dokter_umum  

[Dokter Umum] PARADIGMA BARU UKURAN KESEJAHTERAAN RAKYAT ( O O T )

Taruna Ikrar
Wed, 24 Jun 2009 20:29:22 -0700

Kawan2 Yang berbahagia,
Dengan rendah hati dan sebagai ungkapan kepedulian untuk tanah air, terkirim 
artikel terbaru yang dipublikasikan oleh Majalah Indonesia Media.

Semoga tulisan ini (PARADIGMA BARU UKURAN KESEJAHTERAAN RAKYAT)
full artikelnya dapat dilihat di link dibawah ini.

Dr. Taruna Ikrar, PhD*/INDONESIA MEDIA

[Postdoctoral Scholar, University of California, School of Medicine, Irvine, 
CA, 92617, USA, President Center For Interregional Study (CFIS)]

Satu dekade proses demokratisasi di Indonesia telah membuahkan keberhasilan di 
bidang politik. Indonesia yang kini telah menjadi negara demokratis terbesar 
ketiga di dunia, memperlihatkan kemajuan yang luar biasa dalam sektor politik. 
Kenyataan ini merupakan buah dari perjalanan reformasi 10 tahun yang lalu. 
Cita-cita reformasi adalah sejalan dengan cita-cita dasar bangsa Indonesia, 
yaitu menjadi bangsa yang berdaulat, demokratis, dan masyarakat adil, makmur, 
sejahtera, serta bebas KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme).

Selanjutnya buah dari reformasi dan demokratisasi tersebut, melahirkan 
perubahan sistem pemilihan presiden dari parlemen menjadi pemilihan secara 
langsung. Sehingga Presiden RI yang terpilih betul-betul, merupaan penjelmaan 
hati nurani rakyat secara keseluruhan. Dengan demikian Presiden sebagai 
pemimpin eksekutif tertinggi yang juga memiliki tanggung jawab yang sangat 
besar untuk mensejahterakan seluruh tumpa darah Indonesia. Presiden seharusnya 
mempunyai semangat yang dilandasi oleh Cita-cita reformasi tersebut, dengan 
mempunyai komitmen yang tinggi untuk memuliakan bangsa ini agar dihormati oleh 
bangsa lain. Sehingga di masa yang akan datang, tidak ada lagi anak bangsa kita 
yang diperlakukan sewenang-wenang oleh bangsa lain, dihinakan oleh bangsa lain. 
Dan untuk itu, bangsa yang mulia adalah bangsa yang punya karakter, dan bangsa 
yang berkarakter adalah bangsa yang mandiri, bukan bangsa yang selalu menjual 
dirinya kepada kepentingan asing. Olehnya bangsa Indonesia tidak boleh menjadi 
bangsa yang kerdil, yang selalu inferior di hadapan bangsa asing. Indonesia 
pada dasarnya punya Sumber Daya Manusia yang sangat mampu untuk mengelola 
Sumber Daya Alam kita untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

Dengan landasan tersebut Presiden terpilih, nantinya mempunyai tanggung jawab 
yang besar untuk memajukan Sumber Daya Manusia Indonesia, minimal dalam 
bingkaian seperti dibawah ini:

1. Pendidikan: Merupakan jalan terpenting untuk mencerdaskan bangsa. Dengan 
pendidikan, Indonesia akan mempunyai manusia manusia yang unggul, terampil, 
berbudi luhur, serta mempunyai kekuatan spiritual dan motivasi yang tinggi 
untuk membangun bangsanya. Kita bisa menyaksikan banyak contoh bangsa-bangsa 
lain, yang telah maju, bukan semata dari segi Sumber Daya Alamnya (seperti 
Jepang dan Jerman, miskin sumber daya alam, tetapi sangat tinggi dan merata 
pendidikan rakyatya, terbukti menjadi Negara yang sangat kuat dan terpandang 
didunia)

2. Peningkatan kesejahteran seluruh tumpa darah dan masyarakat Indonesia, yang 
meliputi sandang, pangan dan perumahan.

Menurut Badan Pusat Statistik Negara (BPSN), menjelaskan bahwa ukuran 
kemiskinan didasarkan pada jumlah kalori yang dimakan seseorang, yaitu 2.100 
kalori. Kalau konsumsi perhari di atas batas minimal kalori tersebut, tidak 
dianggap miskin tapi kalau di bawah itu, dianggap miskin," jadi semata-mata 
ukurannya pada kalori makanan (pangan). Padahal dalam kehidupan, manusia bukan 
hanya membutuhkan pangan, lebih dari itu ada kebutuhan akan sandang dan 
perumahan.

Berdasarkan ilmu gizi, 2.100 Kalori itu sebanding dengan 1 piring nasi. yang 
harganya kalau dirupiahkan tentunya 500 Rupiah, jika 1 $US sebanding dengan 
10.000 Rupiah, berarti standar kemiskinan di Indonesia hanya 1/20 $US atau 5 
cen. Ukuran ini sangat kontras bila dibandingkan dengan standar garis 
kemiskinan Bank Dunia senilai 2$US per hari. Sehingga standar kemiskinan yag 
digunakan dewasa ini oleh pemerintah terlalu rendah bila dibandingan standar 
kemiskinan yag digunaaan dunia (40x lebih rendah). Dengan demikian, berarti 
kalau kita menggunakan ukuran Internasional, berarti masih sangat banyak 
masyarakat Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan. Memaparkan secara 
nyata dan jujur akan tingkat kemiskinan, bukan bermaksud menghina bangsa 
Indonesia, tapi bertujuan mendapatkan gambaran yang nyata, untuk selanjutnya 
mencarikan jalan keluar dari masalah tersebut. Dengan demikian akan menjadi 
motivasi atau pendorong bagi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan secara 
nyata di Negara Indonesia. Negara yang terkenal sangat kaya akan sumber daya 
alam. Dalam bahasa populernya, bahwa profil kesejahteraan rakyat Indonesia 
masih jauh dibawah rata-rata tingkat kesejahteraan dunia, sehingga Sudah 
saatnya pemerintah mengoreksi standar kesejahteraan rakyat. Dengan mengikuti 
standar internasional, dengan memfokuskan bukan hanya pada pangan atau Kalori 
yang dikonsumsi oleh masyarakat, dan sudah seharusnya lebih memfokuskan pada 
semua kebutuhan pokok yang lain, termasuk sandang, pangan, dan perumahan.

3. Aspek yang termasuk sangat penting sebagai ukuran kesejahteraan adalah 
Kesehatan. Jika kesehatan Masyarakat Indonesia meningkat dan terjaga, maka 
konsentrasi dalam bekerja, bersekolah, dan beraktivitas menjadi baik, yang pada 
akhirnya, produktivitas masyarakat akan meningkat (Tentu hal ini akan terjadi 
sebaliknya jika masyarakat kita dalam keadaan sakit-sakitan).

Untuk Peningkatan derajat kesehatan masyarakat minimal ada 4 hal yang harus 
segera dibenahi oleh pemerintah, yang menjadi tanggungjawab presiden yang baru, 
yaitu:

a) Peningkatan anggaran kesehatan masyarakat: dengan jalan ini, pengeluaran dan 
biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat akan menurun, karena beralih 
menjadi subsidi pemerintah, dan selanjutnya dilakukan pengendalian biaya 
kesehatan yang bersumber dari pemerintah yang lebih berfokus pada tindakan 
preventif atau pencegahan penyakit.

b) Dalam menjalankan peran pemerintah sebagai regulator kesehatan, melibatkan 
semua unsur, baik kalangan pemerintah, perusahaan, individu, keluarga, dan 
masyarakat pada umumnya.

c) Jaminan pelayanan kesehatan (Asuransi Kesehatan), sudah saatnya seluruh 
lapisan masyarat mempunyai asuransi dan jaminan kesehatan. Dengan pola ini, 
akan terjadi subsidi silang dalam penangan kesehatan. Artinya masyarakat yang 
kebetulan sakit dan membutuhkan biaya besar, akan mendapatkan subsidi dari 
masyarakat yang mampu dan tidak sakit (Cross Subsiding). Asuransi tersebut 
menjadi satu kesatuan dengan program wajib pajak, sehingga masyarakat yang 
telah membayar panjak, berarti secara otomatis telah mendapatkan Jaminan 
Asuransi Kesehatan, yang profitnya diambil secara optimal dari pajak tersebut. 
Jika ini dijalankan dengan baik, akan berdampak positif secara signifikan 
terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan orang banyak, pasien, termasuk 
dokter, pelayan kesehatan, dan masyarakat luas.

d). Pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia sampai 
ketingkat perifer/pedesaan. Kepastian keterjangkauan pelayanan kesehatan akan 
menyentuh seluruh lapisan masyarakat (Ensure Affordable Care for All).

Jika semua aspek diatas terpenuhi, maka tentunya kualitas masyarakat Indonesia 
akan meningkat. Yang secara signifikan akan meningkatkan Sumber Daya Manusia 
Indonesia. Kelak bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang dimuliakan, bukan 
karena kekuatan persenjataan, tetapi karena aspek tingkat kesejahteran dan 
kualitas sumber daya manusianya yang handal, yang mampu mengelolah sumber daya 
alam dengan baik demi kesejahteraan seluruh tumpa darah Indonesia.

Majulah bangsaku, majulah tanah airku,  Selamat memilh Presiden Baru yang mampu 
mengemban amanat rakyat, menjadikan bangsa Indonesia Bangsa yang Makmur, 
Sejahtera, dan Mulia.


Sekedar berbagi 'dan semoga Bermanfaat.. ...

dari Indonesia Media
http://www.indonesiamedia.com/
http://www.indonesiamedia.com/2009/6/MID/opini/PARADIGMA.html


[Non-text portions of this message have been removed]

  • [Dokter Umum] PARADIGMA BARU UKURAN KESEJAHTERAAN RAKYAT ( O O T ) Taruna Ikrar