demi-demokrasi  

Ya, capek juga (was Re: [demi-demokrasi] Di Makkah (was Re: JUSFIQ DAN AHMAD SUDIRMAN BERTEMU MUKA LANGSUNG.

jusfiq
Sun, 29 Aug 1999 05:49:54 -0700

Date sent:              Sat, 28 Aug 1999 21:28:04 -0500 (CDT)
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
From:                   Sjamsir Alam <[EMAIL PROTECTED]>
To:                     Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
Subject:                Re: [demi-demokrasi] Di Makkah (was Re: JUSFIQ 
DAN AHMAD SUDIRMAN BERTEMU MUKA LAN
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> > > yp wrote:
> > >
> > > > Dalam kalimat diatas terkesan adanya ancaman.
> > >
> > > Nggak ada ancaman. Saya hanya ingin melihat apakah Angku Yusfiq ini
> > > berani ngomong kotor dan menghujat agama Islam seperti yang selalu ia
> > > tulis di berbagai milis, di hadapan sebuah majelis secara fisik dimana
> > > hadir orang Islam yang dihujatnya itu. Kan ia mengatakan dalam
> > > postingnya yang ditujukannya kepada saya bahwa ia berani ngomong
> > > dimana saja dan dihadapan siapa saja. Nah, sekarang saya tantang ia
> > > berdiskusi dengan Saudara Ahmad Sudirman di Padang dan mereka bisa
> > > membuat sebuah forum dimana diundang banyak orang Islam dari berbagai
> > > kalangan dan berbagai tempat.
> > >
> >
> >     Saya terima tantangan ini, seperti yang saya tulis dalam posting
> >     sebelum ini dan judulnya -  ini harga mati nggak bisa ditawar:
> 
> Ini cuma alasan untuk berkelit pengecut besar kayak sis setan merajalela
> ini. Terima tantangan Ahmad Sudirman secara lugas untuk berdiskusi di
> negara yang kalian sepakati berdua. Itu baru namanya berani.


    Ya cape juga ngikutin kemauan orang yang punya record tidak punya
    kejujujran intelektuil -  tukang bohong -   tukang fitnah (saya
    dituduhnya anggota PKI) yang satu ini. 

    Saya terima tantangannya - dengan syarat yang saya anggap bisa
    memperjelas arah diskusi - eh dibilang "cuma alasan untuk berkelit
    pengecut besar kayak sis setan merajalela  ini".  

    Maunya apa? 

    Saya toh sudah bilang bahwa saya bersedia untuk berdiskusi secara
    terbuka dimana saja? 

    Di Bukit Tinggi kek, di Batu sangkar kek, di Madinah kek, di Makkah
    kek etc.

    Dan itupun masih dibilang penakut. 

> Sampai saat
> ini saya masih menyimpulkan si setan merajalela ini beraninya cuma
> berkoar-koar di balik pagar cyberspace, persis kayak anjing yang cuma
> berani menggonggong-gonggong di balik pagar tuannya.
> 

    Orang kate, saya sudah menyatakan kesediaan saya untuk berdiskusi
    dimana saja, eh masih dibilangnya " beraninya cuma  berkoar-koar di
    balik pagar cyberspace, persis kayak anjing yang cuma  berani
    menggonggong-gonggong di balik pagar tuannya" 

    Maunya apa? 

> SALAM

 


Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo                                              =
======================================


To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi