demi-demokrasi  

[demi-demokrasi] Re: JUSFIQ DAN AHMAD SUDIRMAN BERTEMU MUKA LANGSUNG.

jusfiq
Fri, 27 Aug 1999 11:40:59 -0700

Date sent:              Fri, 27 Aug 1999 08:31:09 -0500 (CDT)
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
From:                   Sjamsir Alam <[EMAIL PROTECTED]>
To:                     Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
Subject:                Re: JUSFIQ DAN AHMAD SUDIRMAN BERTEMU MUKA LANGSUNG.


    Orang ini menulis: 

    "Saya mau lihat keberanian dan kejujuran intelektual Yusfiq yang sok
    pintar dan sok benar ini". 

   Inilah komentar saya: 

   Untuk berbicara tentang kejujuran intelektuil, orang yang berbicara
   kudu menunjukkan bahwa dia sendiri tahu apa yang namanya kejujuran
   intelektuil dan untuk menilai apakah orang lain    mempunyai kejujuran
   intelektuil maka  orang yang menilai itu kudu punya kejujuran
   intelektuil itu. 

   Internaut Sjamsir Alam kita tahu - dan kita masih ingat betul -
   diskusinya dengan internatu Permadi dulu: dia tidak punya kejujujran
   intelektuil: dia tidak mau menjawab pertanyaan internaut Permadi
   tentang sikap Nabi Muhammad terhadap istri-istrinya.

   Dan dia akan memberikan penilaian terhadap kejujuran intelektuil
   saya?

   Ngaca nyong, ngaca! 

   Internaut Sjamsir Alam yang berreputasi di berbagai milis ini sebagai
   orang yang berfikiran busuk dan nista, penuh buruk sangka dan pendusta
   ngomong tentang kejujuran intelektuil orang lain? 

   Give me a break! 

   Malupun dia tidak punya! 

Jusfiq

=======================================

> mBin wrote:
> 
> > nimbrung ah,
> > :> Rasanya sebagai suatu academic exercise ajakan mas Ahmad ini baik
> > untuk :> dilaksanakan, dan kemudian transkripnya dipost di milis-milis
> > in. : :   Academic exercice dibawah empat mata? :   Keterbukaan adalah
> > syarat kehidupan akademis.
> 
> Kenapa harus empat mata? Kalau Yusfiq ini memang berani menghadapi Pak
> Ahmad ini, saya kira Pak Ahmad bisa membuatnya terbuka. Kan bisa di sebuah
> forum yang didisain khusus untuk itu dengan mengundang para pakar agama,
> para pakar atheis dan para pakar agnostik. Bisa dilakukan dimana saja, ya
> di Belanda, ya di Swedia, ya di Indonesia, ya kalau perlu di Padang. Saya
> bersedia jadi anggota panitia penyelenggara kalau Yusfiq memang berani
> pulang ke Padang dan ngomong di Padang dihadapan para pakar agama Islam
> seperti yang ia lakukan di milis ini dengan menyebut Islam itu biadab,
> Tuhan itu bodoh nggak ketulungan dan nabi Muhammad itu pendusta, biadab
> dsb. Bagaimana Saudara Ahmad dan Angku Yusfiq? Berani nggak berdiskusi di
> daerah Serambi Mekah, Sumatera Barat, yang 99,90% penduduknya beragama
> Islam yang selalu dihujatnya sebagai dungu, bodoh dan biadab. Saya mau
> lihat keberanian dan kejujuran intelektual Yusfiq yang sok pintar dan sok
> benar ini. Saya akan kirim reportase lengkap di milis ini kelak. Peserta
> milis jangan khawatir nggak bakalan dapat. Peserta milis DS yang kepingin
> ikut menyaksikan tentu bisa saja datang ke Padang sebagai peserta. Ayo,
> gimana?
> 
> SALAM
> 
> 
> 
> 


Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo                                              =
======================================


To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi