demi-demokrasi  

[demi-demokrasi] Di Bukit Tinggi (was Re: JUSFIQ DAN AHMAD SUDIRMAN BERTEMU MUKA LANGSUNG.

jusfiq
Sat, 28 Aug 1999 01:44:32 -0700

Date sent:              Fri, 27 Aug 1999 19:51:29 -0500 (CDT)
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
From:                   Permadi Witjaksono <[EMAIL PROTECTED]>
To:                     Multiple recipients of list <diskusi-
[EMAIL PROTECTED]>
Subject:                Re: JUSFIQ DAN AHMAD SUDIRMAN BERTEMU 
MUKA LANGSUNG.

> Saya mau, saya mau! Tapi, siapa yang mbayarin tiketnya?
> 


    Saya juga mau, saya juga mau, kalau di bayarin tiketnya. 

    Di Padang kek, di Bukit Tinggi kek, di Batu Sangkar kek! 

    Syaratnya: terbuka, siapa saja boleh ikut dan diumumkan
    seluas-luasnya melalui segala media di Indonesia dandi luar
    Indonesia. 

    Usul judul diskusi - dan ini harga mati - : "Nabi Muhamamad yang
    bandot dan bandit yang biadab: perlunya pemanusiawian ajaran agama
    Islam yang biadab" 

    Sebagai salah satu 'kertas kerja' posting saya dicetak dan disebar
    luaskan sebelumnya beserta posting-posting peserta lain di berbagai
    milis ini. 

    Dan kudu diajak neuroscientist yang baru menemukan noktah dibelakang
    jidat itu, ahli ilmu falak pendukung teori big bang, penemu kerangka
    Lucy, Abu Zaid dari Leiden dan ahli-ahli lain. 

    Wah bakal asyik, saya yakin ini bisa menjadi permulaan untuk
    pembaharuan pikiran Islam di Indonesia dan dunia! 

    Siapa  yang punya usul tambahan? 

Jusfiq

=========================================


> At 08:31 27/08/99 -0500, Sjamsir Alam wrote:
> >mBin wrote:
> >
> >> nimbrung ah,
> >> :> Rasanya sebagai suatu academic exercise ajakan mas Ahmad ini baik
> >> untuk :> dilaksanakan, dan kemudian transkripnya dipost di milis-milis
> >> in. : :   Academic exercice dibawah empat mata? :   Keterbukaan adalah
> >> syarat kehidupan akademis.
> >
> >Kenapa harus empat mata? Kalau Yusfiq ini memang berani menghadapi Pak
> >Ahmad ini, saya kira Pak Ahmad bisa membuatnya terbuka. Kan bisa di
> >sebuah forum
> yang
> >didisain khusus untuk itu dengan mengundang para pakar agama, para pakar
> atheis
> >dan para pakar agnostik. Bisa dilakukan dimana saja, ya di Belanda, ya di
> >Swedia, ya di Indonesia, ya kalau perlu di Padang. Saya bersedia jadi
> >anggota panitia penyelenggara kalau Yusfiq memang berani pulang ke Padang
> >dan
> ngomong di
> >Padang dihadapan para pakar agama Islam seperti yang ia lakukan di milis
> >ini dengan menyebut Islam itu biadab, Tuhan itu bodoh nggak ketulungan
> >dan nabi Muhammad itu pendusta, biadab dsb. Bagaimana Saudara Ahmad dan
> >Angku Yusfiq? Berani nggak berdiskusi di daerah Serambi Mekah, Sumatera
> >Barat, yang 99,90% penduduknya beragama Islam yang selalu dihujatnya
> >sebagai dungu, bodoh dan biadab. Saya mau lihat
> keberanian dan
> >kejujuran intelektual Yusfiq yang sok pintar dan sok benar ini.
> >Saya akan kirim reportase lengkap di milis ini kelak. Peserta milis
> >jangan khawatir nggak bakalan dapat. Peserta milis DS yang kepingin ikut
> >menyaksikan tentu bisa saja datang ke Padang sebagai peserta. Ayo,
> >gimana?
> >
> >SALAM
> 
> Sincerely yours,
> 
> Permadi Witjaksono
> 


Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo                                              =
======================================


To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi