aaria
Sat, 23 Sep 2000 23:42:47 -0700
** From: "aaria" <[EMAIL PROTECTED]> bravo dr Erik ! mudah2an cita2 mulia anda tercapai.... -----Original Message----- From: Erik Tapan <[EMAIL PROTECTED]> To: MLDI <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sunday, September 24, 2000 8:12 AM Subject: Re: [MLDI] kok cuman konsultasi ? >** From: "Erik Tapan" <[EMAIL PROTECTED]> >Salam, > >----- Original Message ----- >From: "Tara" <[EMAIL PROTECTED]> >To: <[EMAIL PROTECTED]> >Sent: 22 September 2000 23:36 >Subject: [MLDI] kok cuman konsultasi ? > > >| ** From: "Tara" <[EMAIL PROTECTED]> >| Mungkin nggak ada salahnya konsultasi kesehatan, itu membuat milis >hidup. > >Bung Tara, saya kurang ngerti apa maksud dari pernyataan ini. > >| Mau tanya, masalah JPKM itu akhirnya seperti apa ? Ada yang ngurusin >nggak ? > >Saat ini Perbapel JPKM - sorry saya nggak tahu apa kepanjangannya >soalnya sudah lama nggak menekuni JPKM ini (mungkin bisa dibantu oleh >Dr Benny Handoyo dari HMO atau rekan lain dari JPKM)- mulai bangkit >lagi (emangnya pernah nggak diurusin ?). >Rencananya bulan November (CMIIW), akan membuat konggres antara >pengurus JPKM. >Jadi salah kalau ada anggapan JPKM itu tidak ada yang ngurusin. :-). >Ntar kalau ada informasi lebih lanjut mengenai hal ini akan saya >informasikan. >Saya sedang merancang suatu sistem JPKM menggunakan internet. >Tunggu saja hasilnya.... >Yang berminat harap hubungi saya. > >| Atau jadi rebutannya perusahaan asuransi atau lainnya ? > >Yang jadi rebutan sistem JPKMnya atau kliennya ? >Sistem JPKM belum jadi rebutan karena dianggap kurang menguntungkan. >Dengan sistem yang sedang saya susun, kemungkinan bisa lebih efisien >dan efektif. :-) >Kenapa saya ngotot melakukan hal ini ? >Karena dasar pemikiran saya bahwa sistem JPKM itu sangatlah baik untuk >diterapkan dalam rangka mengefisienkan pembiayaan kesehatan. >Selama ini, peluncuran Undang-undang Kesehatan membuat pemisahan >antara produsen jasa kesehatan dan konsumen jasa kesehatan. >Tetapi dengan adanya sistem JPKM (yang benar), hal itu bisa >diantisipasi. >Konsumen dan produsen kesehatan tidak lagi berada di pihak yang >berseberangan dan saling curiga. >Ini pemikiran sederhana saya. Mungkin Dokar bisa menambahkan. > >Cuman yha itu, penerapannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. >Mesti melalui proses seperti edukasi, baik kepada konsumen dan >terutama pada produsen. >Ini yang PENTING. EDUKASI !!!! >Dalam skala yang kecil saya sudah berhasil melakukannya, hanya >sayangnya saya mesti berpindah pekerjaan. :-(. >Sebelum proses edukasi ini saya lakukan, provider maupun klien saling >jor-joran. >Klaim rasionya amburadul, pelan-pelan saya edukasi mengenai penting >dan keuntungan sistem ini (sekitar 1994) kepada kedua belah pihak. >Klaim rasio menurun hingga 80%. >Lama-lama angka 80% itu makin gede kuantitasnya seiring dengan makin >bertambahnya klien. >Kelebihan itu bisa dipakai untuk program-program yang lain :-). >Dst..dst... > >| Yah sayang kalau program yang tujuannya menjamin kesehatan rakyat >kecil >| ternyata gagal. > >Kalau yang ngurus nggak benar. Pikirannya cuman keuntungan diri >sendiri, kita semua sudah tahu akibatnya. >Belum apa-apa, apa yha keuntungan buat saya ? >Masa' bodoh yang lain menderita kerugian. >Dengan demikian -dalam jangka panjang- semua akan rugi. :-( > >Dengan sistem yang saya rancang, lobang-lobang pemanipulasian akan >saya usahakan untuk ditutup (dari pengalaman saya). Pelaporan dan >pengecekan menggunakan internet. >Operasional jadi lebih efektif dan efisien.... >He..he..he.. :-) :-) > >Keuntungan buat saya ? >Prinsip saya : kerja dulu, kalau ada yang menghargai barulah kita >ngomong soal imbalan. >Sama seperti ide yang saya untuk : >" Mengdokterkan internet dan menginternetkan dokter ". > >Cuman masalahnya mencari yang menghargai kerjaan kita itu susah yha ? >Yang salah bukan mereka, tetapi kita yang tidak bisa membuat hal itu >menarik. >Ada orang yang punya segudang ide, tetapi tidak berhasil mewujudkannya >apalagi menjualnya. > >Bagaimana komentar Anda-anda ? > > >Salam, >Erik Tapan >Please visit http://medic.webs88.com/ click Multimedia >Enjoy Medical Hour from the radio and the tv broadcast > > > > >----------------------------------------------------------------- >MAILING LIST DOKTER INDONESIA (MLDI) >Chatting, arsip, konsultasi pakar, info obat tradisional dapati >di : http://www.mldi.or.id >Untuk unsubscribe kirim email ke [EMAIL PROTECTED] dengan >isi email: unsubscribe dokter <ganti dgn email anda> >----------------------------------------------------------------- > ----------------------------------------------------------------- MAILING LIST DOKTER INDONESIA (MLDI) Chatting, arsip, konsultasi pakar, info obat tradisional dapati di : http://www.mldi.or.id Untuk unsubscribe kirim email ke [EMAIL PROTECTED] dengan isi email: unsubscribe dokter <ganti dgn email anda> -----------------------------------------------------------------