demi-demokrasi  

[demi-demokrasi] RE: [reformasitotal] Re: Urusan agama itu adalah bahagian dari p rivacy [THE END]

jusfiq
Tue, 31 Aug 1999 03:52:39 -0700

From:                   "Aji, Seno (kem)" <[EMAIL PROTECTED]>
To:                     [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
        [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
        [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
        "'[EMAIL PROTECTED]'" <[EMAIL PROTECTED]>
Copies to:              [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED],
        [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
        [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], federal-
[EMAIL PROTECTED]
Subject:                RE: [reformasitotal] Re: Urusan agama  itu adalah 
bahagian dari p
        rivacy [THE END]
Date sent:              Tue, 31 Aug 1999 16:18:48 +0700

> Jusfiq yth.
> 
> Anda bicara masalah hak azasi manusia. Kita harus menghormatinya. Dan anda
> tahu PBB menjamin hal itu. 


    Tahu betul.

    Sejak tahun 1972 saya tidak henti-hentinya bicara tentang pelanggaran
    hak-hak azasi manusia di Indonesia diberbagai fora. Saya mulai dengan
    memasaalahkan pelanggaran hak-hak azasi manusia orang PKI yang
    dibunuh dan dijadikan tahanan politik oleh rezim Soeharto, lalu hak
    azasi orang Islam di Tanjung Periuk, di Lampung,  orang Nasrani,
    orang Aceh, orang Timor-Timur dll. 

    Semua orang, tanpa pilih bulu, yang HAM nya ditindas saya dukung dan
    saya pertahankan sebisa saya. 

    Sudah sejak belasan tahun (saya sendiri sudah lupa sejak kapan
    persisnya) saya menghadiri sidang tahunan Sub-Komisi HAM PBB dan
    kadang-kadang (tidak selalu) sidang tahunan Komisi HAM PBB untuk
    mengadukan pelanggaran HAM orang Indonesia, oragn Timor-Timur, orang
    Birma, orang Aljazair dll. 

    Saya juga adalah anggota pengurus sebuah organisasi HAM Perancis,
    yang memperjuangkan, antara lain, hak murid perempuan yang beragama
    Islam untuk pakai jilbab disekolah negeri di Perancis. 


> Lalu kenapa anda tidak menghormati hak azasi
> orang Islam untuk memeluk agamanya. Karena menurut saya dengan mencaci
> maki semacam itu anda tidak menghormati mereka.
> 


    Di dalam hak-hak azasi manusia itu ada hak untuk menyatakan pendapat
    dengan bebas.

    Itulah yang saya lakukan, saya nyatakan dengan bebas pendapat saya
    diberbagai milis ini - terutama - tentang ajaran agama Islam. 

    Saya komentari tulisan atau kelakuan orang yang diucapkan diberbagi
    mailing list  ini. 

    Sesunguhnya, mailing list ini adalah tempat berdiskusi, tempat untuk
    mempertukarkan pendapat, tempat untuk mempertentangkan pendapat dan
    bukan tempat untuk menyebarkan dusta dan fitnah seperti yang
    dilakukan oleh beberapa peserta yang beragama Islam. 

    Antara lain oleh internaut Sjamsir Alam, tukang sebarkan fitnah,
    orang yang penuh buruk sangka, tukang dusta. 

    Dalam berdiskusi, saya memakai kata-kata yang menurut hemat saya
    tepat, tidak peduli apakah kata itu dianggap orang kasar atau tidak.

    Saya setuju - dan memang dari dulu saya praktekkan - dengan apa yang
    pernah dikatakan oleh Shalman Rushdi: tugas pengarang itu
    (intelektuil juga) adalah to say the unsayable to speak the
    unspeakable. 

    Yagn sering tidak dipahami orang Islam adalah bahwa,  dalam
    menyatakan pendapat dan mempertahankan pendapat, saya tidak keluar
    dari tradisi Islam, yaitu tradisi rasional kaum muttazila dan Ibn
    Rushdi. 

    Anda mengatakan saya memaki orang Islam. 

    Adalah hak anda untuk berpendadat demikian dan mengatakan pendapat
    anda itu. 

    Namun saya akan menghargai omongan anda itu sebagai omongan yang
    serius bila anda sertai omongan anda itu dengan argumen. 

    Saya sebaliknya mengatakan bahwa saya mengajak orang Islam Indonesia
    yang malas memakai neuronnya untuk berfikir secara rasional. 

    Saya datang dengan fakta dan dengan argumen yang berdasarakan
    logika. 

    Setiap pernyataan saya saya dukung dengan fakta dan argumen saya
    saya landaskan kepada logika. 

    Dan bila ada yang berhasil membuktikan bahwa fakta saya tidak sahih
    atau argumen saya tidak lempeng maka saya mengakui kesalahan saya. 


> cheers
> SA
> 
> 
>  ----------
>  From:  [EMAIL PROTECTED] [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>  Sent:  Tuesday, 31 August 1999 17:49
>  To:  [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>  Cc:  [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>  Subject:  [reformasitotal] Re: Urusan agama  itu adalah bahagian
> dari privacy [THE END]
> 
>  Date sent:           Mon, 30 Aug 1999 19:57:26 -0500 (CDT)
>  Send reply to:       [EMAIL PROTECTED]
>  From:                Sjamsir Alam <[EMAIL PROTECTED]>
>  To:                  Multiple recipients of list
> <[EMAIL PROTECTED]>
>  Subject:             Re: Urusan agama  itu adalah bahagian dari
> privacy [THE END]
> 
>  > [EMAIL PROTECTED] wrote:
>  > 
>  > > > Anda ingin tahu maunya saya apa? Tidak banyak.
>  > > > 1. Kirim posting ke alamat Sdr. Ahmad Sudirman yang menantang
> Anda
>  > > > berdiskusi terbuka secara tatap muka. Anda nyatakan secara
> eksplisit
>  > > > bahwa Anda menerima tantangannya.
>  > >
>  > >     Mari kita ingat kalimat ini:
>  > >
>  > >     "Nah, sekarang saya tantang ia (Jusfiq) berdiskusi dengan
> Saudara
>  > >     Ahmad Sudirman di Padang dan mereka bisa membuat sebuah
> forum dimana
>  > >     diundang banyak orang Islam dari berbagai kalangan dan
> berbagai
>  > >     tempat.
>  > >
>  > >     Yang menulis kalimat ini, yang mengeluarkan tantangan itu
> adalah
>  > >     anda Sjamsir Alam dan bukan saya.
>  > >
>  > >     Dan tantangan ini saya terima.
>  > 
>  > Anda lupa dengan bahagian kalimat saya yang Anda kutip, yaitu, :
> "mereka
>  > bisa membuat sebuah forum " dan perkataan "mereka" berarti "Jusfiq dan
>  > Ahmad Sudirman". Jadi yang bikin forum itu Anda berdua, bukan
> saya.
>  > 
> 
>      Dan saya tidak lupa, karena beberapa kali saya kutip, artinya
>      beberapa kali saya baca. 
> 
>      Kalimat  "mereka  bisa membuat sebuah forum" tidak menghilangkan
>      kenyataan bahwa andalah yang melontarkan tantangan kepada saya
> untuk
>      membuat forum itu di Padang - dan oleh karena itu anda kudu
> deliver. 
> 
>      Tangan mencancang bahu memikul. 
> 
> 
>  > >     Jadi tidak terpulang kepada saya untuk mengirim "posting ke
> alamat
>  > >     Sdr. Ahmad Sudirman yang menantang (saya)  berdiskusi
> terbuka secara
>  > >     tatap muka".
>  > 
>  > Nah, disini letak kegoblokan Anda. Yang menantang Anda berdiskusi
> adalah
>  > Ahmad Sudirman.
> 
> 
>      Saya sudah membalasnya dan saya telah menyatakan bahwa saya
> tidak
>      tertarik untuk berdiskusi di negeri Swedia atau di negeri
> Belanda
>      berdua saja. 
> 
>      Seperti saya katakan, saya anggap bahwa diskusi di internet
> cukup
>      memadai kalau hanya sekedar diskusi. 
> 
>      Lalu anda anda menantang supaya diskusi itu diadakan di Padang
> untuk
>      membuktikan bahwa saya berani mengatakan apa yang saya katakan
> di
>      internet ini kepada siapa saja dan dimana saja. 
> 
>      Sepanjang yang menyangkut saya saya telah menerima tantangan
> itu. 
> 
>      Now you have to deliver! 
> 
> 
>  > Saudaralah yang wajib menjawab atau menolak tantangannya.
> 
> 
>      Tantangan anda telah saya terima, dengan syarat seperti yang
> saya
>      tuliskan. 
> 
> 
>  > Sekali lagi, saya ulang, jika Anda berdua memutuskan untuk
> berdiskusi di
>  > Sumatera Barat, saya bersedia membantu, jika Anda berdua menunjuk
> saya.
>  > Sangat jelas, kan?! 
> 
>      Jelas, setelah tantangan anda saya terima, maka anda harus
> deliver! 
> 
> 
>  > Karena Anda tidak mau menerima tantangan itu dengan
>  > mengirim posting langsung kepada Ahmad Sudirman, saya makin yakin
> bahwa
>  > Anda pengecut besar. Berani menghujat Islam dengan dalih diskusi
> di
>  > internet saja. Saya kira semua peserta milis yang rajin mengikuti
>  > persahutan kata ini sudah bisa mengambil kesimpulan, siapa Anda
>  > sebenarnya, pemberani atau pengecut. Jadi tidak ada gunanya saya
>  > meneruskan bullsheet yang nggak ketahuan juntrungannya ini, dan
> yang lebih
>  > penting lagi, tidak ada gunanya melayani Anda, Jusfiq, kecuali
> bila Anda
>  > menyebut nama saya lagi secara eksplisit di posting
> 
> 
>      Dan akan saya sebut nama anda tiap kali ada kesempatan untuk
>      menunjukkan contoh orang yang yang tidak punya kejujuran
>      intelektuil, culas, tukang  bohong, tukang fitnah dan bermoral
> nista
>      lagi menjijikkan. 
> 
> 
>  >  Anda mana saja dengan
>  > nada makian, maka saya akan membalas makian itu pada setiap
> posting yang
>  > Anda kirimkan kepada siapa saja tiap hari. Mulai posting ini, saya
>  > mengajak Anda untuk menghentikan posting saling memaki dengan
> menyebut
>  > nama kita masing-masing.
>  > 
> 
> 
>      Nama saya disebut orang tiap hari dan para peserta berbagai
> milis
>      inilah yang menilai argumen apa yang disangkutkan orang dengan
> nama
>      saya. 
> 
>      Nama anda akan saya sebut tiap kali saya perlu memberi contoh
> manusia
>      culas, tidak punya kejujuran intelektuil, tukang bohong dan
> tukang
>      fitnah, bermoral nista lagi menjijikkan. 
> 
>      Hingga anda mengakui kesalahan anda selama ini! 
> 
> 
>  > > > 2. Jawab pertanyaan saya dengan jujur, yang sudah dua kali
> saya ajukan
>  > > > dalam posting saya minggu ini: "Apakah Anda seorang pemeluk
> agama
>  > > > Islam, Nasrani, Yahudi, Zoroaster, dsb., atau Anda seorang
> atheist
>  > > > atau seorang agnostik?"
>  > >
>  > >     Dan ini tidak akan saya jawab atas alasan prinsipil.
>  > 
>  > Nah, Anda punya hak untuk diam, tidak menjawab pertanyaan saya di
> atas.
>  > Saya juga punya hak untuk berpendapat bahwa kejujuran yang Anda
>  > gembar-gemborkan di milis ini cuma bualan besar.
> 
> 
>      Yang menentukan bulan besar itu bukan teriakan anda, tapi fakta
> dan
>      argaumen yang saya bawa! 
> 
>      Saya datang dengan fakta dan argumen yang berdasarkan logika dan
>      bila ada peserta lain yang membantah fakta yang saya bawa atau
> bisa
>      meruntuhkan argumen saya maka saya bersedia menerimanya. 
> 
>      Kejujuran saya terhadap diri saya, artinya juga terhadap lawan
>      bicara saya telah saya buktikan diberbagai milis ini. 
> 
>      Anda sebaliknya telah menunjukkan ketidak jujuran anda kepada
> para
>      peserta berbagai milis ini, keculasan dan kebiasaan anda untuk
>      memfitnah. 
> 
>  > Buktinya, Anda tidak mau
>  > mengatakan secara jujur apakah Anda ini beragama atau tidak.
> Seingat saya,
>  > hampir semua peserta milis ini pernah mengatakan keyakinan yang
> dianutnya,
>  > eksplisit atau implisit, dalam posting-postingnya, bahkan banyak
> yang
>  > menuliskannya dalam posting perkenalannya.
>  > 
> 
> 
>      Tidak terlarang bagi yang mau untuk membeberkan privacynya, tapi
>      adalah hak tiap orang untuk tidak membuka privacynya. 
> 
>      Ini dijamin oleh Deklarasi HAM PBB. 
> 
> 
>  > Nah, apa pun alasan Anda untuk tutup mulut tentu akan saya
> hormati. Tapi
>  > Anda juga harus menghormati pendapat saya tentang sikap tutup
> mulut Anda,
>  > bahwa Anda tidak mau berkata jujur. 
> 
> 
>      Bila anda bodoh, dungu tolol dan goblok sehingga anda tidak tahu apa
>      yang namanya hak-hak azasi manusia saya juga tidak bisa berbuat
>      banyak! 
> 
>  > Nah, sudah saatnya, kan, kita akhiri
>  > bullsheet ini?
>  > 
> 
>      Dan anda telah berhasil menunjukkan sekali lagi bahwa anda tidak
>      punya kejujuran intelektuil, bahwa anda culas bodoh, tolol,
> dungu
>      dan bodoh! 
> 
>  > THE END
>  > 
>  > Goodbye. Cheerio!!!
>  > 
>  > Sjamsir Alam
>  > 
> 
> 
>  Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
> =
>  ======================================
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------------------------------------------------
>  SAPU BERSIH BAHAYA LATEN STATUS QUO: GOLKAR, DWIFUNGSI TNI, POLITIK
> SAR
> 
> 


Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo                                              =
======================================


To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi
  • [demi-demokrasi] RE: [reformasitotal] Re: Urusan agama itu adalah bahagian dari p rivacy [THE END] jusfiq