jusfiq
Mon, 30 Aug 1999 06:25:51 -0700
Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
Date sent: Sun, 29 Aug 1999 08:49:46 +0700
From: Sjamsir Alam <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Copies to: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: [federal-l] Re: [demi-demokrasi] Gua Hira (was JUSFIQ
DAN AHMAD SUDIRMAN BERTEMU M
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Saya terima tantangan diskusi terbuka ini: dengan judul - dan ini
> > harga mati, artinya tidak bisa ditawar-tawar: "Nabi Muhammad yang
> > bandot dan bandit yang biadab etc".
> >
> > Di Makkah kek, di Madinah kek, di gua Hira kek, di Majidil Haram
> > kek, di Bukit Tinggi kek, di Jedah kek!
> >
> > Dengan diikuti oleh orang agnostik, orang atheis dan ahli neuro
> > scientist, ahli ilmu falak pakar muttazillah seperti Abu Zaid dll.
>
> Silakan kirim tantangan Anda kepada Sdr. Ahmad Sudirman secara eksplisit.
Mari kita ingat kalimat orang ini yang berbunyi:
"Nah, sekarang saya tantang ia berdiskusi dengan Saudara Ahmad
Sudirman di Padang dan mereka bisa membuat sebuah forum dimana
diundang banyak orang Islam dari berbagai kalangan dan berbagai
tempat".
Yang menantang itu siapa?
Bukan saya!
Tapi internaut Sjamsir Alam!
Karena bukan saya yang menantang, karena saya adalah orang yang
ditantang, maka saya yang ditantang untuk berdiskusi di Padang hanya
perlu menerima atau menolak tantangan itu (dan eventuil menyertai
penerimaan atau penolakan itu dengan alasan dan syarat).
Dan itulah yang saya lakukan: saya terima tantangan internaut
Sjamsir Alam ini dengan syarat.
Lalu kenapa saya yang harus mengirim "tantangan (...) kepada Sdr.
Ahmad Sudirman secara eksplisit"?
Terpulang kepada anda yang mengeluarkan tantangan kepada saya untuk
berdiskusi di Padang buat menyampaikan undangan, pemberi tahuan atau
tantangan yang sama kepada Ahmad Sudriman dan peserta lain.
> Ajak ia melakukan diskusi itu dimana yang kalian sukai. Undang siapa saja
> yang kalian mau undang. Pangkal cerita kan Sdr. Ahmad Sudirman menantang
> Anda untuk berdiskusi langsung.
Yang menantang SAYA untuk mengadakan pertemuan di Padang adalah
anda, Sjamsir Alam.
Dan karena anda yang menantang, maka terpulang kepada anda untuk
melaksanakan pertemuan itu - dan bukan kepada saya atau Ahmad
Sudirman.
> Jawab ajakannya langsung kepadanya. Jangan
> mencla-mencle nggak karuan.
Saya yang ditantang untuk berdiskusi di Padang telah menyatakan
kesediaan saya untuk hadir didiskusi itu.
Saya tidak mencla-mencle.
Dengan lantang saya tulis: saya terima tantangan anda itu.
> Kalau kalian memutuskan untuk mengadakan
> diskusi itu di Sumbar,
Yang menulis tentangan kepada saya untuk berdiskusi di Padang adalah
anda!
Dan tantangan itu saya terima!
> saya menyediakan diri untuk membantu, sebagai salah
> seorang anggota panitia penyelenggara yang akan kalian tunjuk. Jangan
> dibalik, saya yang mengadakan diskusi itu.
>
Ya, saya yang akan (ikut) berdiskusi!
> Yang mengadakan diskusi, ya,
> kalian berdua.
Saya ulangi:
Saya menyatakan kesediaan saya untuk (ikut) berdiskusi!.
> Bukan saya. Saya hanya bersedia membantu agar diskusi itu
> bisa terselenggara di kampung Anda, Angku Jusfiq. Is that crystal clear?
>
Ya selenggarakanlah?
Saya telah menyatakan kesediaan saya untuk (ikut) berdiskusi!
Yang harus deliver sekarang anda dan bukan saya!
> SALAM
>
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo =
======================================
To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi