dokter_umum  

RE: [Dokter Umum] Terapi Masa De pan “Stem Cell” Bagi Penderita P enyakit Jantung (Berita Kesehata n)

Astrawinata G
Thu, 18 Jun 2009 03:29:37 -0700

Hallo mas adira..

 

Stem cell itu adalah “sel awal”atau sel induk yang mampu berkembang jadi 
bermacam-macam sel  di dalam tubuh. Jadi dari stem cell bisa menjadi sel darah, 
tulang, otot, dll..seperti yang ada di artikel tersebut, stem cell bisa didapat 
dari embryo, umbillical cord, darah dan sumsum tulang. Riset jepeng terbaru 
juga menunjukkan jaringan lunak dari “gigi geraham yang terakhir muncul” 
(wisdom teeth dental pulp) juga bisa dipakai sebagai sumber stem cell.

 

Ini menjadi jawaban atas masalah bioetik, karena selama ini stem cell banyak 
diambil dari embryo. Dengan kata lain makhluk hidup(embryo) menjadi 
sasarannya... dengan banyak ditemukannya sumber stem cell yang lain, dharapkan 
masakah bioetik dapat diselesaikan.

 

Semoga membantu ^^

 

 

 

Best Regards,

 

Astrawinata G

 

 

From: dokter_umum@yahoogroups.com [mailto:dokter_u...@yahoogroups.com] On 
Behalf Of adira jakti
Sent: 15 Juni 2009 22:34
To: dokter_umum@yahoogroups.com
Subject: Re: [Dokter Umum] Terapi Masa Depan “Stem Cell” Bagi Penderita 
Penyakit Jantung (Berita Kesehatan)

 






Dr. Taruna...

maaf ya Dok, saya sdh bolak balik baca, tp belum ngerti, Stem Cell itu apa Dok?
tks

--- On Sun, 6/14/09, Taruna Ikrar <dr_ikrar_m...@yahoo.com 
<mailto:dr_ikrar_mfar%40yahoo.com> > wrote:

From: Taruna Ikrar <dr_ikrar_m...@yahoo.com <mailto:dr_ikrar_mfar%40yahoo.com> >
Subject: [Dokter Umum] Terapi Masa Depan “Stem Cell” Bagi Penderita Penyakit 
Jantung (Berita Kesehatan)
To: 
Date: Sunday, June 14, 2009, 2:01 PM

Kawan2 yth,

Semoga tulisan kami ini bermanfaat.

 

Terapi Masa Depan “Stem Cell� Bagi Penderita Penyakit Jantung

 

Stem cells mempunyai potensi untuk menyembuhkan Penyakit Gagal Jantung di masa 
depan (Treatment of Heart Disease). Stem cells dapat memulihkan kerusakan 
jaringan otot jantung, melalui perbaikan atau regenerasi. Hasil uji klinik yang 
dilakukan dalam jumlah terbatas pada manusia--biasanya pada pasien yang 
menjalani operasi jantung terbuka--menunjukka n bahwa stem cells yang 
disuntikkan ke dalam sirkulasi atau langsung ke dalam jaringan jantung, 
mengalami peningkatan fungsi jantung dan menimbulkan pembentukan pembuluh 
kapiler-kapiler yang baru. 

 

wassalam

Taruna

 

Kesehatan: Terapi Masa Depan “Stem Cell� Bagi Penderita Penyakit Jantung

Published 06/12/2009 - 2:32 a.m. GMT 

Terapi Stem Cell

Terapi stem cell adalah jenis terapi yang mempunyai prinsip dasar pengobatan 
baru dengan menggunakan stem cell untuk mengobati sel-sel jaringan yang rusak, 
baik yang disebabkan oleh penyakit maupun cedera. Dalam dunia medis banyak 
ilmuan percaya bahwa stem cell memiliki potensi pengobatan penyakit kronis 
untuk meringankan penderitaan manusia. Kemampuan stem cell ini, karena 
potensinya untuk memperbaharui diri dan beregenerasi, sehingga berpotensi besar 
untuk menggantikan sel-sel sakit dan rusak di dalam tubuh, dengan resiko 
penolakan lebih kecil, jika dibandingkan dengan transplantasi organ.

Gambar 1: Memperlihatkan diferensiasi dari jaringan embrional (Blastocyt) lewat 
pluripotent menjadi sel-sel pembentuk jaringan jantung, system saraf dan system 
pertahanan tubuh secara langsung. (Ilustrasi bersumber National Institute of 
Health, USA).

Sejumlah terapi stem cell yang telah dianggap sukses, misalnya transplantasi 
sumsum tulang, pencangkokan hematopoietic. Stem cell memberikan harapan baru 
untuk pengobatan penyakit-penyakit kronis yang sampai sekarang sangat sulit 
diobati dengan obat-obatan kimia. Penyakit tersebut misalnya kanker, diabetes 
mellitus tipe 1, Parkinson, Huntington's, kerusakan otot dan neurological 
disorders, gagal jantung yang diderita oleh jutaan umat manusia.

Dalam perkembangannya, stem cells dari embrio dapat berdiferesiasi ke semua 
jenis sel-sel khusus pada janin. Sedangkan dalam organisme dewasa, stem cell 
bertindak sebagai regenerator dan memperbaharui jaringan, seperti; darah, 
sel-sel kulit atau usus. 

Dewasa ini, stem cell telah dapat dikembangkan di laboratorium secara invitro, 
yang selanjutnya berdiferensiasi menjadi sel khusus dengan karakteristik yang 
sesuai dengan sel dari berbagai jaringan seperti otot atau sel saraf. Stem cell 
ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, termasuk umbilical cord, darah, dan 
sumsum tulang. 

Profil Penyakit Jantung dan Potensi Stem Cell

Penyakit Cardiovascular (CVD), yang mencakup hipertensi, penyakit jantung 
koroner, stroke, dan gagal jantung congestive, aritmia (gangguan irama 
jantung), mendapat peringkat nomor satu sebagai penyebab kematian di Amerika 
Serikat setiap tahunnya. Hampir 2.600 orang Amerika mati dari CVD setiap hari, 
kira-kira satu orang setiap 34 detik. Hal ini disebabkan oleh karena gaya hidup 
dan kondisi masyarakat yang berubah secara dramatis, dan terjadi peningkatan 
prevalensi faktor risiko cardiovascular, seperti kegemukan dan diabetes tipe 2, 
olehnya cardiovascular menjadi perhatian penting bidang kesehatan di abad 21 
ini. 

Penyakit jantung yang diakibatkan oleh penyempitan pembuluh darah, dapat 
menyebabkan kekurangan oksigen jaringan (Ischemic), sehingga menyebabkan 
kematian sel otot jantung (cardiomyocytes) . Hal ini memicu kerusakan jaringan 
yang bisa mengganggu irama dan aktivitas jantung. Demikian pula terjadi 
pembentukan jaringan parut yang berakibat penurunan fungsi jantung, dan 
kelebihan aliran darah balik, serta tekanan kapasitas (Overstretching) sel 
jantung, sehingga menimbulkan kelelahan dalam mempertahankan output-nya, yang 
akhirnya terjadi gagal jantung dan kematian penderita. 

Stem cells mempunyai potensi untuk menyembuhkan Penyakit Gagal Jantung di masa 
depan (Treatment of Heart Disease). Stem cells dapat memulihkan kerusakan 
jaringan otot jantung, melalui perbaikan atau regenerasi. Hasil uji klinik yang 
dilakukan dalam jumlah terbatas pada manusia--biasanya pada pasien yang 
menjalani operasi jantung terbuka--menunjukka n bahwa stem cells yang 
disuntikkan ke dalam sirkulasi atau langsung ke dalam jaringan jantung, 
mengalami peningkatan fungsi jantung dan menimbulkan pembentukan pembuluh 
kapiler-kapiler yang baru. 

Mekanisme untuk perbaikan ini tetap menjadi perdebatan oleh para ahli jantung, 
namun fakta ilmiah menunjukan bahwa teknik ini bisa menjadi harapan masa depan. 
Pada pasien yang mendapatkan pengobatan dengan stem cell, memperlihatkan 
penyembuhan bekas operasi yang lebih baik pada jaringan jantung. Hasil uji 
klinik ini memperlihatkan hasil yang yang bervariasi. 

Gambar 2: (Ilustrasi sebelah kiri): Merancang sel-sel jantung sehat dan normal 
di laboratorium dan selanjutnya ditranplantasikan ke dalam Jantung pasien 
penderita Penyakit Jantung Menahun. Selanjutnya di sebelah kanan atas uji 
pendahuluan pada tikus memperlihatkan sel-sel stromal yang berasal dari sumsum 
tulang, kemudian transplantasikan kedalam jantung yang rusak, akan memberikan 
manfaat perbaikan jaringan jantung yang rusak, demikian pula men-stimulasi 
pertumbuhan jaringan pembuluh darah (new blood vessels) dan faktor pertumbuhan 
yang dibutuhkan oleh perbaikan jaringan jantung yang rusak. (Illustrasi: 
National Institute of Health)

Pemanfaatan stem cell sebagai alternatif terapi bagi penderita penyakit 
jantung, didasarkan pada potensi stem cell untuk memperbaharui jaringan jantung 
dengan cara:

• Regenerasi dari sel otot jantung 

• Stimulasi pertumbuhan pembuluh darah baru (blood vessels) 

• Sekresi faktor pertumbuhan, 

Tantangan dan Keterbatasan Pemanfaatan Stem Cell

Untuk lebih meyakinkan stem cell sebagai terapi unggulan masa depan, para 
ilmuwan harus mampu memanipulasi sel embrional. Sehingga sel-sel ini memiliki 
karakteristik yang diperlukan untuk kesuksesan dalam berdiferensiasi, 
transplantasi, dan engraftment. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus 
dilakukan oleh para peneliti untuk menjamin keberhasilan pengobatan, yaitu: a). 
ilmuwan harus berusaha untuk bisa mengendalikan perkembangan sel-sel tersebut, 
b). selanjutnya hasilnya dapat digunakan dalam uji klinik untuk kepentingan 
transplantasi, dan c). menstimulasi sel embrional supaya bisa memperlihatkan 
reproducibly yang tinggi, sehingga proses penyembuhan akan lebih terjamin.

Teknik pengobatan ini menyisakan tantangan yang masih harus ditelusuri sehingga 
pengobatan dengan stem cell benar-benar memberikan manfaat yang lebih besar 
dibanding pengobatan konvensional. Demikian pula perlu dicari solusi untuk 
menghindari masalah penolakan kekebalan tubuh pasien terhadap stem cell yang 
ditransplantasikan.

Yang Jelas stem cell memberikan harapan yang besar sebagai alternatif 
pengobatan masa depan, yang semoga teknik ini dapat secara maksimal 
dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia dalam bertarung melawan penyakit 
yang semakin kompleks, sehingga kualitas kehidupan manusia akan semakin 
meningkat. 

Penulis: Dr. Taruna Ikrar, MS, PhD

(Postdoctoral Scholar, University of California, School of Medicine, Irvine, 
CA, USA)

Full Link: http://www.kabarine ws.com/printFrie ndly.cfm? articleID= 33167

Profil Penulis: TARUNA IKRAR(www.medicals. multiply. com)

Lahir di Makassar, 15 April 1969 dari pasangan (Alm) Abubakar dan Hasnah 
Lawani. Anak ke 5 dari 10 bersaudara ini melewati pendidikan SD, SMP, SMA 
hingga menyelesaikan pendidikan dokternya (M.D) di Universitas Hasanuddin, 
Makassar (1997). Kemudian merampungkan pendidikan Master Farmakologi (M.Pharm.) 
di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jakarta (2003), PhD 
(Philosophy of Doctor) dengan keahlian ilmu penyakit jantung (Cardiology) , 
diraih di School of Medicine, Niigata University, Japan (2008), dan sekarang 
sedang mengikuti (Postdoctoral Scholar) di Inter Departmental of Neurosciences, 
University of California, US America (2008-2011). 

Hobby berorganisasi, menulis dan berpidato mengantarkannya menjadi Juara I 
Lomba Minat Baca Tulis tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 1987 dengan 
karya “Hidup Perlu Akar� dan “Pemanfaatan Kompos Sebagai Bahan Bakar 
Alternatif�, dan Juara lomba pidato tingkat SMA se-Sulawesi Selatan 1988 
dengan judul “Kemerdekaan Indonesia Tercipta Atas Kepemimpinan Pemuda 
Indonesia�. Berbekal prestasi dan semangat tersebut, tulisannya sering 
mewarnai surat kabar Harian Fajar, Detik dan Kompas. 

Dalam konteks Nasional pernah memegang posisi strategis, sebagai Ketua MPA 
ISMKI (Majelis Pertimbagan Agung Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) 
1994-1996, Ketua PB HMI Periode 1997-1999, dan Wakil ketua PB IDI 2000-2003. 
Dalam aktivitas internasional berperan aktif di CFIS (Center For Interregional 
Study), KAPIJA (Alumni of Friendships the Japan International Cooperation 
Agency), APHRS (Asia Pacific Heart Rhythm Society), ISHR (International Society 
for Heart Research), IHTP (International Health Training Program), dan 
International Society for Neurosciences (SFN).

Dalam pengembaraan menuntut ilmu, telah dua penemuannya yang mendapatkan patent 
yaitu: Novel mutation for Long QT Syndrome (JCE 2008-19-5), dan High Resolution 
and fast functional Imaging in Brain Slice through a novel combination of 
voltage sensitive dye Imaging Laser Scanning Photos-timulation (2009-623-1)Â 

Dokter yang menyelesaikan wajib kerja sarjana dan pengabdian profesinya, 
dimulai sebagai Kepala Puskesmas Kel. Jatinegara, DKI Jakarta 2000-2003, 
kemudian Staf Badan POM RI, sedang hidup berbahagia bersama istri Dr. Elfi 
Wardaningsih dan telah dikaruniai sepasang anak Aqilla Safazia Ikrar dan 
Athallah Razandhia Ikrar.

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

[Non-text portions of this message have been removed]











[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]