allah menciptakan semua ini. "(Allah) Yang 
menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada 
ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah 
berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian 
pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak 
menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah." (QS. 
al-Mulk: 3-4).
 

Bila hidup diisi dengan rasa rindu untuk melihat kesucian setiap hari, hal 
ajaib akan mulai terjadi. Suatu perasaan damai merekah. Bila kita sadar dunia 
ini hadir karena kekuasaan Allah, itu saja sudah memunculkan sesuatu yang 
istimewa. Bila kita ingat fakta spiritual ini ketika menghadapi orang yang 
sedang ditimpa kesulitan, hal ini akan memperluas sudut pandang kita. Ini akan 
selalu membantu kita untuk selalu mengingat Allah, baik dalam keadaan sempit 
maupun lapang. Kita benar-benar diberkahi untuk melakukan apa yang kita 
kerjakan.
 

Di suatu tempat, di dalam kepala kita, cobalah untuk mengingat bahwa ada 
kebaikan Allah dalam segala hal. Kenyataan bahwa kita tidak bisa melihat 
keindahan di dalam suatu hal bukanlah berarti keindahan itu tidak ada di 
dalamnya. Sebaliknya, itu berarti kita tidak cukup cermat mencarinya atau tidak 
memiliki sudut pandang yang cukup luas untuk melihatnya.

http://abufarras.blogspot.com  


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===================================================
 Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [EMAIL PROTECTED] 
    [EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/