Acha ®
Mon, 06 Jul 2009 05:24:20 -0700
Sangat bagus....info yg sungguh menarik. Jadi selama ini ???? Sungguh TER LA LUUU........
On 7/6/09, jimmy <ji...@epsindo.co.id> wrote: > Ibu Baru Digoda oleh Perusahaan Susu Formula Secara 'Ilegal' > > > By Erfi Nizar <http://aimi-asi.org/author/erfi/> on April 26th, 2009 > > diterjemahkan dari artikel di Jakarta Post tgl. 21 Agustus 2008. > <http://www.thejakartapost.com/news/2008/08/21/new-mothers-039illegally039-lured-formula-milk-companies.html> > > Wilson baru saja melewati ulang tahun pertamanya akhir pekan yang lalu dan > ibunya tidak hanya sibuk untuk menyiapkan pestanya tapi juga sibuk meladeni > pemasar produsen susu formula. > > > "Saya mendapat telpon dari dua perusahaan susu formula dan telah dikirimi > contoh susu formula dari salah satu perusahaan tersebut. Saya rasa ini > disebabkan karena sudah saatnya Wilson mengganti susu formulanya," kata > ibunya Wilson, Melvin. > > "Saya melahirkan melalui operasi caesar. Setelah lahir, perawat membawa bayi > saya kepada saya . dan kami mencoba untuk memberikan ASI kepadanya tapi > tidak setetes pun ASI yang keluar. Jadi perawat tersebut menanyakan jika > saya mau memberikan susu formula untuk bayi saya," katanya. > > Ibu tersebut menerima saran tersebut walaupun dia bisa saja memilih untuk > tetap memberikan ASI. > > "Saya diberitahu bahwa ASI lebih baik tapi produksi ASI saya tidak > mencukupi. Saya rasa tidak ada masalah dengan susu formula. Sejauh ini anak > saya sehat," katanya. > > Reni Ningsih, ibu dari anak berusia 3 tahun dan sedang hamil 6 bulan, > menceritakan hal yang sama. > > Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa perusahaan susu formula tersebut > telah melanggar peraturan internasional dalam memasarkan produk mereka, atau > bahwa para praktisi kesehatan seharusnya memberikan semangat kepada mereka > untuk memberikan ASI sesuai yang tertulis pada SK menteri tahun 2004 tentang > menyusui. > > Perusahaan susu formula tidak diijinkan untuk menghubungi para ibu, dan > perawat diharuskan untuk mempromosikan pemberian ASI sebagaimana diatur > dalam regulasi WHA (World Health Assembly) tahun 1981 tentang pemasaran susu > pengganti ASI. > > Regulasi tersebut menyatakan bahwa semua rumah sakit dan tempat umum tidak > boleh mempromosikan materi susu pengganti ASI. Dan, acara yang mengikut > sertakan bayi tidak boleh memasang sponsor dari merek apa pun. > > "Pelanggaran ini telah terjadi selama bertahun-tahun. Tidak banyak perubahan > yang dilakukan semenjak kami mengeluarkan pamflet tentang pelanggaran ini di > tahun 2006," kata Sri Sukotjo, ahli gizi dari United Nations Children's Fund > (UNICEF). > > Beliau juga mengatakan bahwa banyak rumah sakit yang masih menampilkan atau > mempromosikan produk dalam bentuk poster, kotak tisu, jam dinding, timbangan > dan tag nama bayi. > > Beberapa perusahaan mendistribusikan pamflet di acara anak-anak, sementara > banyak dari acara tersebut seringnya diselenggarakan atau disponsori oleh > perusahan susu formula. > > Kepala kesehatan dan gizi Unicef di Indonesia, Anne H. Vincent, bulan lalu > mengatakan bahwa pemasaran susu formula yang sangat agresif dan dapat > membuat para ibu beralih dari kegiatan menyusui langsung ke penggunaan botol > susu. > > Menurut data dari pemerintah, rata-rata nasional pemberian ASI turun menjadi > 32.4 persen di tahun 2007 dari 42.4 persen 10 tahun yang lalu. Sedangkan > rata-rata pemberian botol meningkat menjadi 27.9 persen dari 21.1 di periode > yang sama. > Pemerintah juga telah berusaha untuk membatasi perusahaan pemasaran melalui > SK menteri pada tahun 1997 tentang pemasaran susu formula. Tetapi RUU > terbaru tentang susu pengganti ASI telah terlantar selama tiga tahun tanpa > kejelasan status, tambah Anne. > > Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, mengatakan pemerintah, yang tidak > mendapat hukuman untuk tidak mengikuti peraturan ini, masih mendistribusikan > informasi tentang ASI. > > "Memang telah ada penurunan. Kami telah mensirkulasikan surat yang > mengharapkan pengurangan eksposur, terutama di rumah sakit," katanya > > "Kampanye tentang pemberian ASI sebenarnya sangat intens, seperti pada > kampanye anti merokok. Tetapi orang masih merokok walaupun perusahaan rokok > telah menyatakan bahwa merokok berbahaya," kata Sylviana. > > > Tidak hanya ibu-ibu yang dibombardir oleh iklan, tetapi juga beberapa rumah > sakit yang dianggap tidak mendukung kegiatan menyusui walaupun telah > didorong oleh pemerintah. > > Mia Sutanto, ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), mengatakan > dokternya menyarankan untuk memberikan bayinya (sekarang berumur 4 tahun) > susu formula dan menakutinya dengan mengatakan bahwa berat bayinya akan > berkurang jika tidak diberikan susu formula. > > "Tapi sebenarnya bayi baru lahir dapat bertahan hidup tanpa cairan selama 48 > jam dan berkurangnya berat badan merupakan hal normal bagi mereka," katanya. > > Mia mengatakan bahwa para ibu harus mengerjakan PR mereka agar tetap yakin > untuk memberikan ASI dan mencari rumah sakit yang mendukung keputusan ini. > > "Praktek standar rumah sakit tidak mendukung kegiatan menyusui. Beberapa > dokter segan untuk melakukannya. Tanpa dukungan yang mencukupi dari para > dokter, rumah sakit dan keluarga, beberapa ibu akan merasa kesulitan untuk > menyusui," katanya. > > dr. Utami Roesli dari Sentra Laktasi Indonesia mengatakan bahwa kampanye > untuk kegiatan menyusui ini ditujukan kepada kegagalan dari tenaga > kesehatan, bukan ke para ibu. > > "Para ibu yang tidak menyusui jangan merasa bersalah, karena itu akan tambah > menyulitkan mereka untuk menyusui," kata beliau. > > "Ayah memerankan peranan penting. Sekarang, menyusui tidak hanya antara ibu > dan anak tapi juga dengan ayah," katanya. (mri) > <http://aimi-asi.org/2009/04/ibu-baru-digoda-oleh-perusahaan-susu-formula-secara-ilegal/> > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > -- Best regard ~ACHA ~ sent from STRAWBERRY-CASING™ phone ------------------------------------ [ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:dokter_umum-dig...@yahoogroups.com mailto:dokter_umum-fullfeatu...@yahoogroups.com <*> To unsubscribe from this group, send an email to: dokter_umum-unsubscr...@yahoogroups.com <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/