jusfiq
Wed, 25 Aug 1999 03:58:42 -0700
Date sent: Sat, 28 Aug 1999 14:33:27 +0700
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
From: Cherokee <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Jusfiq itu cuma katak dalam tempurung
> Sebelumnya saya pengen ketawa ngakak dulu dech ah.....................
>
> hahahahaha
>
> Si Jusfiq ini gimana sih, katanya punya banyak buku tapi nggak ada satupun
> yang nempel, ih sayang amat tuh duitnya di boros-borosin buat beli buku
> padahal ngarti juga kagak, masak nggak pernah baca kalau babi itu
> berbahaya buat dimakan, mau dimasaknya kayak apa juga tetap aja berbahaya,
Tolol!
Goblok!
Dungu!
Bodoh!
Se milyar orang Tionghoa yang makan daging babi pada sakit cacing
semua?
Belum lagi ratusan ribu orang Eropa, Amerika dan Amerika Latin yang
juga makan daging babi!
Otak itu lho, yang suka nggak dipakai orang Islam untuk berfikir!
> lagian apa nggak jijik makan binatang yang hobinya berkubang dan makan
> kotoran, ih amit-amit dech,
Orang Islam di Indoensia apa nggak pada makan ikan yang suka makan
taik?
Nggak eh, otak orang ini ada dimana?
> terus disunat koq menyesal, elu mestinya
> untung lo, orang yang nggak disunat itu penyakitan, itu di kulupnya nggak
> karu-kar Tapi.....
>
Semilyar orang Tionghoa yang ngak disunat apa pada penyakitan?
Belon lagi orang Nasrani yang nggak semuanya di sunat, apa mereka
pada sakit semua?
Nggak eh, otak kebanyakan orang Islam itu ya bisanya cuma begitu!
Asal ngebacot doang!
Tolol!
Goblok!
Dungu!
Bodoh!
> Keinginan dia supaya orang Islam itu pada pinter patut dihargai sekalipun
> pakai kata-kata kotor (kayak got, comberan, dll), bukan apa-apa dia
> mencoba generalisir bahwa semua orang islam itu goblok kayak dia, jadi
> interniran di Belanda, sengsara tersiksa bathin, nggak bisa nyumbangin
> apa-apa buat kemajuan kehidupan manusia, ah jadi sedih juga gua menulis
> ini, nggak tega dech......
>
> Tapi emang sih ada orang-orang islam yang masih terbelakang dalam menggali
> "rahasia alam diantara langit dan bumi dan diantara pergantian siang dan
> malam", misalnya :
>
> beberapa bulan ini saya di Madura untuk mengerjakan satu project,
> Kyai-kyai di sana menentang habis-habisan karena tidak satu orang Madura
> (orang pesantren) pun dilibatkan, di satu pertemuan terjadi peristiwa ini
> :
>
> Handphone Pak Kyai berbunyi, dan terjadilah tanya jawab berikut
>
> SAYA: 'Pak Kyai telephone dari mana nih?'
> KYAI: 'dari Jakarta'
> SAYA: 'Wah, Kyai udah bisa berhubungan jarak jauh dengan teknologi,
> siapa yang bikin itu handphone pak kyai? KYAI: 'yah, orang barat' SAYA:
> 'yang bikin itu orang kafir kan kyai, perusahaan Swedia itu, bule itu pak
> kyai' KYAI: 'iya....iya' SAYA: 'Apa itu kerjaan dzikir kyai, kerjaan mutar
> tasbih sama ngaji semaan? KYAI: 'iya...iya.. bukan (agak gugup) SAYA: 'ya
> itulah, kyai semua itu kerjaan matematika, kerjaan fisika, proyek ini
> juga proyek yang bisa dilaksanakan oleh orang yang ngerti matematika kyai,
> jadi murid-murid pesantren mesti diajarin matematika kyai, mau shalat
> perlu wudhu, perlu air, perlu teknologi untuk ngambil air bersih, mau
> shalat tenang di mushala yang baik, perlu teknologi, perlu ilmu
> arsitektur, dari ibadah ritual itu kita memang dituntut untuk mencari
> substansinya kyai, KYAI : iya...iya SAYA: Naek Haji berapa kali nih kyai
> KYAI: 3 kali SAYA: Naek apa kesana? KYAI: Pesawat SAYA: Pak Kyai tahu yang
> bikin pesawat itu Boeing, MD Douglas, itu semua kafir
> kyai.....kafiiiiiir...barat Jadi sudah waktunya, kita-kita itu membaca
> ayat-ayat kauniyah, membaca qur'an, sunnah, dengan cara baca yang lebih
> baik kyai, boleh aja kita melagu-lagukan qur'an, baca kitab kuning
> bertumpuk-tumpuk, tapi kita wajib mengkajinya, kalau cuma baca dan
> melagu-lagukan, paling-paling kita cuma dapet abu nya saja dari islam,
> kita tidak dapat apinya, kita harus banyak belajar pak, kalau Imam Safe'i
> ngasih tahu kita cara shalat, kyai Thomas Alpha Edison ngasih tahu kita
> dapat listrik untuk menghidupkan pompa listrik untuk ngambil air wudhu,
> jadi sudah waktunya pak kyai kita juga belajar matematika, belajar fisika,
> belajar ini dan itu KYAI: iya....iya yah, kita nggak belajar mengakji
> ayat-ayat kauniyah dan.......(termenung lama) .... .... .... percakapan
> selanjutnya nggak perlu ditulis sudah cukup nih
>
> Salam
> Mantan orang Ambon asal Ihamahu (orang islam yang sudah makan babi), Yang
> sekarang sudah meyakini kemonotheismean Allah dan kerasulan Muhammad
>
> Gereja-gereja Ambon diam terhadap kebiadaban!!
> anda bukan pengikut Kristus!!
> =======================================================================
>
>
> -- Original Message -----
> From: <[EMAIL PROTECTED]>
>
> >>
> Ada yang bilang, beberapa hari yang lalu, bahwa Islam itu artinya juga
> penyerahan diri kepada Allah.
> <<
>
> Kalau nggak salah, saya yang bilang itu ... :-) Tapi waktu itu saya tidak
> mengatakan bahwa penyerahan diri kepada Allah itu "satu-satunya arti" dari
> kata islam karena selain penyerahan diri, islam juga berarti selamat,
> damai, sejahtera, dlsb. Kalau dibahasa Jawa kan, islam bisa berarti nrimo,
> tentrem, lsp. yang memiliki kesamaan "makna". Nah, untuk menghindari dari
> penyalahgunaan arti, maka akan lebih selamat kalau kita pake' "islam" =
> "islam" saja dengan memberikan pengertian maknanya ke dalam bahasa yang
> dimengerti oleh audience.
>
> >>
> Tapi apakah yang dinamakan orang sebagai penyerahan diri kepada Allah
> itu adalah penyerahan diri kepada Allah (yang masih kudu ditemukan
> oleh Sasis atau Agustinus) atau penyerahan diri kepada ketololan,
> kebodohan, kedunguan dan kegoblokan orang Arab yang hidup diabad ke
> VII Masehi?
> <<
>
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo =
======================================
To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi