daarut-tauhiid  

[daarut-tauhiid] Surat dari Bekas "Artis Porno" (buat renungan dan kita perjuangkan)

katik_sip
Sat, 27 Sep 2008 22:06:59 -0700

Oleh : Redaksi <http://swaramuslim. net/> 24 Sep 2008 - 5:30 pm 
<http://swaramuslim. com/comments. php?id=6088_ 0_15_0_C> 

Shelley Luben <http://www.shelleyl ubben.com/> mantan aktris porno
mengaku bisa keluar dari dunia gelap bernama 'industri pornografi' dan
memilih menjadi aktivis melawan ekploitasi seksual terhadap gadis-
gadis
muda Amerika.

Gadis cantik, bertubuh seksi dan mata yang membangkitkan gairah
seakan-akan berkata "i want You". Itu kesan yang terlihat di setiap
sampul film porno. Tapi, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang
masa.

Inilah kisah dan pengakuan Shelley Luben tentang masa buruk dan seluk
beluk industri maksiat itu. Tulisan ini diturunkan sebagai pelajaran
bagi kita semua. Terutama para aktivis yang "menurut mata" terhadap
dampak industri pornografi. 

Percayalah, Aku tahu !! 

"Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya
karena Nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku kepada uang. Aku tidak
pernah menyukai seks. Bahkan Aku tidak menginginkannya dan faktanya 
aku
lebih banyak minum Jack Daniels (jenis minuman alkohol import 
original.
Sejenis Jhonny Walker yang juga masuk Indonesia, red) daripada bersama
para pria yang dibayar seperti aku untuk "berpura-pura" di film.

Ya Benar tidak ada diantara kami -gadis-gadis blonde yang menyukai 
being
in porn movie. Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali
tidak peduli dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka,
laki-laki dengan keringat dan bau busuknya. Beberapa diantara kami
sering sampai muntah di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang
lainnya berusaha menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.

Tapi porn industry (industri pornografi) ingin agar kamu selalu 
berpikir
kalau kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya
bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis
adegan di film.

Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang akan
mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami 
hanya
diberi dua pilihan oleh produser: "Lakukan atau Pulang Tanpa Bayaran.
Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi." 

Iya memang benar kami punya pilihan. 

Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami
dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam.

Beberapa diantara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau 
tertular
herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar 
disembuhkan.
Salah seorang artis film porno setelah syuting dengan menahan sakit
sepanjang hari setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan 
pistol. 

Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang
berantakan dan pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari
keluarga atau tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin
bermain dengan boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki
dewasa berada diatas tubuh kami. 

Jadi sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. 
Dan
dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan
kamera padahal sebenarnya kami membenci di setiap menitnya.

Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada
alkohol dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan
akan terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya seperti; Herpes,
gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll. setiap hari menghantui kami. 

Menurut catatan Shelley dalam situs web nya. Sebelas bintang 
pornografi
mati akibat HIV, bunuh diri, pembunuhan dan obat pada tahun 2007. 
Antara
2003 dan 2005, 976 orang pemain dilaporkan dengan 1.153 hasil positif
STD. 66% dari pemain pornografi terkena Herpes, penyakit yang tak 
dapat
disembuhkan.

Memang setiap bulan kami diperiksa tapi kamu tahu, kalau hal tersebut
tidak akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan 
itu.
Selain penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikannya, banyak dari
kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam 
kami.

Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang normal.
Tapi sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan laki-laki
'biasa', maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara
film porno atau menjalani hidup sebagai lesbian. 

Buat aku, momen yang tidak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja
anak perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan
gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya juga.

Pada hari yang lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir 
di
tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka
bersih-bersih jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk
membersihkan kotoran kami. Selain itu artis porno benci memasak 
sendiri.
Biasanya kami memesan makanan yang kemudian kami muntahkan lagi karena
kebanyakan dari kami menderita bulimia, semacam gejala lapar yang 
tidak
pernah terpuaskan. 

Bagi artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling 
buruk.
Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali 
saat
kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 tahun yang
menyeret kami dari lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena 
alasan
seks) kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dikamar dan menyuruh
mereka untuk diam.

Kalau aku biasa membekali anak gadisku dengan pager dan kusuruh dia
menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku."

Semua Tipuan... 

"Kalau kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno 
mungkin
kamu akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya
kami artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua
trauma dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya
sendiri.

Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan
dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami 
menghapus
air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau
berdoa untuk kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan mengampuni semua
kesalahan kami di masa lalu.

Industri film porno tidak lebih dari "seks palsu" dan "tipuan kamera".
Percayalah.. .....!

[Kiriman Abidin MA diambil dari situs http://www.shelleyl ubben.com
<http://www.shelleyl ubben.com/> Tulisan ini didedikasikan oleh 
Shelley
untuk semua aktris pornografi yang terjangkit HIV, meninggal akibat
overdosis atau bunuh diri/www.hidayatull ah.com]

[Non-text portions of this message have been removed]


  • [daarut-tauhiid] Surat dari Bekas "Artis Porno" (buat renungan dan kita perjuangkan) katik_sip