dokter_umum  

[Dokter Umum] Mungkinkah Indonesia Menjadi Bangsa Yg Maju???

Taruna Ikrar
Sat, 04 Jul 2009 16:02:47 -0700



Mungkinkah Indonesia menjadi Negeri yang maju?
APakah kesejahteraan Rakyat akan tercapai lewat pemilihan presiden yang 
demokratis?
Ataukah Kesejahteraan rakyat bisa tercapai via pembenahan:
Pendidikan?, Kesejahteraan (Sandang, Pangan, Pemuramhan)? & Kesehatan..
 
Mungkin Jawabnya di artikel berikut:

  Opini Anda
Kamis, 25/06/2009 19:25 WIB
Aspirasi Kesejahteraan untuk Capres Cawapres
Dr Taruna Ikrar PhD - suaraPembaca



Jakarta - Satu dekade proses demokratisasi di Indonesia telah membuahkan 
keberhasilan di bidang politik. Indonesia yang kini telah menjadi negara 
demokratis terbesar ketiga di dunia memperlihatkan kemajuan yang luar biasa 
dalam sektor politik. Kenyataan ini merupakan buah dari perjalanan reformasi 10 
tahun yang lalu.

Cita-cita reformasi adalah sejalan dengan cita-cita dasar Bangsa Indonesia 
yaitu menjadi bangsa yang berdaulat, demokratis, dan masyarakat adil, makmur, 
sejahtera, serta bebas KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme).

Selanjutnya buah dari reformasi dan demokratisasi tersebut melahirkan perubahan 
sistem pemilihan presiden dari parlemen menjadi pemilihan secara langsung. 
Sehingga, Presiden RI yang terpilih betul-betul merupakan penjelmaan hati 
nurani rakyat secara keseluruhan. Dengan demikian Presiden sebagai pemimpin 
eksekutif tertinggi yang juga memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk 
mensejahterakan seluruh tumpah darah Indonesia.

Presiden seharusnya mempunyai semangat yang dilandasi oleh cita-cita reformasi 
tersebut. Dengan mempunyai komitmen yang tinggi untuk memuliakan bangsa ini 
agar dihormati oleh bangsa lain. Sehingga, di masa yang akan datang tidak ada 
lagi anak bangsa kita yang diperlakukan sewenang-wenang oleh bangsa lain, 
dihinakan oleh bangsa lain.

Dan untuk itu, bangsa yang mulia adalah bangsa yang punya karakter, dan bangsa 
yang berkarakter adalah bangsa yang mandiri, bukan bangsa yang selalu menjual 
dirinya kepada kepentingan asing. Olehnya bangsa Indonesia tidak boleh menjadi 
bangsa yang kerdil, yang selalu inferior di hadapan bangsa asing. Indonesia 
pada dasarnya punya Sumber Daya Manusia yang sangat mampu untuk mengelola 
Sumber Daya Alam kita untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

Dengan landasan tersebut Presiden terpilih, nantinya mempunyai tanggung jawab 
yang besar untuk memajukan Sumber Daya Manusia Indonesia. Minimal dalam 
bingkaian seperti dibawah ini:

1. Pendidikan: merupakan jalan terpenting untuk mencerdaskan bangsa. Dengan 
pendidikan Indonesia akan mempunyai manusia manusia yang unggul, terampil, 
berbudi luhur, serta mempunyai kekuatan spiritual dan motivasi yang tinggi 
untuk membangun bangsanya. Kita bisa menyaksikan banyak contoh bangsa-bangsa 
lain, yang telah maju, bukan semata dari segi Sumber Daya Alamnya (seperti 
Jepang dan Jerman, miskin sumber daya alam, tetapi sangat tinggi dan merata 
pendidikan rakyatnya, terbukti menjadi Negara yang sangat kuat dan terpandang 
di dunia).

2. Peningkatan kesejahteran seluruh tumpah darah dan masyarakat Indonesia, yang
meliputi sandang, pangan, dan perumahan. Menurut Badan Pusat Statistik Negara 
(BPSN), menjelaskan bahwa ukuran kemiskinan didasarkan pada jumlah kalori yang 
dimakan seseorang, yaitu 2.100 kalori.

Kalau konsumsi per hari di atas batas minimal kalori tersebut tidak dianggap 
miskin. Tapi, kalau di bawah itu dianggap miskin. "Jadi semata-mata ukurannya 
pada kalori makanan (pangan). Padahal dalam kehidupan, manusia bukan hanya 
membutuhkan pangan. Lebih dari itu. Ada kebutuhan akan sandang dan perumahan".

Berdasarkan ilmu gizi, 2.100 Kalori itu sebanding dengan 1 piring nasi. 
Harganya kalau dirupiahkan tentunya 500 Rupiah. Jika 1 $US sebanding dengan 
10,000 Rupiah. Berarti standar kemiskinan di Indonesia hanya 1/20 $US atau 5 
cen.

Ukuran ini sangat kontras bila dibandingkan dengan standar garis kemiskinan 
Bank Dunia senilai 2$US per hari. Sehingga, standar kemiskinan yang digunakan 
dewasa ini oleh pemerintah terlalu rendah bila dibandingan standar kemiskinan 
yag digunaaan dunia (40 kali lebih rendah).

Dengan demikian berarti kalau kita menggunakan ukuran Internasional berarti 
masih sangat banyak masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. 
Memaparkan secara nyata dan jujur akan tingkat kemiskinan. Bukan bermaksud 
menghina Bangsa Indonesia. Tapi, bertujuan mendapatkan gambaran yang nyata. 
Untuk selanjutnya mencarikan jalan keluar dari masalah tersebut.

Dengan demikian akan menjadi motivasi atau pendorong bagi pemerintah untuk 
mengentaskan kemiskinan secara nyata di Negara Indonesia. Negara yang terkenal 
sangat kaya akan sumber daya alam. Dalam bahasa populernya bahwa profil 
kesejahteraan rakyat Indonesia masih jauh di bawah rata-rata tingkat 
kesejahteraan dunia. Sehingga, sudah saatnya pemerintah mengoreksi standar 
kesejahteraan rakyat.

Dengan mengikuti standar internasional dengan memfokuskan bukan hanya pada 
pangan atau Kalori yang dikonsumsi oleh masyarakat, dan sudah seharusnya lebih 
memfokuskan pada semua kebutuhan pokok yang lain. Termasuk sandang, pangan, dan 
perumahan.

3. Aspek yang termasuk sangat penting sebagai ukuran kesejahteraan adalah 
Kesehatan. Jika kesehatan Masyarakat Indonesia meningkat dan terjaga, maka 
konsentrasi dalam bekerja, bersekolah, dan beraktivitas menjadi baik, yang pada 
akhirnya, produktivitas masyarakat akan meningkat (tentu hal ini akan terjadi 
sebaliknya jika masyarakat kita dalam keadaan sakit-sakitan).

Untuk Peningkatan derajat kesehatan masyarakat minimal ada 4 hal yang harus 
segera dibenahi oleh pemerintah yang menjadi tanggung jawab presiden yang baru, 
yaitu:

a) Peningkatan anggaran kesehatan masyarakat: dengan jalan ini, pengeluaran dan 
biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat akan menurun, karena beralih 
menjadi subsidi pemerintah, dan selanjutnya dilakukan pengendalian biaya 
kesehatan yang bersumber dari pemerintah yang lebih berfokus pada tindakan 
preventif atau pencegahan penyakit.

b) Dalam menjalankan peran pemerintah sebagai regulator kesehatan, melibatkan 
semua unsur, baik kalangan pemerintah, perusahaan, individu, keluarga, dan 
masyarakat pada umumnya.

c) Jaminan pelayanan kesehatan (Asuransi Kesehatan), sudah saatnya seluruh 
lapisan masyarat mempunyai asuransi dan jaminan kesehatan. Dengan pola ini, 
akan terjadi subsidi silang dalam penangan kesehatan. Artinya masyarakat yang 
kebetulan sakit dan membutuhkan biaya besar, akan mendapatkan subsidi dari 
masyarakat yang mampu dan tidak sakit (Cross Subsiding). Asuransi tersebut 
menjadi satu kesatuan dengan program wajib pajak, sehingga masyarakat yang 
telah membayar panjak, berarti secara otomatis telah mendapatkan Jaminan 
Asuransi Kesehatan, yang profitnya diambil secara optimal dari pajak tersebut. 
Jika ini dijalankan dengan baik, akan berdampak positif secara signifikan 
terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan orang banyak, pasien, termasuk 
dokter, pelayan kesehatan, dan masyarakat luas.

d). Pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia sampai ke 
tingkat perifer/pedesaan. Kepastian keterjangkauan pelayanan kesehatan akan 
menyentuh seluruh lapisan masyarakat (Ensure Affordable Care for All).

Jika semua aspek di atas terpenuhi maka tentunya kualitas masyarakat Indonesia 
akan meningkat. Yang secara signifikan akan meningkatkan Sumber Daya Manusia 
Indonesia.

Kelak Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang dimuliakan. Bukan karena 
kekuatan persenjataan. Tetapi, karena aspek tingkat kesejahteran dan kualitas 
sumber daya manusianya yang handal yang mampu mengelolah sumber daya alam 
dengan baik demi kesejahteraan seluruh tumpah darah Indonesia.

Majulah bangsaku. Majulah tanah airku. Selamat memilh Presiden Baru yang mampu 
mengemban amanat rakyat. Menjadikan bangsa Indonesia Bangsa yang Makmur, 
Sejahtera, dan Mulia.

Dr. Taruna Ikrar, PhD
- Postdoctoral Scholar, University of California, School of Medicine, Irvine, 
CA, 92617, USA,
- President Center For Interregional Study (CFIS)
 
Semoga bermanfaat.
 
wslm
taruna




[Non-text portions of this message have been removed]

  • [Dokter Umum] Mungkinkah Indonesia Menjadi Bangsa Yg Maju??? Taruna Ikrar