jusfiq
Sat, 28 Aug 1999 09:16:21 -0700
From: Self <Single-user mode>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [INDONESIA-L] BONAR MANGUNSONG - Sentimen Agama
Date sent: Sat, 28 Aug 1999 18:47:56 + 1.0
Date sent: Sat, 28 Aug 1999 07:41:16 -0600 (MDT)
To: [EMAIL PROTECTED]
From: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [INDONESIA-L] BONAR MANGUNSONG - Sentimen
Agama
>
> Date: Wed, 25 Aug 1999 18:49:24 -0700 (PDT)
> From: Bonar Mangunsong <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Sentimen agama
> To: [EMAIL PROTECTED]
>
>
> Sentimen agama membuat manusia di Indonesia dikotak kotakkan. Sentimen
> ini juga membuat friksi antar agama yg membuat banyak manusia mati
> menjadi korban. Friksi ini membenarkan jatuhnya korban manusia dengan
> pembenaran2 yg ada dalam kitab sucinya. Malah penafsiran2 (atau malah
> muatan dalam kitabnya) mengharuskan pengikutnya menjadi biadab, sehingga
> korban manusia diharuskan terjadi.
>
> Tapi bukankah itu pada dasarnya bertentangan dengan agama itu sendiri.
Pembunuhan dan kebiadaban itu tidak bertentangan dengan ajaran agama
Islam yang sekarang.
Ajaran agama Islam itu sekarang ini menyuruh ummat Islam untuk
memusuhi, membunuhi, merempoki dan menindas orang Yahudi, orang
Nasrani dan orang kafir (lainnya).
Cf. QS 2.216, QS 2.217, QS 3.169, QS 3.157/158, QS 8.39, QS 8.17,
QS 8.67, QS 8.69, QS 8.41, QS 9.29, QS 9.41, QS 9.111, QS 9.123, QS
9.5, QS 47.35, QS 59.8
Agar jelas: bila ada orang Islam di Indonesia yang beteriak jihad
dan bersedia membunuhi, merampoki dan menindas orang Nasrani maka
dari sudut ajaran agama Islam yang berlaku sekarang mereka itu tidak
salah.
Ya, dengan tegas kita harus berkata bahwa Ahmad Sumargono dan KISDI
itu hanya menurutkan ajaran al-Quran dan tradisi Islam ketika mereka
berteriak untuk melibas orang Nasrani (dan orang Yahudi yang tidak
ada di Indonesia).
Inilah yang tidak disadari oleh orang-orang Islam yang berkata bahwa
ajaran agama Islam itu toleran dan pembawa perdamaian!
Agar jelas: mereka itu adalah sahabat objektif KISDI dan Ahmad
Sumargono.
Mereka itu adalah pendukung objektif KISDI dan Ahmand Sumargono.
Agar jelas pula: pada saat orang Islam itu berkata bahwa ajaran agama
Islam itu toleran dan pembawa damai, maka mereka bukan hanya
berdusta, tapi juga dengan serta merta berkata bahwa TIDAK ADA
URGENSINYA adanya usaha untuk memperbaiki ajaran agama Islam itu.
Artinya mereka membiarkan ajaran agama Islam itu tetap biadab.
Inilah KESALAHAN yang tidak disadari oleh sebahagian orang Islam yang
menutup mata dihadapan kenyataan ini (dan berkata bahwa ajaran Islam
itu pembawa damai dan toleran): mereka tidak mendorong usaha buat
mengubah ajaran agama mereka.
Agar jelas: orang-orang Islam yang berkata bahwa agama Islam itu
semata-mata agama yang cinta damai, bahwa Nabi Muhamamd itu pengasih
dll. adalah penipu besar dan tukang kibul.
Dan dengan kibulan mereka itu mereka tidak mempercepat kesadaran
orang Islam akan perlu adanya perbaikan ajaran Islam itu.
Kesalahan inilah yang tidak disadari oleh orang-orang itu.
Dan kesalahan itulah yang ingin saya hindarkan dengan berkata dengan
lantang bahwa ajaran agama Islam sekarang ini adalah agama biadab!
Dan kesalahan itulah yang ingin saya hindarkan dengan berkata dengan
lantang bahwa Nabi Muhammad itu adalah bandot dan bandit yang
biadab.
Sekali lagi ajar jelas: kesalahan, kekurangan dan kebiadaban ajaran
agama Islam itu kudu ditatap dan direntang panjang-panjang dan
jelas-jelas dan dengan penuh kejujuran, demi untuk memperbaiki
ajaran agama itu.
Orang Islam Indonesia yang bodoh, tolol, dungu dan goblok mengira
bahwa bila saya rentang dengan tegas dan jelas kebobrokan ajaran
Islam itu maka sebabnya - pikir mereka - karena saya benci Islam. .
> Bonar Mangunsong >
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo =
======================================
To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi