AL shahida
Thu, 09 Oct 2008 02:49:38 -0700
Pesona Ramadan di London
Oleh : Al Shahida
Ramadan memang bulan yang penuh rahmah dan barkah selain juga sangat unik dan
menarik. Setiap kita sudah berencana dan membuat jadwal baik secara pribadi,
keluarga atau organisasi. Restoranpun mempromosikan dengan menu-menu yang
menarik ditambah ¡compliment gratis¢ seperti kurma, secangkir air dan
mungkin kue-kue manis ala mereka.
London sebagai kota metropolitan, yang kaya dengan ragam bangsa, etnis,
warna, masing-masing menawarkan berbagai berbagai traidisi kebiasaan dari
negara masing-masing.
Nah kali ini selain hadir di acara buka bersama dengan komunitas Indonesia,
yang diselenggarakan oleh KBRI, saya menyempatkan diri untuk mengikuti dan
menghadiri undangan dari berbagai komunitas muslim lainnya baik secara ethnis,
organsasi atau paguyuban atau keluarga.
Sepuluh hari menjelang Ramadan undangan dari Muslim Lawyer Association (MLA)
datang lewat internet . Resmi. Pakai RSVP, berari minta dijawab . YES or No.
Karena diselenggarakan diresotoran mungil bernama ¡Baraka¢ dikawasan
Whitechapel E1 atau London Timur. Keterbatasan tempat duduk serta persiapan
jumlah makanan yang harus disiapkan, saya kira, mengapa mereka meminta kita
untuk memberikan jawaban.
¡You no need to be lawyer to be membe of MLA¢ ujar si koordinator.¡ Please do
come, meet people and its free Ifthar¢ tambahnya. Sangat menggoda. Kebetulan
saya baru sekali memenuhi undangan mereka dulu di Holbrorn, hanya untuk kumpul,
minum teh/kopi ditarik bayaran £5...lah kali ini gratis. Kenapa tidak, kufikir.
Aku penuhi undangan mereka.
Kamis malam, pekan pertama Ramadan, acara iftharpun berlangsung .Saya tak
sempat mencari teman jadi memutuskan untuk datang sendiri saja. Yakinlah akan
kita dapatkan teman baru disana.
.
Sambil menanti saat maghrib, kami saling berkenalan dengan para tetamu yang
mulai berdatangan. Pelayan sibuk menyediakan gelas dan air minum ¡Evian¢ serta
kurma. Begitu azan mendengung berbukalah kami dengan beberapa teguk air putih
dan 1-2 butir kurma, kami bergegas ke masjid, East London Mosque, yang cuma
beberapa langkah dari restoran untuk sholat maghrib.
Usai sholat kami kembali kekursi masing-masing. Juru bicara mulai berdiri,
mengucap selamat datang dan menyilahkan Ketua MLA Ahmad Thomson, muallaf
Inggris yang ahli hukum menyapa salam dan menyampaikan :¢ Thank you for coming
brothers and sisters, Ramadan Kareem everybody¢ ucapnya serta sepatah dua
patah kata berbicara tentang MLA ditambah tausiyah yang singkat mengenai saum.
Lalu ia menyilahkan kami untuk menikmati makanan yang terhidang.
Disebuah baki, terhidanglah makanan ala Bangladesh, berisikan nasi Biryani
ayam, (nasi berbumbu dengan potongan ayam berbentuk dadu) gulai kacang daal,
pakora, (gorengan ala Bangladesh) ba¢wan terong dan salad. Lumayan sedap.
Sambil berbincang dengan tamu disebelah atau didepan, kami nikmati makanan tsb
. Tak terasa makanan habis kami lahap. ¡Tak ada penutup sis, kalau kita mau
minum teh ya harus bayar sendiri¢ujar jiranku. Aku senyum saja.
Oi..betul saja, ada sepenggal wajah cantik, tersembul diantara tetamu, sang
barister (jaksa) asal Pakistan, sister Aisya melambaikan tangannya, begitu
kusambut dia langsung menyergap dari belakangku, akupun sigap berdiri, kami
saling berpelukan. ¡What a nice surprice, you alright sis¢ Betul khan, kataku,
kemanapun kita pergi mesti ada orang yang kenal atau teman lama, yang lama
tidak kita temui.
Karenasaya datang pakai public transport saya tak betah berlama-lama. Kami
saling tukaran alamat email dan nomor hp, minimal malam itu kudapat tiga orang
kenalan baru untuk melanjutkan silaturahmi atau perluasan jejaraing kerja.
Buka Bersama di Tempat Kediaman Bapak & Ibu Dubes
Esoknya Jumat, buka bersama dengan warga Indonesia dirumah pak Dubes & kel, di
kawasan Hamstead. Seperti biasanya berbuka dengan kolak bubur kacang idjo plus
kurma. Usai sholat maghrib, kami semua lesehan dilantai lalu diminta untuk
membentuk group/lingkaran. Tersedialah hidangan Indonesia berupa nasi lengkap
dengan dendeng balado, soto serta lainnya.
Pembicara yang didatangkan khusus dari Indonesia khusus, ustad Aminullah, ahli
tafsir yang baru saja menyelsaikan S3-nya. Topik ceramahnya berjudul ¡Menggapai
Maghfirah dibulan Ramadan¢ itu luar biasa bagusnya.
Usai taraweh tak sempat berlama lama untuk ngobrol ngalor ngidul, karena jam
sudah menunjukan 10.30 lewat, tak ayal segera kukebut sibiru dongker citroenku
menelusuri jalanan ke arah London selatan.
Bersama Association Muslim Governors
Akhir pekan kedua, sekelompok Muslim yang tergabung dalam sebuah organisasi
¡Association Muslim Governor ¢(para pakar yang mengurus maslah pendidikan
anak-anak Muslim di London) menyelengarakan ifthar (bukber).
Jauh-jauh hari mereka minta dimasakin makanan ala Indonesia..¡Please write the
menu in bahasa¢ ujar Mizan, sang event co-ordinator. Alkisah mulai dari Balado
telor, Gulai ayam, Mie goreng lengkap dengan sambal dan salad (ganti
lalapan)...fiyyyuh habis dilahap..ditutup dengan Tiramisu dan Cheese cake.
Aku tersenyum geli campur bangga menyaksikan para tetamu yang belum penuh
mencicip makana kita. Nampak agak bingung sekaligus kagum. Begitu semangatnya
menyantap sambil banyak bertanya. ' What cooking is this sister?¢
¡Indonesian, kataku, ¡Masya Allah it is very delicious and excotic and very
different..hhhmm¢. Mie goreng dan balado telor yang menjadi favorite, rupanya.
Ah memang dasarnya makanan kita sedap ko. .
Remaja yang multi nationalpun ikutan ....
Begitu juga sekumpulan remaja diundang untuk iftharan oleh nyonya rumah Anisa,
dikawasan Streatham, London selatan. Mereka berjumlah sekitar 25 remaja bersama
ibunya yang berasal dari Aljazair, Barbedos, Jamaika , Pakistan , Inggris dan
dam entah mana lagi, sangat menikmati penganana kita. Usai makan, menanti
saatnya tarawih mereka diberi quis dan diskusi mengenai Ramadan.
¡What is the purpose of saum, what are we not suppose to do in Ramadan dsb¢
Biasanya mereka segera angkat tangan berebut untuk menjawab. ¡Do not say
horrible things, do not lie, behave well, be patien and do not watch television
(Dilarang bicara yang jelek, tidak bolehberbohong, berakhlak baik, sabar dan
tidak nonton tv) dan sebagainya....subhanallah. Sambil tak hentinya mengunyah
cemilan yang ada didepan mereka. Maklum remaja.
Yang berusai 9 tahunan biasanya mereka puasa setengah hari, kalau week-end saja
mereka puasa penuh. Orang tua memberi tahu pada guru-guru kalau mereka saum dan
konon sang guru sangat kawatir terhadap mereka yan gpuasa, takut terjadi atau
terkena dihaidrasi, katanya.
Bersyahadat di bulan Ramadan
¡Sis..jangn lupa besok Sabtu dirumahnya sister Amina¢ Anisa mengingatkan aku,
saat pamit.¢Yang ini komunitas apa sis ?¢ tanyaku¢ Entahlah..pokoknya yang
hadir katanya sekitar 40-an, wanita semua. Kegiatan, Amina itu kayanya da¢wah
deh, sering menolong orang untuk bersyahadat.
Pada waktu yang sudah direncanaka kami pergi bersama. Saat kami tiba, ruangan
sudah begitu padat. Acara sudah dimulai sejak jam 5.30 sore (buka puasa pk
7-an). Mereka semua lesehan dilantai. Semua tertuju kepada si penceramah yakni
seorang sister dari New York . Kami masih sempat mendengarkan. Ceramahpun
selesai.
Seorang wanita cantik, berambut pirang dipanggil kedepan. ¡Come sister, sit
here¢ ujar sister Amina. Agak tersipu malu ia melangkah kedepan. Ia banyak
mendapat perhatian dan sorotan dari semua hadirin.
Ia duduk dan mendengarkan beberapa keterangan dari sister Amina. Suasana
begitu tenang penuh haru. Syahdu. ¡Evrybody please say takbir...when we finish
doing this syahadah, ok¢ pinta Amina. Kami semua meng-iyakan.
¡Follow me¢ ujaranya. Dibimbinglah si wanita itu untuk bersayahadat¢ La
ialaha...¢ dia ikuti dengan sangat susah dan terbata bata¢ lalu ¡ Ilallah..wa
asyahadu...ana Muhammad dar Rasulullah, ia ikuti dan sudahi dengan sempurna,
lalu diterjemahkan oleh Amina¢ I bearwitness there is no God but Allah and
Mohammad (peace be upon him) is His final masssanger¢ iapun menirukannya
dengan lengkap¢
Kami serempak berTakbir..¢Allah Akbaaaar!, akhirnya disalami dan dipeluknya
ia. Well Done ! Welcome to Ummah, your are our family now! ucap Amina.
Kami sibuk menyalaminya, ia nampak bungah, dan katanya merasakan bahagia,
merasa ringan bahwa ia telah bersyahadat dan disaksikan oleh banyak orang. Tak
lama azan maghrib berdengung untuk berbuka. Baki dengan mangkok plastik
berisikan potongan buah pear, pisang dan anggur beredar, tak lupa butir-butir
kurma terhidang pula. Terasa ringan berbuka dengan buah-buahan...lalu kami
menyusun syaf untuk sholat maghrib.
Usai solat, makanan yang sangat sederhana terhidang..berupa nasi basmati
berwarna kuning tercampur dengan sayuran, ditemani roti/capati, sepotong
samosa, pakora dan sosis super kecil. Tidak ada kemewahan, menu sangat simple,
tidak ada makanan yang berlebihan. Si nasipun masih dalam kuali besar begitu
saja, terhidang dimeja, makan dengan piring dan sendok plastik. Simbul
kesederhanaan sebagaimana Rasulullah mengajarkan kita.
Saya berkenalan dengan seorang gadis yang mengaku dirinya orang Perancis.Konon
dua pekan lalu dia baru saja melafazkan syahadatnya, diruangan itu juga.
Ternyata memang dia kos-an disitu). Sarah namanya, Inggrisnya ber-aksenkan
Perancis.
Ketika saya tanya apa yang menyebabkan dia memilih Islam..¢ Well to tell the
truth, actually I was born Muslim, I am Algerian origin, born and grew up in
France , but my parent never showem me Islam, they dont practise, so my my
father who never believe in God, tough he is Muslim... so I am very French¢
akunya. Saya prihatin dan terperangah mendengarnya. Namun bukti nyata akan
keberhasilan sang Perancis yang merubah pola fikir Muslim dinegeri jajahannya
dulu.
'So alhamdulillah when I met sister Amina, she explained to me about Islam
then I decided to take syahadah, here in this house...¢ ia tersenyum bangga
bahwa dirinya kini lahir kembali sebagai Muslim.
Saatnya tiba untuk pamit..¢ Hang on.,¢ ujar Amina..¢ can you seat for minutes,
this sister is going to do syahadah as well... wow kamipun duduk kembali
bersimpuh. Saya kebetulan duduk disebelahnya. ¡ This sister has
been practising like praying for 18 months, also she has been fasting (saudara
kita ini sudah mempraktekan sholat dan selama 18 bulan dan sudah pula puasa)
..¢ ujar Amina, ¡but she does not feel right and she want to do it again and
witnessed by us¢. Aminapun membimbing si wanita muda ini yang dulunya beragama
Hindu.
Ia mengaku bahwa sejak ia tertarik dengan Islam 18 bulan lalu, ia bersyahadat
tapi sendirian saja, karena dia fikir itu betul, lalu belajar dan mempraktekan
sholat dan bahkan puasa...tapi ternyata tidak benar ya..? Hati saya bergetar
tatkala menyaksikan sister itu bersyahadat yang disaksikan oleh banyak orang,
hati saya menjeit ingin juga mengucap syahadat dan disaksikan oleh orang
banyak...ujarnya . Akhirnya..ya inilah saya mendadak sontak ingin bersayahadat
didepan kalian...ujarnya. Samitha, itulah namanya.
Akhirnya kami pulang dengan rasa bahagia dan lega telah menyaksikan fenomenal
luar biasa malam itu...insya Allah bersambung.
London, 28 September 2008
([EMAIL PROTECTED])
.
"And they feed, for the love of Allah, the poor, the orphan, and the
captive..."
[Surah al-Insaan, 8]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/