demi-demokrasi  

[demi-demokrasi] Re: Iblis, apakah sungguh ada atau cuma mitos saja?

jusfiq
Thu, 19 Aug 1999 12:58:22 -0700

Date sent:              Thu, 19 Aug 1999 08:41:15 -0500 (CDT)
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
From:                   "Nur Agustinus" <[EMAIL PROTECTED]>
To:                     Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
Subject:                Iblis, apakah sungguh ada atau cuma mitos saja?

> Iblis, si Ular Tua itu, apakah sungguh ada atau cuma mitos saja?
> 


    Saya nggak percaya  Iblis itu ada! 

    Sasis aja belon pernah ketemu Iblis, lalu bagaimana kita bisa percaya
    bahwa Iblis itu ada?

Jusfiq


> Dalam beberapa ajaran agama dikenal adanya tokoh iblis (satan). > 
Peran
> iblis ini diketahui sejak awal ketika menggoda manusia (Adam dan Hawa) di
> Taman Eden. Tafsiran dari Kitab Kejadian menunjukkan bahwa ular itu adalah
> iblis yang menyamar atau iblis menggunakan ular tersebut sebagai medianya.
> 
> Yang jadi pertanyaan, apa maksud penulis cerita itu. Anggaplah mitos
> tentang manusia pertama dan diusirnya manusia dari tempat yang enak ke
> tempat yang susah (bumi) ini diadopsi serta diadaptasi dari mitos yang ada
> sebelumnya, mengapa ular menjadi tokoh yang penting?
> 
> "Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang
> dijadikan oleh Tuhan Allah." (Kejadian 3:1) Saat ini, kita tahu bahwa ular
> bukan binatang yang cerdik. Monyet dianggap binatang di darat yang paling
> cerdik. Mengapa bukan monyet yang dipakai? Mengapa harus ular?
> 
> Yesus sendiri rupanya punya pendapat yang sama tentang ular : "Hendaklah
> kamu cerdik seperti ular" (Matius 10:16)
> 
> Bagaimana anggapan penulis mitos ini tentang ular?
> 
> Pemujaan terhadap ular memang ada. Coba perhatikan ayat ini:
> Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan
> tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang dibuat
> Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban
> bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan. (2 raja 18:4)
> 
> Pemujaan terhadap ular ini, rupanya "warisan" dari Musa yang bermula dari
> peristiwa di padang gurun setelah bangsa Israel keluar dari Mesir.
> Perhatikan ayat ini:
> 
> Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika
> seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah
> ia hidup. (Bilangan 21:9)
> 
> Orang Mesir kuno, lambang salah satu dewa mereka adalah ular. Ini terlihat
> dari simbol ular kobra dengan matahari, yang juga sering terdapat di topi
> atau tongkat kerajaan mereka. Bukan tidak mungkin, Musa sebagai seorang
> bekas pangeran Mesir, terpengaruh kepercayaan ini.
> 
> Kalau membaca surat rasul Paulus, memang di ular dianggap memperdaya Hawa
> (baca di 2 Korintus 11:3). Hanya saja, label yangdiberikan kepada ular
> dalam terjemahan bahasa indonesia adalah "licik" sementara sebelumnya,
> ular memiliki label "cerdik". Bahasa Inggrisnya adalah "cunning" yang
> memang bisa berarti "kelicikan" dan juga "Kecerdikan". Namun hal itu bisa
> berbeda arti.Kata yang sama, yakni "cunning" juga digunakan di Kejadian
> 3:1 (menurut The New American Bible).
> 
> Uniknya, kalau kita membaca Al Quran, terutama soal siapa yang menggoda
> Adam dan hawa, tidak lagi dikatakan ular, melainkan sudah menjadi
> "syaitan" (satan). Mengapa menjadi "syaitan" bukan tetap sebagai ular?
> Kata Arab untuk ular adalah afa'â. Ular memang jadi perhatian bagi manusia
> jaman dahulu, kemampuannya ganti kulit dihubungkan dengan hidup abadi,
> sebagai lambang perlindungan sekaligus kejahatan (apopis) bagi bangsa
> Mesir kuno, bagi orang Kanaan, ular adalah lambang kesuburan.
> 
> Trauma bangsa Israel dengan ular ini nampaknya membekas, terutama ketika
> berada di padang gurun selama 40 tahun. Boleh jadi, dari situ kemudian
> berkembang ular menjadi musuh (lawan = iblis) bagi bangsa itu.
> 
> Tapi apakah memang demikian? Atau ada penjelasan lain?
> 
> Sebenarnya konsep tentang iblis (satan) ini tidak ada di jaman Israel
> kuno. Konsep tentang iblis ini muncul belakangan sekitar beberapa ratus
> tahun sebelum masehi. Apalagi sesudah jaman perjanjian baru (sesudah
> masehi), berapa kali kata Satan diucapkan. Jadi memang interpretasi
> Muhammad itu tidak unik, karena memang pada saat itu, memang begitu
> interpretasinya. Bahkan menurutnya, ada kemungkinan idea tentang Iblis
> atau Lucifer ini muncul setelah pembuangan umat Israel ke Babylonia?
> 
> Kalau memang konsep Satan itu belum jelas sebelum Babylonia, jelaslah
> bahwa kita semua meminjam konsep dari Zoroaster. Umat Jahudi tidak begitu
> memperdulikan Satan. Juga umat protestan (walaupun ada kelompok protestan
> yang mempedulikan satan juga). Tetapi bagi katolik, ini penting, sampai
> masuk dalam rumusan baptis, demikian juga bagi umat islam.
> 
> Mengenai ular, di Taurat Jahudi, dalam bahasa Inggrisnya, mereka
> menterjemahkan Musa mengubah tongkat menjadi... buaya, bukan ular. Dan
> memang buaya ini lambang Pharaoh.
> 
> Tapi, bagaimana dengan ular yang menggoda Hawa (Eva).
> 
> "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara
> keturunanmu dan keturunannya, keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan
> engkau akan meremukkan tumitnya" (Kej.3:15)
> 
> Ada yang berpendapat, ini merupakan pernyataan strategis yang tidak
> mungkin di tujukan kepada binatang. Juga tidak ditujukan kepada  "buah
> pikiran" Eva. Pastilah kepada suatu pribadi yang harus bertanggung jawab
> atas perbuatannya itu. Nah, pribadi inilah yang selanjutnya
> di-identifikasikan atau dikenal dengan nama Satan yang artinya "resister"
> atau penentang.
> 
> Walau demikian, sebenarnya itu merupakan interpretasi yang muncul
> belakangan. Kemudian resister itu dipersonafikasi menjadi sesuatu yang
> semakin jelas, The Beast. Di masa itu, ular merupakan lambang kekuasaan,
> Pharaoh Mesir menggunakan ular untuk mahkotanya. Orang Cina punya binatang
> paling powerful bentuknya ular gede, bisa terbang lagi, namanya Dragon.
> Apalagi di Amerika Latin, Anakonda itu disembah-sembah. Nah, ular itulah
> lambang keinginan manusia untuk berkuasa, untuk menyaingi Tuhan. Kita bisa
> langsung menginterpretasikan soal ular itu tanpa perlu mempersonafikasikan
> ular menjadi Satan yang akhirnya dipandang sebagai kekuatan yang menyaingi
> Tuhan. Masalahnya adalah antara Manusia dan Tuhan. Satan itu diadakan
> hanya sebagai kambing hitam, azazel.
> 
> Menurut saya, tokoh Setan ini boleh jadi memang tidak ada dalam kebudayaan
> waktu itu. Namun makhluk-makhluk dimensi lain yang disebut demon (sejenis
> jin) ini ada dan sudah dikenal. Konsep roh-roh ini (spiritual beings) ini
> muncul juga di Yesaya. Israel kuno, nampaknya mengadopsi kepercayaan
> bangsa mesopotamia tentang demon ini. Salah satu demon yang terkenal
> adalah Lilith. Lilith ini menurut mitosnya adalah istri Adam yang pertama
> (sebelum dengan Hawa). Namun, apakah ada kesamaan antara mitos Lilith ini
> dengan si Lucifer? Dia yang menolak tunduk kepada Adam sehingga dibuang
> dan dikutuk jadi jahat.
> 
> Lalu, mengapa diadakan permusuhan antara manusia dengan ular? Siapakah
> ular itu? Meski banyak yang menganggap cuma kisah atau dongeng saja, kitab
> kejadian menyebutkan bahwa ular sebagai binatang yang paling cerdik yang
> ada di darat. Mitos ular ini dikenal sejak lama, mulai dari amerika latin
> (Quetzalcoatl), Babylonia, Yunani (Medusa), Mesir sampai ke Cina. Lihat
> ke: http://www.spaceports.com/~ozwitch/dragons.htm
> 
> Sebenarnya, dalam masyarakat polytheis, tidak begitu jelas mana yang god,
> mana yang demon. Karena god juga bisa berbuat jelek, bandingkan dengan
> mitology Yunani. Dalam masyarakat kuno, polytheisme juga terkadang
> berbareng dengan animisme, setiap pohon2 tinggi, atau gunung, dsb juga
> punya "penunggu". Nah, monotheisme yang dibakukan oleh Musa itu untuk
> bangsa Israel itu, meniadakan dewa2 lainnya, dan sekalian memperkenalkan
> sifat "moral" dari Tuhan monotheis itu.
> 
> Tetapi monotheisme Musa itu tidak langsung berarti bahwa dibarengi dengan
> "monodemonisme". Jadi menciptakan personafikasi Super Demon yang mengatasi
> semua demon2, seperti Tuhan mengatasi dewa2 lain. Super Demon tersebut
> dikenal dalam mitos Zoroaster, pertentangan Kebaikan dengan Kejahatan. Dan
> juga di Mesir Kuno, antara Osiris dan Seth, saudaranya yang menjadi
> penguasa kegelapan.
> 
> Tentang Lilith ini (Lilithu : sumerian), dia tidak dipandang sebagai lawan
> dari Tuhan. Tetapi Lilith itu lawan dari manusia, lawan dari Adam.
> Kebencian Lilith adalah pada Adam, bukan Tuhan. Karena itu Lilith itu
> tidak bisa kita pandang sebagai personafikasi dari Satan, yang dipandang
> sebagai lawan dari Tuhan (anti-Tuhan).
> 
> Satan, dipersonafikasi sebagai anti-Tuhan. Manusia ada ditengah2 permainan
> antara Tuhan dan Satan. Lilith itu dimitoskan diciptakan Tuhan dengan
> bahan yang lain dengan Adam. Kalau Adam dari debu (dust), maka Lilith dari
> kotoran. Dari hubungan seksual dengan Lillith, lahirlah Asmodeus, demons,
> dan demon-demon lainnya, banyak sekali. Nah, bangsa2 di Timur Tengah
> (sumerian, babylonian, yahudi) ngeri dengan yang demon-demon seperti ini
To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi
  • [demi-demokrasi] Re: Iblis, apakah sungguh ada atau cuma mitos saja? jusfiq