Handoko Kosasih
Thu, 15 Jun 2000 08:45:04 -0700
** From: "Handoko Kosasih" <[EMAIL PROTECTED]> Rupanya anda dari Jember dan masih sekota dengan saya. Seharusnya penyakit Sdr. dilakukan pemeriksaan lebih jauh lagi, karena penyebabnya bisa macam-macam yaitu dari yang ringan-ringan sampai yang cukup serius. Mungkin diperlukan pemeriksaan rontgen dan laboratorium untuk menentukan penyakitnya, sehingga pengobatannya lebih tepat. Pengobatan alternatif seperti yang dianjurkan sdr. Abusaleh bisa saja dilakukan atau dicoba karena cara tsb. secara fisik tidak melakukan intervensi apapun. ----- Original Message ----- From: Fany <[EMAIL PROTECTED]> To: Dokter <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Sunday, June 11, 2000 4:34 PM Subject: [MLDI] Tulang belakang sakit > ** From: Fany <[EMAIL PROTECTED]> > Assalamu'alaikum wr.wb > Salam kenal, > > Langsung saja ya.. Dok.. > Usia saya 27 tahun, aktivitas kerja selalu duduk kerjain laporan depan komputer. > Sudah cukup lama saya tidak bisa duduk terlalu lama. > Alasan ini karena tulang belakang (punggung) saya tidak kuat untuk menyangga tubuh saya. Sakit sekali rasanya. > Pertama kali saya ingat, rasa sakit itu dari pinggang kanan. Itu sudah saya rasakan sekitar 4 tahun yl. > Tapi saya coba tahan. Akhirnya lari ke tukang pijit dan berkurang tapi kalo' lama ndak ke tukang pijit itu kambuh lagi. > Lama-lama sakit di pinggang itu merambah ke tulang punggung itu. > Rasanya seperti ingin saya patah-patahkan biar bunyi krek, tapi ndak bunyi-bunyi karena pegal dok.. > Kalo sudah tidak kuat menahan rasa sakit itu di kost-an saya tidur dengan badan di atas tempat tidur dengan posisi horizontal dan kepala di lantai. jadi seperti akrobat he-he.. lha wong sakitnya setengah mati..) Maksud saya cuma ingin menatapkan tulang punggung saya pada sisi dipan tempat tidur. > Trus tiga hari seminggu yang lalu saya pas buang air besar keluar juga darah segar juga.. > Panas rasanya. Apakah ini ambeian..? O ya saya sebelumnya makan makanan yang ada sambelnya. pengen sih.. tapi sebenarnya saya jarang makan makanan pedas. > > Kemudian saya jadi ingat kakak saya yang pernah juga mengalami seperti saya. > Memang kalo' duduk terlalu lama rasanya pantat saya tidak ada dagingnya, sehingga tulang ekor saya natap tepat duduk kursi.(baik plastik atau kayu) > Atau saya mungkin terlalu kurus..? > Tinggi 158 cm berat 40 kg > > Atas anjuran teman, harus banyak minum, sering-sering jalan-jalan.. dan banyak nasehat lain yang sudah saya coba. > Yang pengen saya tanyakan, peristiwa berak campur darah apakah tidak bisa diobati secepatnya, maksud saya yang tidak perlu waktu lama dan makan banyak obat soalnya saya sudah bosen dengan minum obat, > mengingat riwayat kesehatan ayah saya juga pernah mengalami hal serupa, kemudian kakak perempuan saya dan kini saya. Apakah ini keturunan ? > Mungkin keadaan saya masih belum parah, makanya saya coba konsultasikan. > > Terima kasih atas tanggapannya. > Wasalam, > Fany > > ----------------------------------------------------------------- > MAILING LIST DOKTER INDONESIA (MLDI) > Chatting, arsip, konsultasi pakar, info obat tradisional dapati > di : http://www.mldi.or.id > Untuk unsubscribe kirim email ke [EMAIL PROTECTED] dengan > isi email: unsubscribe dokter <ganti dgn email anda> > ----------------------------------------------------------------- > ----------------------------------------------------------------- MAILING LIST DOKTER INDONESIA (MLDI) Chatting, arsip, konsultasi pakar, info obat tradisional dapati di : http://www.mldi.or.id Untuk unsubscribe kirim email ke [EMAIL PROTECTED] dengan isi email: unsubscribe dokter <ganti dgn email anda> -----------------------------------------------------------------