demi-demokrasi  

Re: [demi-demokrasi] Filter (was Re: [federal-l] PERANG MAKIAN JUSFIQ DI MILIS DS

Sjamsir Alam
Thu, 2 Sep 1999 16:44:11 -0700

[EMAIL PROTECTED] wrote:

>     Pikiran busuk memang, tapi tidak mengagetkan dari orang ini.

Yang punya pikiran busuk itu Anda, Jusfiq!
Pikiran busuk yang setiap kali ngomong tentang Islam dan orang Islam selalu pakai dubur
Anda. Pikiran busuk yang kalau Anda bikin contoh orang Islam yang menentang ajaran 
setan
Anda, Anda katakan goblok, dungu, biadab, dan seribu ungkapan busuk dubur Anda, yang
hanya pantas diucapkan orang gila. Apa hanya karena mengkonsumsi arak dan babi, Anda
mikir bahwa Anda sudah sangat pintar? Tau, nggak, bagi sebagian orang di milis ini Anda
tidak lebih dari seorang iblis.

>     He runs nuts!

Yang run nuts itu Anda, Jusfiq. Bahkan you have been nuts for years and years. Anda 
lupa
bahwa hampir di semua milis yang Anda masuki, tetap banyak orang yang ngamuk pada Anda
dan mengatakan Anda gila.
Kan jelas betul kegoblokan Anda. Saya sudah katakan, bahwa karena Anda tidak mau 
menerima
ajakan saya untuk tidak menyebut nama saya dengan nada makian, saya nyatakan perang
makian dengan Anda. Saya akan memaki Anda tiap hari, pada posting apa saja yang Anda
tulis, sepanjang saya melihat di situ saya bisa memaki Anda. Ini bukan sebuah kegilaan.
Ini sebuah perang yang saya lakukan secara sadar.

>     Maka sejak beberap hari ini, memang setiap posting saya diulasnya.

Nah ini satu bukti lagi bahwa Anda memang gobolok dan buta bahasa Indonesia. Anda tidak
bisa membedakan antara perkataan "diulasnya" dengan "dimakinya". Saya tidak pernah
mengulas posting Anda. Saya memaki Anda pada setiap posting Anda dimana saya bisa punya
kesempatan untuk memaki Anda. Bisa ngerti nggak Anda, Goblok?

>     Namun ingin saya sampaikan bahwa apapun alasan seseorang untuk
>     menulis, apakah untuk berusaha berdiskusi, bertukar pendapat dan
>     mempertentangkan pendapat atau sekedar untuk menjadikan ' milis DS
>     ini sebagai milis perang makian' hendaknya hak orang itu untuk
>     menyatakan pendapatnya kudu dihormati.

Rupanya Anda masih punya rasa hormnat terhadap sesuatu, Jusfiq? Mungkin yang sedikit 
ini
masih tersisa dalam otak cicak Anda. Bagus, baguuuus sekali. Kenapa nggak Anda gunakan
rasa hormat ini kepada agama, khususnya Islam, orang beragama, khususnya pemeluk agama
Islam? Ini bukti lagi bahwa Anda memang sudah kafir dan menjadi setan bila ngomong soal
Islam dan pemeluk Islam.

>     Dan makian adalah bahagian dari cara menyatakan pendapat!

Haaaa, saya sekarang ngerti. Itu sebabnya Anda selalu menggunakan makian dalam
posting-posting Anda bila Anda bicara soal Islam dan muslim. Ya, dalam satu hal Anda
benar, Jusfiq. "Makian adalah bahagian dari cara menyatakan pendapat!". Cuma yang Anda
tidak tahu, mungkin karena kegoblokan Anda yang tidak ketulungan, atau karena memang
tidak punya tatakrama dalam pergaulan antar manusia, alias biadab, makian dalam
berkomunikasi hanya digunakan orang bila ia sangat marah, sangat tersinggung. Orang
beradab mana yang memaki-maki orang dalam diskusi antar manusia normal ?

>     Jadi saya harapkan agar para peserta lain diberbagai milis ini TIDAK
>     mempertanyakan (question) hak internaut Sjamsir Alam -  yang ingin
>     mengubah mailing list ini sebagai medan perang - untuk mengirim
>     posting kesini dan agar TIDAK ada mulai mikir minta sensor.

Jusfiq, Anda memang sudah pikun. Sampai saat ini saya masih belum pernah membaca satu
posting pun di milis ini yang mempertanyakan hak saya untuk melaksanakan perang makian
dengan Anda. Karena mungkin semua peserta disini tahu bahwa saya melakukan itu karena
Anda menolak ajakan saya kepada Anda untuk tidak menyebut nama saya secara pribadi 
dengan
nada makian dalam posting-posting Anda. Yang memukul genderang perang itu adalah Anda,
Jusfiq. Anda ini sudah begitu cepatnya pelupa alias pikun, atau memang karena Anda 
dungu
dengan neuron yang sudah mengeras jadi kawat berduri.

>     Lalu bagaimana dengan peserta yang mulai sebel atau bosan menerima omong kosong
> internaut Sjamsir Alam ini nantinya?

Sampai sekarang yang sebel dan bosan cuma Anda sendiri, Jusfiq. Kalau Anda sudah tidak
tahan saya maki-maki tiap hari, bilang saja. Menyerah! Kibarkan bendera putih!
Ini satu lagi bukti, bahwa Anda adalah manusia yang mau menang sendiri. Anda tidak 
tahan
dimaki-maki, tapi Anda tiap hari memaki orang.

>     Saya ingatkan bahwa hampir semua software yang ada sekarang punya filter yang 
>bisa
> menolak posting yang berasal dari internaut tertentu.
>     Jadi yang sebel atau bosan menerima posting dari internaut Sjamsir Alam - atau 
>dari
> saya atau dari siapapun juga - harap pasang filter.

Anda pikir semua orang di milis ini segoblok Anda, Jusfiq? Atau karena kepongahan Anda,
Anda selalu berpikir bahwa hanya Anda saja yang tahu bahwa ada fasilitas filter pada
hampir semua software untuk mengakses imel. Dan karena itu Anda berlagak sok pintar dan
menggurui orang lain, yang mungkin seratus kali lebih pintar dari Anda dalam teknologi
internet.
Nah kalau Anda sudah tidak tahan saya maki-maki, pasang saja filter pada software Anda.
Atau Anda unsubscribe saja sekalian, biar terbukti lagi bahwa Anda adalah seorang
pengecut.

SALAM




To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi