Arbi Dimyati
Fri, 20 Aug 1999 07:38:20 -0700
Jakarta/Karlsruhe (kawat) - Sekian lama beredar spekulasi tentang masuk tidaknya PKB kedalam barisan poros tengah, ternyata kini terbantah sudah dengan pernyataan DPP PKB yang bertekad melakukan koalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk membentuk pemerintahan bersama periode 2000-2005. "PKB tidak tertarik dengan tawaran kelompok poros tengah, kami ingin memberi kesempatan kepada partai pemenang pemilu. Dengan syarat PKB mendapat posisi dikabinet Mega", seperti yang dikatakan ketua umum partai NU tersebut, Matori Abdul Jalil, sesaat setelah menerima Megawati di kantor PKB di Kalibata. Hal ini kembali menguatkan pertanyaan mengenai keraguan terhadap soliditas partai-partai yang tergabung dalam kelompok yang dimotori oleh PPP dan PAN, yang sebagian sebagian besar tidak lain dari para parpol yang memakai asas Islam. Seperti yang tersebar diberbagai media, Partai Bulan Bintang (PBB) adalah salah satu partai yang tidak memberikan dukungan terhadap usulan mencapreskan "Godfather" PKB, Abdurrahman Wahid, sebagaimana diusulkan oleh Hamzah Haz (PPP) dan Amin Rais (PAN). Hal ini cukup menyulitkan posisi kelompok yang cukup signifikan suaranya dalam sidang umum MPR mendatang. Dengan bergabungnya PKB kedalam kubu PDIP, kini bermunculan sas-sus yang mengatakan bahwa poros tengah berkecenderungan mendampar koalisi PDIP-PKB dengan melakukan pendekatan dengan Partai GOLKAR. Meskipun hanya baru sekitar gosip, hal tersebut membuat perhatian para politisi tertumpu kepada kelompok yang diasuh oleh tokoh reformasi ini. Akankah koalisi terwujud? rupanya kita masih akan menunggu gebrakan apa yang akan dilakukan PAN dkk. menjelang SU MPR. Yang jelas jika poros tengah bersikeras mengajukan calon presiden sendiri sudah dapat dipastikan yang akan keluar sebagai presiden RI mendatang adalah putri Bung Karno. (adi) ---------------------- To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the message body the line: unsubscribe demi-demokrasi