jusfiq
Fri, 27 Aug 1999 02:59:21 -0700
Date sent: Fri, 27 Aug 1999 00:10:44 -0500 (CDT)
Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
From: "Joni S. Widodo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Ajaran Islam itu kutukan buat manusia (was RE: Garis
> Assamu'alaikum (Semoga semua selamat)
>
> At 04:22 AM 8/25/99 -0500, you wrote:
> >Date sent: Wed, 25 Aug 1999 03:01:48 -0500 (CDT)
> >Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
> >From: "Joni S. Widodo" <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> > Internet itu tidak zero error!
>
> Berarti ini adalah pengakuan bahwa akal manusia itu tidak dapat
> dihandalkan
Ciptaan Tuhan juga nggak zero error: bumi yang bisa gempa lah,
manusia yang suka sakit-sakitan.
> sehingga dalam menyikapi sesuatu terutama untuk hal-hal yang
> bersifat ghoib (ruh, akhirat dll) kita kembali ke pada kitab suci.
>
Kita suci itu banyak kibulannya, banyak bohongnya, banyak salahnya!
Tanya Sasis yang sudah belasan kali kasih contoh di milis ini.
>
> > Anda bacalah al-Quran dengan baik-baik, anda akan ngeri sendiri
> > membacanya!
> >
> > Juga hadits Nabi (yang menurut ajaran Islam sekarang kudu dijadikan
> > pegangan buat orang Islam) dan sira.
> deleted...
>
> Untuk mencari persoalan tertentu saya selalu mencoba untuk merujuk kepada
> Al-Qur'an. Jadi bung Jusfiq tidak perlu menyuruh saya untuk membaca
> Al-Qur'an karena sudah saya lakukan. Dan hasilnya saya tidak menemukan
> sesuatu yang mengerikan yang diberikan oleh Al-Qur'an. Al-Qur'an tidak
> menyuruh saya untuk membunuh sesama mahluk (baik muslim maupun non
> muslim). Bahkan dalam Al-Qur'an sendiri secara explisit (saya ulangi
> secara explisit) mencantumkan kebebasan manusia untuk memeluk Agama karena
> Allah telah memberikan mereka akal untuk berpikir. Seperti yang
> ditunjukkan oleh ayat berikut ini :
>
QS 9.29
QS 9.41
QS 8.39
QS 2.216
QS 9.111
QS 9.123
QS 3.169
QS 3.157.158
QS 8.17
QS 2.217
QS 9.5
QS 8.67
QS 47.35
QS 8.69
QS 8.41
QS 59.8
> Al Baqarah ayat 256
> Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah
>
> jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa
> yang ingkar kepada Thaghut [162] dan beriman kepada Allah, maka
> sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang
> tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
>
> Tolong saya ditunjukkan apakah dalam agama lain juga ada ayat-ayat yang
> secara jelas menyebutkan kebebasan ini ?
>
Agama lain saya tidak tahu kecuali agama Nasrani dengan Kitab
Mathius XXII,21 yang serign saya kutip disini.
>
> > Dan tidak kebetulan bahwa Ibu Teresa itu adalah orang Nasrani, bahwa
> > Uskup Tutu itu adalah orang Nasrani.
> >
> > Ada berapa Ibu Teresa didunia Islam, ada berapa Uskup Tutu di dunia
> > Islam?
>
> Sebenarnya tokoh-tokoh Islam (dalam arti mempunyai moral yang baik dan
> berguna bagi masyarakat) sekitarnya juga cukup banyak.
Contohnya?
> Hanya saja tidak
> pernah di dicover oleh media barat. Dan harus kita akui bahwa umat Islam,
> mempunyai kelemahan dalam bidang Public Relation ini. Sehingga yang sering
> ditampilkan adalah wajah Islam yang penuh darah, terorisme dan sebagainya.
Apa ada yang bisa bantah bahwa darah orang Islam mucrat di Aljazair,
Afghanistan, Iran dan Irak antara lain?
> Dan ini mungkin yang mempengaruhi pikiran dari bung Jusfiq atau umat yang
> lain dalam memandang agama Islam. Bung Jusfiq perlu mengenal dari dekat
> kehidupan Islam yang menawarkan kehidupan yang lebih sejuk. Anda mungkin
> mengenal Emha Ainun Najib atau Jallaludin Rahmat. Kalau anda membaca
> buku-bukunya mungkin anda akan tahu bahwa Islam itu agama "damai" yang
> dapat menjadi rahmat bagi manusia. Sehingga anda mengenal Islam tidak
> hanya berasal dari satu sisi saja. Mungkin kalau anda datang ke Indonesia,
> bisa mampir ketempat saya...kita bisa ngopi bersama dan mengenal sisi lain
> dari kehidupan yang selama ini anda ketahui. Yang jelas saya tidak akan
> membunuh anda karena agama Islam yang saya anut tidak mengajarkan
> demikian. Mungkin kita berbeda dalam agama yang kita anut, tapi kita
> mempunyai persamaan yaitu sama-sama keturunan nabi Ibrahim, sama-sama suka
> minum kopi atau sama-sama membenci penindasan manusia kepada manusia yang
> lain.
>
Saya ulangi, bila orang Islam saling berbunuhan maka sebabnya adalah
karena ajaran agama Islam itu sendiri menganjurkan orang berbunuhan.
Dan hampir-hampir tidak ada orang Islam yang berani berkata: "Ya
ajaran agama kami salah, ajaran agama kami biadab dan
perlu diperbaiki".
Siapa diantara orang Islam yang berani berkata bahwa adalah keliru,
adalah salah merampok harta orang dalam peperangan seperti yang
dihalalkan oleh al-Quran?
Siapa diantara orang Islam yagn berani berkata bahwa adalah biadab
membantah orang Yahudi laki-laki lalu memperkosa dan menjadikan
budak perempuan Yahudi?
Inilah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad di Madinah dulu!
Dan sumbernya bukan orang Yahudi, tapi sumber Islam sendiri:
al-Quran, hadits dan sirah!
> Tujuan dari diutusnya Muhammad didunia ini, seperti yang telah di-katakan
> sendiri oleh nabi sederhana saja yaitu "untuk memperbaiki moral". Jadi
> terlepas dari cerita-cerita yang anda ketahui dari perilaku nabi menurut
> versi anda, menurut versi saya adalah beliau mengajarkan "perbaikan
> moral".
>
Moral orang Badui di abad ke VII Masehi!
Dan Nabi Muhamamd tidak memperbaiki malah memperjelek moral Arab
ketika itu:
sebelum Nabi Muhammad moral orang Badui TIDAK MENGIZINKAN UNTUK
MELAKUKAN PEMBANTAIAN, tapi Nabi Muhammad membantai orang Yahudi di
Madinah.
Orang Islam harus mengakui: Nabi Muhamamd itu bandit dan biadab.
> Jadi kalau bung Jusfiq sudah mempunyai komitmen moral yang baik, meskipun
> tanpa melalui memeluk agama Islam terlebih dulu, saya rasa sesuai dengan
> tujuan dari agam Islam itu sendiri. Jadi sebenarnya sinkron dengan tujuan
> agama Islam. Mungkin seperti yang pernah saya katakan dalam posting saya
> terdahulu sebenarnya anda tinggal menerima Islam yang 20% yang mengatur
> hubungan antara anda dengan pencipta anda.
>
> Nach...moral manusia itu misalnya dapat diukur dengan salah satu parameter
> yaitu kejujuran. Salah satu indikasi ketidak jujuran adalah banyaknya
> anggota milis ini yang menggunakan nama samaran dan tidak berani
> mengungkapkan siapa dirinya. Karena ukuran moral ini relatif, semoga
> penggunaan nama samaran ini bukan merupakan indikasi ketidak jujuran.
> Selain itu dapat juga diukur dari pilihan kata-kata dalam milis mereka.
> Karena saya yakin dalam ajaran agama yang mereka anut tidak akan
> menganjurkan penggunaan kata-kata yang menyinggung perasaan. Islam jelas
> mengajarkan itu dengan mengumpamakan "lidah itu lebih tajam dari pada
> pedang, sehingga pemeluknya diharapkan memelihara lidahnya".
>
> > Dilihat dari ajaran Islam, tidak ada yang bisa menyalahkan anggota
> > organisasi teroris yang membunuh Anwar Sadat atau turis Mesir; tidak
> > ada yang bisa menyalahkan mullah Osman dan pengikutnya di
> > Afghanistan sekarang ini yang memaksa erempuan untuk pakai baju
> > karung padi, tidak ada yang bisa menyalahkan orang Aljazair yang
> > menggoroki manusia: mereka hanya menurutkan ayat-ayat al-Quran.
> >
> > Dilihat dari ajaran Islam, tidak ada yang bisa menyalahkan
> > pengadilan di Saudi Arabia yang memerintahkan untuk memotong tangan
> > pencuri, seperti yagn diceritakan oleh internaut Permadi dulu
> > disini.
> >
> > Semua itu sesuai belaka dengan ayat-ayat al-Quran atau dengan hadits
> > Nabi!
>
> Saya tidak tahu ayat-ayat Al-Qur'an yang mana yang membolehkan pembunuhan
> manusia oleh manusia lain karena dalam Islam hukuman pembunuhan ini
> sungguh berat. Coba anda renungkan ayat berikut ini :
>
> An Nisaa' ayat 92
> Dan tidak layak bagi seorang mu'min membunuh seorang mu'min (yang
> lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja) [334], dan barangsiapa
> membunuh seorang mu'min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan
> seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat [335] yang
> diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka
> (keluarga terbunuh) bersedekah [336]. Jika ia (si terbunuh) dari kaum
> (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka
> (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya
> (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa
> yang tidak memperolehnya [337], maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa
> dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan
> adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
>
> Memang harus kita akui bahwa antara kondisi obyektif dengan yang
> dianjurkan oleh agama itu banyak yang tidak sinkron. Sebagai contoh,
> misalnya ada seorang jendral Kristen yang membunuh banyak orang Islam di
> Indonesia, apakah dapat kita simpulkan agama Kristen mengajarkan
> pembunuhan. Khan tidak...Begitu pula dengan pejabat Islam (sudah Haji
> lagi) yang korup...khan tidak berarti agama Islam mengajarkan korupsi
> kepada pemeluknya. Hal ini disebabkan oleh pemahaman dan tingkat ketaqwaan
> dari pemeluk-pemeluk agama itu. Dan harus kita akui banyak sekali pemeluk
> agama Islam yang tidak pernah membaca dan mengerti arti dari setiap ayat
> yang dikandung dalam Al-Qur'an, apalagi menafsirkannya yang disebabkan
> oleh tingkat pendidikan yang mereka peroleh. Dan pemahaman nilai-nilai
> Islam kemudian didapat dari ulama-ulama atau guru-guru ngaji yang mereka
> kenal. Kalau gurunya benar sih tidak apa-apa, kalau ngawur khan hasilnya
> lebih ngawur lagi. Makanya kalau ingin mengenal Islam lebih dekat bung
> Jusfiq perlu membaca isi Al-Qur'an (langsung dari sumbernya), minimal
> hasil terjemahan yang dikeluarkan oleh Departemen Agama.
>
> Saya tadi malam baru dari toko buku "Gramedia", membaca salah satu buku
> yang isinya cukup menarik. Dalam satu bab membahas mengapa antara ajaran
> agama kadang-kadang tidak sinkron dengan kondisi obyektif pemeluknya.
> Judul sub-babnya adalah : "Visi baru dalam beribadah yaitu dengan Cinta".
> Isinya yang jelas menarik dan mungkin bermanfaat untuk kita semua.
>
>
> Maaf kalau kepanjangan...
>
> Wassalam,
> Joni
>
>
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo =
======================================
To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi