demi-demokrasi  

[demi-demokrasi] Re: JUSFIQ DAN AHMAD SUDIRMAN BERTEMU MUKA LANGSUNG.

jusfiq
Fri, 27 Aug 1999 01:16:10 -0700

Date sent:              Thu, 26 Aug 1999 19:54:43 -0500 (CDT)
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
From:                   Sjamsir Alam <[EMAIL PROTECTED]>
To:                     Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
Subject:                Re: JUSFIQ DAN AHMAD SUDIRMAN BERTEMU MUKA LANGSUNG.

> [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> > > JUSFIQ DAN AHMAD SUDIRMAN BERTEMU MUKA LANGSUNG.
> > > Ahmad Sudirman
> > > Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.
> > >
> > >
> > > Untuk Jusfiq Hadjar (Belanda).
> > > Saya melalui tulisan ini mengajak kepada Jusfiq Hadjar untuk bertemu
> > > muka langsung. Apakah saudara Jusfiq datang ke Stockholm, Swedia atau
> > > saya (Ahmad Sudirman) datang ke Belanda. Mari kita berbicara dan
> > > berdialog langsung. Tidak ada gunanya saudara terus menerus menulis
> > > tentang Islam yang isinya hanya merupakan ulangan-ulangan yang tidak
> > > memberi arti.
> > >
> >
> >     Saya tidak tertarik untuk ketemu anda sama sekali!
> 
> >     Kalau anda ingin mengulas tulisan saya, saya persilahkan!
> 
> Ini bukti dan fakta bahwa Jusfiq ini pengecut besar. Ia tidak membuktikan
> ucapannya kepada saya dalam posting yang saya terima hari ini bahwa ia
> tidak takut bicara dimana saja dan di hadapan siapa saja. Kenapa Anda
> tidak mau melayani tantangan Sdr. Ahmad Sudirman ini? 


    Orang ini memang berotak anjing! 

   Berfikiran busuk! 

   Berburuk sangka! 

   Dan buruk sangkanya itulah yang dijadikan dasar untuk mengambil
   kesimpulan. 

    Dia simpulkan - karena dia mendasarkan kepada buruk sangka - bahwa
    saya takut ketemu Ahmad Sudirman, sedangkan saya berkata saya tidak
    tertarik untuk ketemu.

    Orang berotak busuk ini, yang adalah tukang bohong, orang yang tidak
    berani mengakui kesalahannya tidak bisa membedakan antara "tidak
    tertarik" dan "tidak berani" yang kedua-duanya adalah istilah bahasa
    Indonesia. 

    Saya tidak tertarik, karena saya sungguh tidak melihat manfaatnya.

    Untuk apa saya ketemu Ahmad Sudirman itu? 

    Untuk bertukar pendapat dibawah empat mata? 

   Saya tidak mempunyai urusan pribadi yang perlu diselesaikan dibawah
   empat mata dengan Ahmad Sudirman yang tidak saya kenal secara pribadi. 

    Saya hanya ingin meneruskan tradisi mutazillah dan pikiran Ibn Rushdi
    dan ini saya lakukan diberbagai milis ini, dihadapan semua orang,
    juga dihadapan Ahmad Sudirman. 

    Dan tidak ada yang menghalanginya untuk memberikan komentar terhadap
    pendirian saya, untuk meruntuhkan argumen saya, untuk membantah fakta
    yang saya bawa. 

   Agar jelas: saya berpendapat bahwa pertukaran fikiran bisa dilakukan
   melalui berbagai milis ini, dihadapan seluruh peserta, agar para
   peserta yang lain juga bisa melihat dan menilai argumen yang
   dikemukakan dan - peserta yang lain itu juga - ikut serta memberikan
   pendapatnya. 

   Saya berpendapat: tidak ada gunanya, tidak ada keuntungannya buat
   saya untuk jauh-jauh datang ke Swedia atau Ahmad Sudirman datang ke
   Belanda selain dari membuang-buang uang dan waktu.

   Dan ini disebut, oleh orang yang berotak anjing serta berpikiran
   busuk dan tukang bohong ini sebagai tidak berani. 

> Hanya ada dua
> jawaban: 1. Anda kecut bertatap muka langsung secara fisik untuk
> berdiskusi; 2. Pengetahuan Anda tentang Islam tidak siap untuk suatu
> diskusi langsung secara bertatap muka. Anda hanya berani berkoar-koar di
> intenet dimana orang tidak bisa bertemu muka dengan Anda.
> 

   Setiap orang toh bisa meruntuhkan argumen saya, membantah fakta yang
   saya bawa? 

   Nggak eh, otak orang ini ada dimana? 

> SALAM



Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo                                              =
======================================


To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi