demi-demokrasi  

[demi-demokrasi] Re: Urusan agama itu adalah bahagian dari privacy [THE END]

jusfiq
Tue, 31 Aug 1999 01:29:04 -0700

Date sent:              Mon, 30 Aug 1999 19:57:26 -0500 (CDT)
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
From:                   Sjamsir Alam <[EMAIL PROTECTED]>
To:                     Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
Subject:                Re: Urusan agama  itu adalah bahagian dari privacy [THE END]

> [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> > > Anda ingin tahu maunya saya apa? Tidak banyak.
> > > 1. Kirim posting ke alamat Sdr. Ahmad Sudirman yang menantang Anda
> > > berdiskusi terbuka secara tatap muka. Anda nyatakan secara eksplisit
> > > bahwa Anda menerima tantangannya.
> >
> >     Mari kita ingat kalimat ini:
> >
> >     "Nah, sekarang saya tantang ia (Jusfiq) berdiskusi dengan Saudara
> >     Ahmad Sudirman di Padang dan mereka bisa membuat sebuah forum dimana
> >     diundang banyak orang Islam dari berbagai kalangan dan berbagai
> >     tempat.
> >
> >     Yang menulis kalimat ini, yang mengeluarkan tantangan itu adalah
> >     anda Sjamsir Alam dan bukan saya.
> >
> >     Dan tantangan ini saya terima.
> 
> Anda lupa dengan bahagian kalimat saya yang Anda kutip, yaitu, : "mereka
> bisa membuat sebuah forum " dan perkataan "mereka" berarti "Jusfiq dan
> Ahmad Sudirman". Jadi yang bikin forum itu Anda berdua, bukan saya.
> 

    Dan saya tidak lupa, karena beberapa kali saya kutip, artinya
    beberapa kali saya baca. 

    Kalimat  "mereka  bisa membuat sebuah forum" tidak menghilangkan
    kenyataan bahwa andalah yang melontarkan tantangan kepada saya untuk
    membuat forum itu di Padang - dan oleh karena itu anda kudu deliver. 

    Tangan mencancang bahu memikul. 


> >     Jadi tidak terpulang kepada saya untuk mengirim "posting ke alamat
> >     Sdr. Ahmad Sudirman yang menantang (saya)  berdiskusi terbuka secara
> >     tatap muka".
> 
> Nah, disini letak kegoblokan Anda. Yang menantang Anda berdiskusi adalah
> Ahmad Sudirman.


    Saya sudah membalasnya dan saya telah menyatakan bahwa saya tidak
    tertarik untuk berdiskusi di negeri Swedia atau di negeri Belanda
    berdua saja. 

    Seperti saya katakan, saya anggap bahwa diskusi di internet cukup
    memadai kalau hanya sekedar diskusi. 

    Lalu anda anda menantang supaya diskusi itu diadakan di Padang untuk
    membuktikan bahwa saya berani mengatakan apa yang saya katakan di
    internet ini kepada siapa saja dan dimana saja. 

    Sepanjang yang menyangkut saya saya telah menerima tantangan itu. 

    Now you have to deliver! 


> Saudaralah yang wajib menjawab atau menolak tantangannya.


    Tantangan anda telah saya terima, dengan syarat seperti yang saya
    tuliskan. 


> Sekali lagi, saya ulang, jika Anda berdua memutuskan untuk berdiskusi di
> Sumatera Barat, saya bersedia membantu, jika Anda berdua menunjuk saya.
> Sangat jelas, kan?! 

    Jelas, setelah tantangan anda saya terima, maka anda harus deliver! 


> Karena Anda tidak mau menerima tantangan itu dengan
> mengirim posting langsung kepada Ahmad Sudirman, saya makin yakin bahwa
> Anda pengecut besar. Berani menghujat Islam dengan dalih diskusi di
> internet saja. Saya kira semua peserta milis yang rajin mengikuti
> persahutan kata ini sudah bisa mengambil kesimpulan, siapa Anda
> sebenarnya, pemberani atau pengecut. Jadi tidak ada gunanya saya
> meneruskan bullsheet yang nggak ketahuan juntrungannya ini, dan yang lebih
> penting lagi, tidak ada gunanya melayani Anda, Jusfiq, kecuali bila Anda
> menyebut nama saya lagi secara eksplisit di posting


    Dan akan saya sebut nama anda tiap kali ada kesempatan untuk
    menunjukkan contoh orang yang yang tidak punya kejujuran
    intelektuil, culas, tukang  bohong, tukang fitnah dan bermoral nista
    lagi menjijikkan. 


>  Anda mana saja dengan
> nada makian, maka saya akan membalas makian itu pada setiap posting yang
> Anda kirimkan kepada siapa saja tiap hari. Mulai posting ini, saya
> mengajak Anda untuk menghentikan posting saling memaki dengan menyebut
> nama kita masing-masing.
> 


    Nama saya disebut orang tiap hari dan para peserta berbagai milis
    inilah yang menilai argumen apa yang disangkutkan orang dengan nama
    saya. 

    Nama anda akan saya sebut tiap kali saya perlu memberi contoh manusia
    culas, tidak punya kejujuran intelektuil, tukang bohong dan tukang
    fitnah, bermoral nista lagi menjijikkan. 

    Hingga anda mengakui kesalahan anda selama ini! 


> > > 2. Jawab pertanyaan saya dengan jujur, yang sudah dua kali saya ajukan
> > > dalam posting saya minggu ini: "Apakah Anda seorang pemeluk agama
> > > Islam, Nasrani, Yahudi, Zoroaster, dsb., atau Anda seorang atheist
> > > atau seorang agnostik?"
> >
> >     Dan ini tidak akan saya jawab atas alasan prinsipil.
> 
> Nah, Anda punya hak untuk diam, tidak menjawab pertanyaan saya di atas.
> Saya juga punya hak untuk berpendapat bahwa kejujuran yang Anda
> gembar-gemborkan di milis ini cuma bualan besar.


    Yang menentukan bulan besar itu bukan teriakan anda, tapi fakta dan
    argaumen yang saya bawa! 

    Saya datang dengan fakta dan argumen yang berdasarkan logika dan
    bila ada peserta lain yang membantah fakta yang saya bawa atau bisa
    meruntuhkan argumen saya maka saya bersedia menerimanya. 

    Kejujuran saya terhadap diri saya, artinya juga terhadap lawan
    bicara saya telah saya buktikan diberbagai milis ini. 

    Anda sebaliknya telah menunjukkan ketidak jujuran anda kepada para
    peserta berbagai milis ini, keculasan dan kebiasaan anda untuk
    memfitnah. 

> Buktinya, Anda tidak mau
> mengatakan secara jujur apakah Anda ini beragama atau tidak. Seingat saya,
> hampir semua peserta milis ini pernah mengatakan keyakinan yang dianutnya,
> eksplisit atau implisit, dalam posting-postingnya, bahkan banyak yang
> menuliskannya dalam posting perkenalannya.
> 


    Tidak terlarang bagi yang mau untuk membeberkan privacynya, tapi
    adalah hak tiap orang untuk tidak membuka privacynya. 

    Ini dijamin oleh Deklarasi HAM PBB. 


> Nah, apa pun alasan Anda untuk tutup mulut tentu akan saya hormati. Tapi
> Anda juga harus menghormati pendapat saya tentang sikap tutup mulut Anda,
> bahwa Anda tidak mau berkata jujur. 


    Bila anda bodoh, dungu tolol dan goblok sehingga anda tidak tahu apa
    yang namanya hak-hak azasi manusia saya juga tidak bisa berbuat
    banyak! 

> Nah, sudah saatnya, kan, kita akhiri
> bullsheet ini?
> 

    Dan anda telah berhasil menunjukkan sekali lagi bahwa anda tidak
    punya kejujuran intelektuil, bahwa anda culas bodoh, tolol, dungu
    dan bodoh! 

> THE END
> 
> Goodbye. Cheerio!!!
> 
> Sjamsir Alam
> 


Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo                                              =
======================================


To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi