daarut-tauhiid  

[daarut-tauhiid] TAUHID RAHASIA KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHERAT

Susiana
Mon, 13 Oct 2008 05:10:00 -0700

 
 
BismillaaHir Rohmaanir Rohiim
Assalamu'alaykum wa RohmatulloHi wa BarokatuHu
 
Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allohu Ta'ala. kita memujiNya meminta 
pertolongan kepadaNya dan memohon ampunanNya, serta berlindung kepada Alloh 
dari kejelekan diri diri kita dan dari kejahatan amalan amalan kita. 
Barangsiapa yang Alloh beri petunjuk padanya, maka tiada yang dapat 
menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Alloh sesatkan, maka tiada yang bisa 
menunjukkinya.
Dan aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar 
kecuali Allohu Ta'alaa dan tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa 
Muhammad adalah hamba dan RasulNya.

Amma ba'du

 
<http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/aqidah-manhaj/tauhid-rahasia-kebahagiaan-dunia-dan-akhirat/>
 Tauhid Rahasia Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

posted in  <http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/category/aqidah-manhaj/> 
Aqidah & Manhaj | 

Penulis: Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Siapa yang tidak menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, kita semua tentu 
menginginkannya. Hanya yang perlu untuk kita pertanyakan bagaimana cara untuk 
meraih keduanya. Sementara, kita yakini bersama bahwa Islam adalah agama yang 
ajarannya universal (menyeluruh). Islam satu-satunya agama yang mendapatkan 
legitimasi (pengakuan) dari Sang Pemiliknya Jalla Sya'nuhu.

Islam adalah agama yang rahmatan lil alamiin. Tidak didapatkan satu ajaranpun 
dalam Islam yang merugikan para pemeluknya, tidak ditemukan satu prinsip pun 
dalam Islam yang mencelakakan para penganutnya. Tetapi pada kenyataannya banyak 
kalangan yang hanya menitikberatkan perhatiannya pada dunia dan bagaimana cara 
untuk mendapatkannya. 

Padahal Allah telah mengingatkan kita dengan firman-Nya, "Ketahuilah bahwa 
sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, 
perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang 
banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan 
para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning 
kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan 
ampunan dari Allah serta keridloanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain 
hanyalah kesenangan yang menipu." (QS Al Hadid: 20).

"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami 
berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan 
mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak 
memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang 
mereka telah usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan." 
(QS Huud: 15-16).

Para pembaca -yang semoga dirahmati Allah-, petunjuk Rasulullah Shalallahu 
'alaihi wassalam adalah sebaik-baik petunjuk. Siapa yang mengambilnya ia akan 
bahagia dan yang meninggalkannya akan celaka. Allah berfirman, "Maka hendaklah 
orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau 
ditimpa adzab yang pedih." (QS An Nuur: 63).

Terbukti generasi yang bersamanya, yakni generasi para sahabat meraih gelar 
terbaik umat ini, karena mereka mengambil petunjuknya. Itulah mereka para 
sahabat yang telah berhasil meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Bagaimana 
tidak, sedang mereka mendapatkan bimbingan tauhid selama kurang lebih 13 tahun 
hingga akhirnya mereka memiliki landasan yang kokoh dalam kehidupannya.

Oleh karena itu, tauhid itulah sebagai landasan yang menghantarkan seseorang 
kepada kebahagiaan yang sebenarnya. Sebab mentauhidkan Allah adalah tujuan 
diciptakannya manusia. Allah berfirman, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan 
manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS Adz Dzariyaat: 56). Ibnu 
Katsir berkata: makna "ya'buduun" dalam ayat ini adalah "yuwahhiduun" 
(mentauhidkan Allah). Al Imam Al Baghowi menyebutkan dalam tafsirnya bahwa Ibnu 
Abbas RA mengatakan: "Setiap perintah beribadah dalam Al Qur'an maka maknanya 
adalah tauhid."

Para pembaca -yang semoga dirahmati Allah-, bagaimana tidak dikatakan bahwa 
tauhid sebagai landasan yang akan menghantarkan seseorang kepada kebahagiaan 
dunia dan akhirat, sedangkan Allah meridloi ahli tauhid. Rasulullah Shalallahu 
'alaihi wassalam bersabda, "Sesungguhnya Allah meridloi kalian tiga perkara: 
kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, 
berpegang teguh dengan tali Allah semuanya dan jangan bercerai berai, dan 
memberikan nasihat kepada orang yang Allah jadikan pemimpin atas urusan-urusan 
kalian." (HR Muslim dari Abu Hurairoh).

Itulah tauhid, tauhid adalah sebagai jalan untuk mendapatkan dua kebahagiaan 
tersebut, sebab dengan menegakkan tauhid berarti menegakkan keadilan yang 
paling adil. Sementara tujuan Allah mengutus rasul-Nya dan menurunkan kitab-Nya 
adalah supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Allah berfirman, 
"Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti 
yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca 
(keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan." (QS Al Hadiid: 25).

Tauhid sebagai landasan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat karena keamanan 
serta petunjuk di dunia dan akhirat hanya akan dicapai oleh para ahli tauhid. 
Allah berfirman, "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman 
mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat 
keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS Al 
An'aam: 82). Berkata Ibnu Katsir pada ayat ini: "Yaitu mereka yang memurnikan 
ibadahnya untuk Allah saja dan tidak berbuat kesyirikan dengan sesuatu apapun, 
mereka mendapatkan keamanan pada hari kiamat dan petunjuk di dunia dan akhirat."

Jadi memang tauhidlah yang akan menghantarkan kepada kebahagiaan yang hakiki. 
Karena khilafah di muka bumi serta kehidupan yang damai, aman, dan sentosa 
berbangsa dan benegara hanya akan diraih melalui tauhid. Allah berfirman, "Dan 
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan 
mengerjakan amal-amal yang sholih, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan 
mereka berkuasa di muka bumi.

Sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan 
sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridloinya untuk 
mereka. Dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, semula mereka berada 
dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada 
mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang kafir sesudah 
janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS An Nuur: 55).

Para pembaca -yang semoga dirahmati Allah-, ahli tauhid mereka orang-orang yang 
akan mendapatkan jaminan surga dari Allah. Rasulullah Shalallahu 'alaihi 
wassalam bersabda, "Barangsiapa yang bertemu Allah dalam keadaan tidak 
menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, ia akan masuk surga. Dan barangsiapa 
yang bertemu dengan-Nya dalam keadaan menyekutukan-Nya, ia akan masuk neraka." 
(HR Muslim dari Jabir bin Abdillah). Ahli tauhid mereka orang-orang yang akan 
berbahagia dengan syafa'atnya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Abu 
Hurairoh bertanya kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam, "Siapakah orang yang 
paling berbahagia dengan syafa'atmu?" Beliau menjawab, "Orang yang mengatakan 
'laa ilaaha illallah' ikhlas dari lubuk hatinya." (HR Bukhori dari Abi 
Hurairoh).

Ahli tauhid mereka orang-orang yang terjaga dan terpelihara darah dan hartanya. 
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda, "Aku diperintahkan untuk 
memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak untuk 
diibadahi secara benar kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah, 
menegakkan sholat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukannya, mereka terjaga 
dariku darahnya dan hartanya kecuali dengan hak-hak Islam, dan perhitungannya 
atas Allah." (HR Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar).

Demikianlah para pembaca -kaum muslimin- tauhid adalah rahasia kebahagiaan 
dunia dan akhirat, karena yang pertama kali diwajibkan atas seorang hamba 
adalah tauhid. Allah berfirman, "Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun 
sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadanya bahwasanya tidak ada Ilah yang 
hak melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku." (QS Al Anbiyaa: 
25).

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam berkata kepada sahabat Muadz bin Jabal 
radhiallahu `anhu ketika beliau mengutusnya ke negeri Yaman, "Sesungguhnya 
engkau akan mendatangi kaum dari Ahli Kitab. Jika Engkau mendatanginya maka 
serukanlah kepada mereka supaya mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah -yang 
berhak untuk diibadahi- kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah..." (HR 
Bukhori Muslim dari Ibnu Abbas radhiallahu `anhu).

Imam Al Hafizh Al Hakami mengatakan, "Kewajiban pertama atas hamba, mengenal Ar 
Rahmaan (Allah) dengan tauhid." Dan tauhid juga yang menjadi kewajiban terakhir 
atas seorang hamba, ketika menjelang kematiannya Abu Tholib, Rasulullah 
Shalallahu 'alaihi wassalam datang menemuinya dan berkata, "Wahai paman, 
ucapkanlah 'laa ilaaha illallah', kalimat yang menjadi hujjah untukmu di sisi 
Allah..." (HR Bukhori Muslim dari Sa'id ibnul Musayyab dari bapaknya 
(Musayyab)).

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam juga bersabda, "Barangsiapa yang akhir 
ucapannya 'laa ilaaha illallah', ia akan masuk surga." Semoga Allah memberikan 
taufiq kepada yang dicintai dan diridloinya. Amin ya Mujibas sailiin.

(Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Hamzah Yusuf dari Bulletin al Wala wal Bara 
Edisi ke-7 Tahun ke-1 / 24 Januari 2003 M / 21 Dzul Qo'dah 1423 H. Judul asli 
Tauhid Rahasia Kebahagiaan Dunia dan Akhirat. URL sumber 
http://fdawj.atspace.org/awwb/th1/7.htm)

 

 
 
Wassalamu'alaykum wa RohmatulloHi wa BarokatuHu


[Non-text portions of this message have been removed]

  • [daarut-tauhiid] TAUHID RAHASIA KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHERAT Susiana