jusfiq
Mon, 30 Aug 1999 07:06:56 -0700
Date sent: Sun, 29 Aug 1999 18:19:50 -0500 (CDT)
Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
From: Sjamsir Alam <[EMAIL PROTECTED]>
To: Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Ya, capek juga (was Re: [demi-demokrasi] Di
Makkah (was Re: JUSFIQ DAN AHMAD S
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Ya cape juga ngikutin kemauan orang yang punya record tidak punya
> > kejujujran
> > intelektuil - tukang bohong - tukang fitnah (saya ituduhnya anggota
> > PKI) yang satu ini.
>
> Nah Sdr. Yusfiq,
> Kalau Anda capek, saya lebih capek lagi. Saya sudah merasa bahwa tidak ada
> gunanya bersahut-sahutan kata dengan Anda yang pembual besar di dunia ini.
> Dan ini mungkin salah satu posting saya yang terakhir dengan Anda, karena
> saya ingin mengakhiri omongan bullsheet ini.
>
> > Saya terima tantangannya - dengan syarat yang saya anggap bisa
> > memperjelas arah
> > diskusi - eh dibilang "cuma alasan untuk berkelit pengecut besar kayak
> > sis setan merajalela ini".
> > Maunya apa?
> > Saya toh sudah bilang bahwa saya bersedia untuk berdiskusi secara
> > terbuka dimana
> > saja?
>
> Anda ingin tahu maunya saya apa? Tidak banyak.
> 1. Kirim posting ke alamat Sdr. Ahmad Sudirman yang menantang Anda
> berdiskusi terbuka secara tatap muka. Anda nyatakan secara eksplisit bahwa
> Anda menerima tantangannya.
Mari kita ingat kalimat ini:
"Nah, sekarang saya tantang ia (Jusfiq) berdiskusi dengan Saudara
Ahmad Sudirman di Padang dan mereka bisa membuat sebuah forum dimana
diundang banyak orang Islam dari berbagai kalangan dan berbagai
tempat.
Yang menulis kalimat ini, yang mengeluarkan tantangan itu adalah
anda Sjamsir Alam dan bukan saya.
Dan tantangan ini saya terima.
Karuan terpulang kepada anda yang mengeluarkan tantangan itu untuk
deliver.
Jadi tidak terpulang kepada saya untuk mengirim "posting ke alamat
Sdr. Ahmad Sudirman yang menantang (saya) berdiskusi terbuka secara
tatap muka".
Andalah yang harus mengirimkan undangan, atau tantangan kepadanya.
Yang terpulang kepada saya adalah untuk menerima atau menolak
tantangan anda.
Dan tantangan anda itu telah saya terima.
Terpulang kepada anda sekarang untuk deliver!
> Tetapkan dimana diskusi itu Anda inginkan.
> Jika kebetulan Anda berdua menetapkan diskusi itu diadakan di Sumatera
> Barat, saya bersedia membantu Anda sebagai salah seorang anggota panitia
> penyelenggara bila Anda berdua menunjuk saya disamping anggota panitia
> yang lain.
Agar jelas saya ulangi, yang menulis kalimat dibawah ini adalah
anda:
"Nah, sekarang saya tantang ia (Jusfiq) berdiskusi dengan Saudara
Ahmad Sudirman di Padang dan mereka bisa membuat sebuah forum dimana
diundang banyak orang Islam dari berbagai kalangan dan berbagai
tempat".
Jadi tidak terpulang kepada saya yang menerima tantangan anda itu
untuk menunjuk "panitia penyelenggara".
Saya memang seyogiyanya diajak berembug - atau sekurang diberitahu -
ditiap tahap pembentukan panitia itu, tapi tidak terpulang kepada
saya untuk membentuknya.
Anda yang mengluarkn tantanganlah yang harus deliver, yang harus
mengambil inisiatif untuk membentuk panitia itu bukan saya.
> Saya akan ikut bikin "promosi besar-besaran" dengan jalan
> memfotokopi semua posting Anda yang menghujat agama Islam, Allah swt., dan
> Nabi Muhammad saw, yang kebetulan masih ada di arsip saya, dan saya
> sebarkan kepada semua instansi pemerintah, sipil dan militer, mulai dari
> desa asal Anda Cingkaring sampai ke tingkat provinsi, semua organisasi
> Islam seperti MUI, semua parpol Islam, semua oraganisasi mahasiswa Islam
> dan semua organisasi adat dan kebudayaan Minangkabau seperti LKAAM.
>
Ya, sudah semestinya!
> 2. Jawab pertanyaan saya dengan jujur, yang sudah dua kali saya ajukan
> dalam posting saya minggu ini: "Apakah Anda seorang pemeluk agama Islam,
> Nasrani, Yahudi, Zoroaster, dsb., atau Anda seorang atheist atau seorang
> agnostik?"
Dan ini tidak akan saya jawab atas alasan prinsipil.
Urusan agama seseorang adalah bahagian dari praivacy artinya semata
urusan orang yang bersangkutan dan orang lain tidak ada urusan untuk
menanyainya.
Terpulang kepada orang yang bersangkutan untuk menyatakan atau tidak
menyatakan agama yang dianutnya.
Saya juga tidak pernah menanyakan agama orang lain.
Jadi: pada saat ditanyai seseorang tentang privacy saya - jadi juga
termasuk agama saya - maka saya tidak akan menjawabnya; tapi atas
kehendak saya sendiri saya sering mengatakannya kepada orang lain.
> Sampai saat ini saya belum pernah membaca jawabannya pada semua
> posting Anda semenjak sesudah pertanyaan itu saya lontarkan kepada
> Anda. Saya perlu mengetahui keyakinan Anda ini untuk bahan "poromosi"
> saya kelak di Sumatera Barat, misalnya dengan kalimat merangsang:
>
> "SAUDARA-SAUDARA UMMAT ISLAM SUMATERA BARAT.
> IKUTILAH BERAMAI-RAMAI DISKUSI AGAMA ISLAM YANG AKAN DIADAKAN TANGGAL
> SEKIAN DI GEDUNG ANU KOTA X DENGAN PEMBICARA SEORANG MINANGKABAU ASAL
> CINGKARING, BUKITTINGGI, PEMELUK ISLAM YANG KARENA STUDINYA YANG SUDAH
> MENDALAM DI PARIS BERUBAH KEYAKINAN MENJADI PENGANUT AGAMA X (atau jika
> sudah Anda nyatakan ATHEIST atau AGNOSTIK akan saya tulis demikian) YANG
> AKAN MEMBUKTIKAN BAHWA SEBAGIAN AYAT ALQURAN TIDAK LAYAK LAGI DIYAKINI
> PADA MILENIUM INI, BAHWA ALLAH SWT DUNGU TIDAK KETULUNGAN, BAHWA NABI
> BESAR MUHAMMAD SAW BIADAB (dst., nanti saya kutip dari posting Anda
> selengkap mungkin).
>
> Nah, sudah puas, kan?
> Bila Anda tidak memberikan respon terhadap kedua pertanyaan saya itu, saya
> akan mengambil kesimpulan bahwa ungkapan Anda bahwa Anda seorang
> intelektual yang jujur dan berani bicara dimana saja dan di hadapan siapa
> saja adalah bullsheet dan Anda adalah orang yang paling tidak jujur di
> muka bumi ini. Oleh karena itu persahutan kata ini akan saya akhiri sampai
> di sini, karena bukan saya saja, tapi semua peserta milis ini sudah tahu,
> siapa Anda sebenarnya, dan tidak ada gunanya bersahutan kata dengan orang
> seperti Anda.
>
Amin!
> SALAM
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo =
======================================
To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi