adira jakti
Tue, 16 Jun 2009 21:41:12 -0700
Dr. Taruna... maaf ya Dok, saya sdh bolak balik baca, tp belum ngerti, Stem Cell itu apa Dok? tks
--- On Sun, 6/14/09, Taruna Ikrar <dr_ikrar_m...@yahoo.com> wrote:
From: Taruna Ikrar <dr_ikrar_m...@yahoo.com>
Subject: [Dokter Umum] Terapi Masa Depan “Stem Cell” Bagi Penderita Penyakit
Jantung (Berita Kesehatan)
To:
Date: Sunday, June 14, 2009, 2:01 PM
Kawan2 yth,
Semoga tulisan kami ini bermanfaat.
Â
Terapi Masa Depan “Stem Cell� Bagi Penderita Penyakit Jantung
Â
Stem cells mempunyai potensi untuk menyembuhkan Penyakit Gagal Jantung di masa
depan (Treatment of Heart Disease). Stem cells dapat memulihkan kerusakan
jaringan otot jantung, melalui perbaikan atau regenerasi. Hasil uji klinik yang
dilakukan dalam jumlah terbatas pada manusia--biasanya pada pasien yang
menjalani operasi jantung terbuka--menunjukka n bahwa stem cells yang
disuntikkan ke dalam sirkulasi atau langsung ke dalam jaringan jantung,
mengalami peningkatan fungsi jantung dan menimbulkan pembentukan pembuluh
kapiler-kapiler yang baru.
Â
wassalam
Taruna
Â
Kesehatan: Terapi Masa Depan “Stem Cell� Bagi Penderita Penyakit Jantung
Published 06/12/2009 - 2:32 a.m. GMT
Terapi Stem Cell
Terapi stem cell adalah jenis terapi yang mempunyai prinsip dasar pengobatan
baru dengan menggunakan stem cell untuk mengobati sel-sel jaringan yang rusak,
baik yang disebabkan oleh penyakit maupun cedera. Dalam dunia medis banyak
ilmuan percaya bahwa stem cell memiliki potensi pengobatan penyakit kronis
untuk meringankan penderitaan manusia. Kemampuan stem cell ini, karena
potensinya untuk memperbaharui diri dan beregenerasi, sehingga berpotensi besar
untuk menggantikan sel-sel sakit dan rusak di dalam tubuh, dengan resiko
penolakan lebih kecil, jika dibandingkan dengan transplantasi organ.
Gambar 1: Memperlihatkan diferensiasi dari jaringan embrional (Blastocyt) lewat
pluripotent menjadi sel-sel pembentuk jaringan jantung, system saraf dan system
pertahanan tubuh secara langsung. (Ilustrasi bersumber National Institute of
Health, USA).
Sejumlah terapi stem cell yang telah dianggap sukses, misalnya transplantasi
sumsum tulang, pencangkokan hematopoietic. Stem cell memberikan harapan baru
untuk pengobatan penyakit-penyakit kronis yang sampai sekarang sangat sulit
diobati dengan obat-obatan kimia. Penyakit tersebut misalnya kanker, diabetes
mellitus tipe 1, Parkinson, Huntington's, kerusakan otot dan neurological
disorders, gagal jantung yang diderita oleh jutaan umat manusia.
Dalam perkembangannya, stem cells dari embrio dapat berdiferesiasi ke semua
jenis sel-sel khusus pada janin. Sedangkan dalam organisme dewasa, stem cell
bertindak sebagai regenerator dan memperbaharui jaringan, seperti; darah,
sel-sel kulit atau usus.
Dewasa ini, stem cell telah dapat dikembangkan di laboratorium secara invitro,
yang selanjutnya berdiferensiasi menjadi sel khusus dengan karakteristik yang
sesuai dengan sel dari berbagai jaringan seperti otot atau sel saraf. Stem cell
ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, termasuk umbilical cord, darah, dan
sumsum tulang.
Profil Penyakit Jantung dan Potensi Stem Cell
Penyakit Cardiovascular (CVD), yang mencakup hipertensi, penyakit jantung
koroner, stroke, dan gagal jantung congestive, aritmia (gangguan irama
jantung), mendapat peringkat nomor satu sebagai penyebab kematian di Amerika
Serikat setiap tahunnya. Hampir 2.600 orang Amerika mati dari CVD setiap hari,
kira-kira satu orang setiap 34 detik. Hal ini disebabkan oleh karena gaya hidup
dan kondisi masyarakat yang berubah secara dramatis, dan terjadi peningkatan
prevalensi faktor risiko cardiovascular, seperti kegemukan dan diabetes tipe 2,
olehnya cardiovascular menjadi perhatian penting bidang kesehatan di abad 21
ini.
Penyakit jantung yang diakibatkan oleh penyempitan pembuluh darah, dapat
menyebabkan kekurangan oksigen jaringan (Ischemic), sehingga menyebabkan
kematian sel otot jantung (cardiomyocytes) . Hal ini memicu kerusakan jaringan
yang bisa mengganggu irama dan aktivitas jantung. Demikian pula terjadi
pembentukan jaringan parut yang berakibat penurunan fungsi jantung, dan
kelebihan aliran darah balik, serta tekanan kapasitas (Overstretching) sel
jantung, sehingga menimbulkan kelelahan dalam mempertahankan output-nya, yang
akhirnya terjadi gagal jantung dan kematian penderita.
Stem cells mempunyai potensi untuk menyembuhkan Penyakit Gagal Jantung di masa
depan (Treatment of Heart Disease). Stem cells dapat memulihkan kerusakan
jaringan otot jantung, melalui perbaikan atau regenerasi. Hasil uji klinik yang
dilakukan dalam jumlah terbatas pada manusia--biasanya pada pasien yang
menjalani operasi jantung terbuka--menunjukka n bahwa stem cells yang
disuntikkan ke dalam sirkulasi atau langsung ke dalam jaringan jantung,
mengalami peningkatan fungsi jantung dan menimbulkan pembentukan pembuluh
kapiler-kapiler yang baru.
Mekanisme untuk perbaikan ini tetap menjadi perdebatan oleh para ahli jantung,
namun fakta ilmiah menunjukan bahwa teknik ini bisa menjadi harapan masa depan.
Pada pasien yang mendapatkan pengobatan dengan stem cell, memperlihatkan
penyembuhan bekas operasi yang lebih baik pada jaringan jantung. Hasil uji
klinik ini memperlihatkan hasil yang yang bervariasi.
Gambar 2: (Ilustrasi sebelah kiri): Merancang sel-sel jantung sehat dan normal
di laboratorium dan selanjutnya ditranplantasikan ke dalam Jantung pasien
penderita Penyakit Jantung Menahun. Selanjutnya di sebelah kanan atas uji
pendahuluan pada tikus memperlihatkan sel-sel stromal yang berasal dari sumsum
tulang, kemudian transplantasikan kedalam jantung yang rusak, akan memberikan
manfaat perbaikan jaringan jantung yang rusak, demikian pula men-stimulasi
pertumbuhan jaringan pembuluh darah (new blood vessels) dan faktor pertumbuhan
yang dibutuhkan oleh perbaikan jaringan jantung yang rusak. (Illustrasi:
National Institute of Health)
Pemanfaatan stem cell sebagai alternatif terapi bagi penderita penyakit
jantung, didasarkan pada potensi stem cell untuk memperbaharui jaringan jantung
dengan cara:
• Regenerasi dari sel otot jantung
• Stimulasi pertumbuhan pembuluh darah baru (blood vessels)
• Sekresi faktor pertumbuhan,
Tantangan dan Keterbatasan Pemanfaatan Stem Cell
Untuk lebih meyakinkan stem cell sebagai terapi unggulan masa depan, para
ilmuwan harus mampu memanipulasi sel embrional. Sehingga sel-sel ini memiliki
karakteristik yang diperlukan untuk kesuksesan dalam berdiferensiasi,
transplantasi, dan engraftment. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus
dilakukan oleh para peneliti untuk menjamin keberhasilan pengobatan, yaitu: a).
ilmuwan harus berusaha untuk bisa mengendalikan perkembangan sel-sel tersebut,
b). selanjutnya hasilnya dapat digunakan dalam uji klinik untuk kepentingan
transplantasi, dan c). menstimulasi sel embrional supaya bisa memperlihatkan
reproducibly yang tinggi, sehingga proses penyembuhan akan lebih terjamin.
Teknik pengobatan ini menyisakan tantangan yang masih harus ditelusuri sehingga
pengobatan dengan stem cell benar-benar memberikan manfaat yang lebih besarÂ
dibanding pengobatan konvensional. Demikian pula perlu dicari solusi untuk
menghindari masalah penolakan kekebalan tubuh pasien terhadap stem cell yang
ditransplantasikan.
Yang Jelas stem cell memberikan harapan yang besar sebagai alternatif
pengobatan masa depan, yang semoga teknik ini dapat secara maksimal
dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia dalam bertarung melawan penyakit
yang semakin kompleks, sehingga kualitas kehidupan manusia akan semakin
meningkat.
Penulis: Dr. Taruna Ikrar, MS, PhD
(Postdoctoral Scholar, University of California, School of Medicine, Irvine,
CA, USA)
Full Link: http://www.kabarine ws.com/printFrie ndly.cfm? articleID= 33167
Profil Penulis: TARUNA IKRAR(www.medicals. multiply. com)
Lahir di Makassar, 15 April 1969 dari pasangan (Alm) Abubakar dan Hasnah
Lawani. Anak ke 5 dari 10 bersaudara ini melewati pendidikan SD, SMP, SMA
hingga menyelesaikan pendidikan dokternya (M.D) di Universitas Hasanuddin,
Makassar (1997). Kemudian merampungkan pendidikan Master Farmakologi (M.Pharm.)
di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jakarta (2003), PhD
(Philosophy of Doctor) dengan keahlian ilmu penyakit jantung (Cardiology) ,
diraih di School of Medicine, Niigata University, Japan (2008), dan sekarang
sedang mengikuti (Postdoctoral Scholar) di Inter Departmental of Neurosciences,
University of California, US America (2008-2011).
Hobby berorganisasi, menulis dan berpidato mengantarkannya menjadi Juara I
Lomba Minat Baca Tulis tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 1987 dengan
karya “Hidup Perlu Akar� dan “Pemanfaatan Kompos Sebagai Bahan Bakar
Alternatif�, dan Juara lomba pidato tingkat SMA se-Sulawesi Selatan 1988
dengan judul “Kemerdekaan Indonesia Tercipta Atas Kepemimpinan Pemuda
Indonesia�. Berbekal prestasi dan semangat tersebut, tulisannya sering
mewarnai surat kabar Harian Fajar, Detik dan Kompas.
Dalam konteks Nasional pernah memegang posisi strategis, sebagai Ketua MPA
ISMKI (Majelis Pertimbagan Agung Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)
1994-1996, Ketua PB HMI Periode 1997-1999, dan Wakil ketua PB IDI 2000-2003.
Dalam aktivitas internasional berperan aktif di CFIS (Center For Interregional
Study), KAPIJA (Alumni of Friendships the Japan International Cooperation
Agency), APHRS (Asia Pacific Heart Rhythm Society), ISHR (International Society
for Heart Research), IHTP (International Health Training Program), dan
International Society for Neurosciences (SFN).
Dalam pengembaraan menuntut ilmu, telah dua penemuannya yang mendapatkan patent
yaitu: Novel mutation for Long QT Syndrome (JCE 2008-19-5), dan High Resolution
and fast functional Imaging in Brain Slice through a novel combination of
voltage sensitive dye Imaging Laser Scanning Photos-timulation (2009-623-1)Â
Dokter yang menyelesaikan wajib kerja sarjana dan pengabdian profesinya,
dimulai sebagai Kepala Puskesmas Kel. Jatinegara, DKI Jakarta 2000-2003,
kemudian Staf Badan POM RI, sedang hidup berbahagia bersama istri Dr. Elfi
Wardaningsih dan telah dikaruniai sepasang anak Aqilla Safazia Ikrar dan
Athallah Razandhia Ikrar.
Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]