demi-demokrasi  

[demi-demokrasi] Re: Ajaran Islam itu kutukan buat manusia (was RE: Garis

jusfiq
Wed, 25 Aug 1999 02:28:07 -0700

Date sent:              Wed, 25 Aug 1999 03:01:48 -0500 (CDT)
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
From:                   "Joni S. Widodo" <[EMAIL PROTECTED]>
To:                     Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
Subject:                Re: Ajaran Islam itu kutukan buat manusia (was RE: Garis

(....)

> 
> Menurut saya, diskusi yang diselenggarakan oleh forum ini tidak mencari
> kebenaran tapi mencari pembenaran sendiri-sendiri. Beberapa minggu yang
> lalu saya sudah mencoba posting ke milis ini dengan beberapa usulan tapi
> tidak dimuat. Saya nggak tahu apa penyebabnya.
>

    Internet itu tidak zero error! 
 
> Menurut pendapat saya, tujuan dari semua agama adalah sama yaitu :
> 1. mencari kebagiaan hidup didunia
> 2. mencari keselamatan di akhirat
> 
> Setiap ajaran agama mencakup  2 aspek yaitu :
> 1. hubungan antar manusia
> 2. hubungan antar manusia dengan penciptanya.
> 
> Untuk aspek pertama, yang menempati prosentasi  80 %, sebagian besar agama
> mengajarkan hal-hal yang sama yang bersifat universal. Misalnya saja
> tentang moral dan cinta kasih. Semua agama menganjurkan hal-hal yang baik
> misalnya menghormati orang tua, tetangga serta melarang hal-hal yang
> menyebabkan renggangnya hubungan antara manusia misalnya judi,
> mabuk-mabukan, korupsi dan lain-lain. Dalam agama Hindu ada konsep
> "Molimo" (kalau tidak salah). Dalam agama Kristen, Yesus mengajarkan
> "cinta kasih", dengan mengatakan "Cintailah musuhmu...". Begitu juga
> dengan agama Islam. Dalam agama Islam tidak ada ajaran untuk membunuh
> sesama mahluk baik itu seagama atau lain agama karena ancaman dari Allah
> sungguh berat.
> 

    Anda bacalah al-Quran dengan baik-baik, anda akan ngeri sendiri
    membacanya! 

    Juga hadits Nabi (yang menurut ajaran Islam sekarang kudu dijadikan
    pegangan buat orang Islam) dan sira. 

    Agama Islam itu, dalam bentuknya yang sekarang,  menganjurkan
    pembunuhan dan perampokan. 

    Dan Allah sendiri memberikan contoh kebiadaban: di akhirat nanti ada
    neraka tampat menyiksa! 

    Biadab bukan? 

    Atau Nabi Muhamamd yang mengaggap benar untuk membantai orang Yahudi
    laki-laki di Yatrib dan menjadikan perempuan Yahudi sebagai budak
    sesudah mereka diperkosa oleh para sahabat Nabi. 

    Kelakuan Milasovic di Bosnia dan Kosovo itu tidak lebih biadab dari
    kelakuan Nabi Muhammad dulu dan menurut ajaran Islam sekarang semua
    kelakuan Nabi adalah contoh buat orang Islam. 

    Ini yang harus kita sadari: ajaran agama Islam itu - sekarang ini - 
    biadab, kejam dan keji dan harus di manusiawi kan. 

    Agama Nasrani dulunya juga kejam, keji dan biadab.

    Ingat saja apa yang terjadi di zaman Inkuisisi 

    Karena saya tidak ahli Injil saya tidak tahu pasti apakah semua
    (Inkuisisi) itu sesuai dengan Injil atau tidak. Yang saya tahu
    sebaliknya adalah bahwa setelah meliwati diskusi, setelah meliwati
    debat sengit maka akhirnya - sekarang ini - ajaran agama Nasrani itu
    telah mulai manusiawi. 

    Paus misalnya telah menolak hukumam mati. 

    Dan tidak kebetulan bahwa Ibu Teresa itu adalah orang Nasrani, bahwa
    Uskup Tutu itu adalah orang Nasrani. 

    Ada berapa Ibu Teresa didunia Islam, ada berapa Uskup Tutu di dunia
    Islam? 

    Belum seluruh ajaran Nasrani itu telah manusiawi: Paus hingga
    sekarang masih menolak segala macam kontrasepsi, termawuk penggunaan
    kondom; gereja katolik juga belum selalu ramah terhadap orang
    homoseksua!. 

    Agar jelas: ajaran agama Islam itu kudu diperbaharui, kudu
    dimanusiawikan. 


> Kalau ada perilaku-perilaku yang menyimpang terhadap agama tertentu, itu
> bukan karena ajarannya tetapi distorsi dari implementasi dan juga
> pemahaman yang keliru terhadap ajaran suatu agama. 


    Dilihat dari ajaran Islam, tidak ada yang bisa menyalahkan anggota
    organisasi teroris yang membunuh Anwar Sadat atau turis Mesir; tidak
    ada yang bisa menyalahkan mullah Osman dan pengikutnya di
    Afghanistan sekarang ini yang memaksa erempuan untuk pakai baju
    karung padi, tidak ada yang bisa menyalahkan orang Aljazair yang
    menggoroki manusia:  mereka hanya menurutkan ayat-ayat al-Quran. 

    Dilihat dari ajaran Islam, tidak ada yang bisa menyalahkan pengadilan
    di Saudi Arabia yang memerintahkan untuk memotong tangan pencuri,
    seperti yagn diceritakan oleh internaut Permadi dulu disini. 

    Semua itu sesuai belaka dengan ayat-ayat al-Quran atau dengan hadits
    Nabi! 

    Sekali lagi: mereka itu, tukang gorok di Aljazair, tukang bunuh di
    Afghanistan dll. itu bukan hanya berteriak Allahu Akbar ketika mereka
    melakukan kebiadaban, tapi mereka menurutkan ayat al-Quran. 

    Sekali lagi, orang Islam kudu berani berkata: ya ajaran agama kami
    itu biadab, dan kudu dimanusiawikan.

    Ya Nabi kami itu bandot dan bandit biadab dan tidak semua lakunya
    akan kami jadikan tiruan. 

    Agar jelas: kita tidak bisa memperbaiki ajaran agama Islam kalau
    kita tidak tahu mana yang salah yang harus dibetulkan, mana yang
    buruk yang harus diperbaiki. 

    Penyakit orang Islam sekarang adalah: mereka tidak berani melihat
    keburukan ajaran agamanya dan kalau ada orang yang berusaha untuk
    menunjukkan keburukan itu maka orangnya lantas dimunafikkan atau
    dikafirkan. 

    Karuan saja ajaran agama Islam itu tidak bisa menjadi baik dan maju.

> Sehingga menjadi tidak
> fair bila ada orang yang ber KTP Islam atau ber KTP Kristen melakukan
> suatu perbuatan yang melanggar norma-norma yang bertentangan dengan nilai
> universal tadi lantas orang  menyalahkan agama yang mereka anut. Ingat
> yang berbuat tadi orang Islam atau orang Kristen, bukan agama Islam atau
> agama Kristen. 


    Saya ulangi: ajaran agama Islam yang sekarang diturutkan orang itu
    biadab dan harus dimanausiawikan. 

    Sedangkan ajaran agama Nasrani telah (hampir) menjadi manusiawi. 


> Ingat bahwa dalam setiap umat beragama ada
> tingkatan-tingkatan baik dari yang cuma level KTP (Kartu Tanda Penduduk)
> maupun yang sudah level "mukmin" (dalam agama Islam) atau "Pendeta" (dalam
> agama Kristen). Kalau orang mengikuti apa yang diajarkan oleh agama mereka
> , maka di Indonesia tidak banyak dijumpai adanya korupsi, pemerkosaan,
> krisis ekonomi, moral  dan akan tercipta hubungan antara manusia yang
> harmonis. Jadi seperti yang dikatakan oleh saudara Lilik Yuliantara, orang
> Islam yang mengikuti ajaran Islam akan bermanfaat bagi manusia lain,

    Saya ulangi: para pembunuh di Aljazair, Afghanistan itu hanya
    menurutkan ayat-ayat al-Quran! 

    Dilihat dari sudut ajaran agma Islam sendiri mereka itu tidak salah.

    Karena yang salah itu adalah ajaran agama Islama itu sendiri! 

> begitu juga dengan agama lain, misalnya Kristen atau Hindu. Mungkin saya
> bisa berikan contoh orang-orang yang menerapkan ajaran agamanya dengan
> baik misalnya Ibu Theresa, Romo Mangun, Buya Hamka.
> 
> Yang membedakan antara agama yang satu dengan yang lain, menurut saya
> adalah yang mengatur hubungan antara manusia dengan penciptanya yang
> prosentasinya mungkin cuma 20 % . Dalam Islam dikenal dengan konsep satu
> Tuhan Allah, dalam Kristen dengan konsep Tri Tunggal (maaf bila saya
> salah), dalam Hindu dikenal konsep Brahma, Wisnu dan Syiwa, dalam Yahudi
> ada Yehova dll.
> 
> Manusia tidak bisa menolak bagaimana dan dimana dia dilahirkan. Dalam
> perjalalan hidupnya sebagian besar mereka akan menganut agama yang dianut
> oleh orang tuanya. Mereka yang tidak  "taken for granted" dan kritis akan
> membuktikan apakah agama yang berasal dari orang tuanya itu benar dengan
> mempelajari konsep-konsep agama lain. Hasilnya adalah mungkin mereka lebih
> yakin dengan agama yang telah dianutnya itu atau berpindah agama.
> 

    Tapi masing-masing kita punya neuron dan neuron itu kudu dipakai buat
    berfikir. 


> Saya kebetulan dilahirkan oleh orang tua Muslim telah mencoba
> membandingkan konsep-konsep ajaran keTuhanan dalam beberapa agama. Dalam
> keyakinan saya sampai saat konsep Islam-lah yang paling sederhana dan
> dapat diterima oleh Akal. Mengenai hubungan dengan pemeluk agama lain, 
> maka tugas saya adalah menawarkan altenatif bahwa disamping agama yang
> telah dianut oleh mereka sejak lahir itu ada agama Islam yang menawarkan
> alternatif lain. Susahnya kalau seseorang dari awal sudah menolak sebuah
> konsep sebelum mereka mempelajari dan membandingkannya. Contohnya, saya
> dengar ada larangan untuk membaca Al-Qur'an bagi orang Kristen. 

    Oh ya? 

    Saya nggak yakin! 

    Tapi perhatikan ketakutan orang Islam di Minangkabau membaca Injil
    dalam bahasa Minangkabau (cf. beritanya + posting saya di
    Indonesia-l). 


> Dengan
> cara menawarkan  alternatif ini setidak-tidaknya saya membantu saudara
> lain yang kebetulan dilahirkan oleh orang tua yang beragama selain Islam
> mendapatkan  jalan yang benar sehingga amal ibadah mereka tidak sia-sia
> diakhirat kelak. Tetapi semuanya terserah kepada pribadi masing-masing dan
> bagaimana pengadilan Allah nanti. Tugas dan kewajiban saya cuma menawarkan
> kebenaran Islam, dan dengan demikian kewajiban saya sebagai orang yang
> kebetulan diberi amanah sudah gugur.
> 
> Mengenai hubungan saya dengan sesama manusia, adalah selama orang tersebut
> menerapkan nilai-nilai universal dan tidak melarang saya untuk menjalankan
> ritual-ritual agama yang saya anut misalnya "sholat","puasa" atau pergi ke
> masjid saya akan membalas kebaikan orang tersebut apapun latar belakang
> agamanya. Ada orang Islam yang jujur, ada pula orang Islam yang suka
> menipu, begitu pula saya punya teman bisnis orang Kristen yang bisa
> dipercaya.  Makanya nilai-nilai universal (nilai-nilai islami) bisa
> dijumpai dimana saja. Bahkan di Amerika banyak orang-orang yang menerapkan
> nilai-nilai Islam ini. Kekurangannya adalah mereka tidak menerima ajaran
> Islam yang 20 % ini (menyangkut hubungan manusia dengan Allah).
> 
> 
> Tetapi ada sebuah "thesis" yang mengatakan bahwa apabila di suatu daerah
> "jumlah orang Kristen" minoritas, maka toleransi agama akan berlaku tetapi
> bila "jumlah orang Kristen" cukup besar (minimal 50%) maka akan terjadi
> pembantaian oleh orang Kristen terhadap agama lain terutama Islam. Apakah
> ini benar ?
>

    Itu sih bukan tesis, tapi isapan jempol.

> Untuk Mr. Administator, tolong tanggapan saya ini dimuat. Kalau tidak
> dimuat mungkin bung Jusfiq bisa membantu.
>

    Dimuat tuh! 

    Dan saya juga hanya peserta diskusi-sara kok 

 
> Regards,
> Dilkong
> 
> 


Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo                                              =
======================================


To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi