Abu Fadhil
Mon, 13 Oct 2008 05:08:30 -0700
http://www.eramuslim.com/taujih-mursyid-aam/kebobrokan-peradaban-barat.htm
Kebobrokan Peradaban Barat
Jumat, 10 Okt 2008 13:34
Tidak diragukan lagi bahwa kejadian besar yang menimpa umat Islam mendorong
kita untuk selalu merenung tentang keadaan dan apa yang menimpa mereka dari
pergantian hari dan tipu daya malam.
Taujih Ustadz Mahdi 'Akif
Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin
Dengan nama Allah, Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam bagi Rasulullah
dan orang-orang yang mengikutinya, amma ba’du.
Tidak diragukan lagi bahwa kejadian besar yang menimpa umat Islam mendorong
kita untuk selalu merenung tentang keadaan dan apa yang menimpa mereka dari
pergantian hari dan tipu daya malam. Dulu, mereka berpegang teguh pada
agamanya. Merekalah umat yang luhur, dimana tentara mereka dapat berdiri tegak
di hadapan pasukan musuh yang melampaui batas, yang terbesar pada masa itu.
Mereka mengatakan “Sesungguhnya Allah mengutus kami untuk mengeluarkan umat ini
dari penyembahan kepada hamba sahaya menuju penyembahan kepada Allah Ta’ala
yang satu. Mengeluarkan manusia dari kezaliman berbagai agama kepada keadilan
Islam. Membebaskan manusia dari sempitnya dunia menuju luasnya dunia dan
akhirat.”
Begitupun para penggantinya, pernah menyampaikan dengan penuh percaya diri
kepada awan yang berhembus di udara, “Turunkanlah hujan sekehendakmu, maka
pastilah curahanmu akan menimpaku.” Salah satu pemimpinnya menceburkan kudanya
ke lepas pantai, dimana berakhirlah satu bidang bumi di hadapan matanya, lalu
ia berkata, “Demi Allah, seandainya aku tahu bahwa di belakangmu ada daratan
dimana orang mengkafirkan Allah, pastilah aku akan memeranginya di jalan Allah.”
Maka (seolah-olah) bumi dilipatkan untuk mereka, semua kesulitan dimudahkan,
dan tegaklah hukum keadilan dimana mereka berada. Dan (saat itu) tidak ada
orang merdeka yang diperbudak di tanah mereka, juga tidak ada orang yang
dizalimi. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (pernah) berdiri untuk
jenazah orang Yahudi yang lewat di depan mereka seraya berkata, “Bukankan ia
juga manusia?”
Dan khalifah mereka, Al-Faruq, pernah menyuruh seorang Nashrani dari mesir
untuk meng-qishash anak dari gubernur mereka seraya berkata, “Sesungguhnya,
seorang anak tidak memukul kecuali dengan kekuasaan ayahnya.” Kemudian beliau
mengatakan sesuatu yang kekal (dalam ingatan) hingga sekarang, “Ya ‘Amr, sejak
kapan kamu memperbudak manusia, sedangkan ibu-ibu mereka telah melahirkan
mereka dalam keadaan merdeka?”
Peradaban yang Manusiawi
Hampir berlalu satu atau dua generasi, hingga Islam menjadi sebuah ”butik
peradaban” yang memiliki bangunan canggih. Di dalamnya menyatu berbagai
penghasilan alam. Maka muncullah dari golongan ahli hadits Imam Bukhari, Muslim
An-Nîsâbûrî, Abu Dawud as-Sajastanî, dan An-Nasai. Begitu juga Ibnu Hambali
Al’Arabi Asy-Syibani. Dan dari golongan ahli tafsir diantaranya Ath-Thabari dan
Qurthubi. Begitu juga Ibnu Katsir, Al-Arabi Al-Qurasyiyyi. Kemudian dari ilmu
kedokteran dan filsafat diantaranya Ar-Raazi, Ash-Shaby, Ibnu Rusyd Al-Andalusy.
Mereka mengangkat syi’ar: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu
adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al-Hujurat: 13). Mereka juga mempunyai
seruan: “Tidak ada keutamaan orang Arab atas orang asing kecuali dengan
ketaqwaan.”
Zaman silih berganti, dan setiap sesuatu kalau tidak sempurna pasti ada
kekurangan. Faktor kelemahan menghinggapi umat Islam dari sisi internal, juga
faktor tekanan yang terus menerus dari sisi eksternal. Dan bergoncanglah
martabat Islam dalam diri umat ini dan pimpinannya. Tentaranya rapuh dan
perlawanannya luluh serta musuh-musuh punya pengaruh dari segala sisi. Benarlah
apa yang difirmankan Allah Ta’ala: “Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui
tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali
kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung
selama-lamanya" (QS. Al-Kahfi: 20).
Perang Salib
Penjajah bangsa barat kemudian menancapkan cakarnya, dari Turkistan timur,
Filiphina dan Indonesia dari sisi sebelah timur sampai negeri Spanyol dari sisi
barat. Dan dari Eropa tengah di sisi utara sampai Afrika di sisi selatan.
Semuanya dalam satu serangan yang dilancarkan kepada mereka dan menewaskan
jutaan kaum muslimin. Hasil-hasil bumi mereka dirampas secara rapi dan budi
pekerti anak bangsa mereka dihancurkan dengan sengaja. Di antara mereka
terdapat jarak antara sebab-sebab munculnya kekuatan dan faktor-faktor
kebangkitan.
Orang-orang dari pasukan Italia meneriakkan seruan yang bergemuruh setelah
menggempur Libia: “Wahai ibu, janganlah engkau menangis, tapi tertawalah dan
berharaplah, sungguh aku akan pergi ke Tripoli dengan perasaan riang gembira.
Aku akan tumpahkan darahku untuk membinasakan umat! Untuk memerangi Islam dan
aku akan memerangi dengan sepenuh kekuatanku untuk menghancurkan al-Qur’an.”
Orang-orang dari pasukan Inggris meneriakkan seruan seniornya, Gladiston yang
mengatakan dengan penuh congkak: “Wajib untuk menghilangkan al-Qur’an.” Mereka
juga melihat pimpinannya, Lord Lamby memasuki Al-Quds pada perang dunia pertama
seraya berseru: “Hari ini Perang Salib telah usai.” Jenderal Prancis, Ghoro
menendang makam Shalahuddin di Syiria, lalu mengatakan, “Kami datang kembali,
wahai Shalahuddin.”
Setelah itu, warga dunia dikejutkan dengan kejadian yang dilakukan Serbia dan
Kroasia terhadap muslim Bosnia… lima puluh ribu muslimah telah ternodai
kehormatannya di hadapan mata dan telinga orang-orang Eropa dan Amerika dan
juga pasukan PBB. Mereka dihamili oleh janin-janin anjing yang terlaknat!
Sungguh tidak hanya mereka yang dicela dan dibenci, seharusnya kita mencela
diri kita sendiri dan kelemahan kita.
Bobroknya Peradaban Barat
Kita tidak bersikap apriori dengan semua peradaban barat. Bahkan, kita mengakui
apa-apa yang telah mereka persembahkan untuk kemajuan dunia dalam hal sains dan
teknologi serta kebangkitan dalam ilmu pengetahuan, seni, politik dan sosial.
Bagaimana kita memungkiri itu semua, padahal kita adalah anak dari sebuah
peradaban dimana Al-Qur’an mengatakan: “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu
terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku
adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah: 8)
Akan tetapi, pada waktu yang bersamaan kita membenci kelalaian, karena hal itu
akan membuat kemurkaan Allah. Allah berfirman: “Dan sesungguhnya Kami jadikan
untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai
hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka
mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda
kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya
untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan
mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (QS. Al-A’raf:
179). Kita benci, Allah melihat kita termasuk bagian dari orang-orang yang
lalai dimana mereka tidak mengenal musuh daripada teman.
Sungguh kita telah melihat benih-benih permusuhan atas diri umat Islam berdiri
tegak di atas pondasi yang kokoh. Kita juga melihat hati-hati mereka terbakar
oleh kedengkian, yang digerakkan oleh dongeng-dongeng sesat. Mereka jadikan
dongeng itu sebagai agama hingga salah seorang senior mereka mengatakan,
sesungguhnya Tuhan telah menurunkan wahyu untuk menggempur Irak dan merobohkan
sistem peradilannya. Mereka mengatakan dengan lantang bahwa perang terhadap
umat Islam adalah perang salib.
Kita telah mengetahui dengan sebenar-benarnya bahwa peradaban Eropa dan Amerika
tidak ada kaitannya dengan agama masehi yang dibawa oleh Utusan Allah, Nabi Isa
‘Alaihis Salam.
Agama ini berdiri atas dasar toleransi dan cinta kasih. Kita sepakat apa yang
pernah dikatakan Welez, pengarang kitab ‘Ma’alim fi Tarikh al-Insaniyyah
(Petunjuk-petunjuk dalam Sejarah Manusia), penulis mengatakan: “Sesungguhnya
bangsa Eropa telah terbiasa sejak lama menjadikan ajaran-ajaran Yesus Sang
Penyelamat sebagai penghalang yang kuat.
Sejak Eropa masuk ke dalam era kebangkitan, mereka memutuskan untuk menjadikan
agama dan gereja dalam kehidupan mereka tempat yang sejauh-jauhnya. Mereka
memisahkan agama dari kehidupan dunia. Akan tetapi kita mendapatkan sekarang,
agama menjadi tunduk kepada hawa nafsu mereka dalam kecongkakan dan
keterpaksaan, seperti yang kita lihat. Mereka jadikan agama palsu itu lebih
buruk dari apa yang diperkirakan yaitu kefanatikan yang terkutuk, dimana mereka
tidak mengindahkan ajaran-ajaran langit lagi.
Kita mengetahui bahwa di barat banyak cendikiawan. Mereka tidak rela apa-apa
yang berubah dari alam ini karena pengaruh peradaban mereka. Permusuhan ini
membuat perasaan mereka tidak dapat tidur di alam ini, karena ulah siasat
mereka.
Sesungguhnya 94 persen penghasilan dunia datang dari negara industri mereka dan
75 persen investasi dunia mengarah ke negara-negara mereka. Kekayaan alam
berada pada segelintir orang-orang kaya. Dua ratus orang di negara mereka
memiliki harta sebanyak 1 Milyar Dollar, sedangkan 582 juta orang di 43
negara-negara berkembang hanya memiliki 146 juta Dollar.
Satu juta orang yang hidup di negara-negara berkembang tidak memiliki cadangan
air minum yang baik dan 43 juta manusia mengidap penyakit aids, buah dari
eksperimen mereka.
Mereka mengeluarkan kekayaan alam untuk pembuatan senjata dan hal-hal lain yang
berlebihan. Disamping itu, terdapat 73 juta penduduk arab hidup berada di bawah
garis kemiskinan dan 15 juta orang pengangguran.
Apakah ini semua hasil dari peradaban mereka yang sekarang memimpin dunia, yang
bisa membuat hidup ini abadi? Atau hal tersebut merupakan peringatan akan
sebuah kehancuran bila tidak mengikuti pendapat para cendikiawan?
Perhatikanlah, kehancuran Barat sudah di depan mata.
Makna Kemajuan Peradaban
Peradaban bukan sekadar kemajuan dari segi materi saja, akan tetapi ia adalah
kemajuan dari segi materi yang berdiri berlandaskan asas-asas keruhanian dan
akhlak yang luhur, serta nilai kemanusiaan yang agung.
Peradaban bukan terbatas pada perkembangan kota saja, akan tetapi merupakan
sebuah anugerah umat dari segala sisi, baik materi maupun etika. Dan nilainya
dilihat dari kebaikan manusia yang ada.
Benar apa yang difirmankan Allah Ta’ala kepada umat Islam: “Kamu adalah umat
yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia” (QS. Ali Imran: 110) dan firman
Allah: “Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya;
adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi" (QS.
Ar-Ra’du: 17).
Wahai Umat Islam!
Sesungguhnya putera-puteri kalian dituntut untuk memikirkan masalah ini lebih
dari yang pernah dilakukan pada masa lalu. Mereka harus mengetahui kebutuhan
manusia dan urgensi misi dakwah yang mereka emban serta peradaban yang mereka
agungkan. Sesungguhnya semangat tinggi yang digelorakan pemuda-pemuda kita di
hadapan agresi Barat dan Zionis-AS akan membangkitkan umat ini dari tidur
panjangnya dan memperingatkan mereka dari tipu daya dan bualannya.
Sesungguhnya kita berada pada puncak sejarah yang dapat melumpuhkan peradaban
yang penuh paksaan, perbudakan, kezaliman dan kecongkakan untuk memberikan
tempat bagi peradaban yang lebih adil dan manusiawi.
Allah Ta’ala berfirman: “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahuinya". (QS. Yusuf: 21)
Shalawat dan salam Allah serta keberkahan atas diri Nabi Muhammad dan
keluarganya serta sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/